
Dokter keluar ruangan dan mempersilahkan keluarga pasien masuk.
"silahkan yang mau masuk sudah bisa" ucap dokter Indra dan langsung pergi meninggalkan semua yang ada di sana.
Zifa yang duluan masuk langsung berhbur kepelukan kakak nya,
"Kakak jangan tinggalin aku lagi kak"
"Husss ngomong nya kok gitu,kaka akan selalu ada di samping kamu"
Di lihat nya Rendra masuk ke ruangan,Shela tersenyum ke arah nya.
"Mas kok sendiri Key mana?"
Deg !!
Rendra bingung kenapa Shela menanyakan anak nya yang sudah tiada.
"Maksud kamu?"
"iya kenapa kamu gak bawa Key? aku kangen sama dia mas"
Luki yang sekarang masuk dan menghampiri Shela menatap Shela penuh bahagia,ia kemudian menyondongkan tubuh nya dan akan memeluk kekasihnya itu.
Plakkkkk
Pipi Luki di tampar Shela,Luki yang meringis kesakitan kini mundur perlahan dari tubuh wanita itu.
"Heiiii kau masih marah padaku?? maafin aku sayang" ucap Luki
"Sayang... sayang kepala lu peyang, kamu siapa dateng- dateng main pelul istri orang,gak liat suaminya ada disini?" ucap Shela dengan nada sedikit membentak
Luki bingung kenapa Shela tidak mengingatnya padahal kepada Rendra dan Zifa masih ingat.
"Kamu gak kenal aku??" tanya Luki
"Kenal ??? emnag kita pernah kenalan? ucap Shela ketus
" Mas usir dia,dia siapa sih?" ucap Shela pada Rendra.
"iya.. iya aku usir dia dulu"
__ADS_1
"ayooo keluar dulu,kita temuin dokter"
Mereka bergegas menuju ruangan dokter dan berniat menanyakan apa yang terjadi pada Shela.
"Dokter,bisa kami masuk" tanya Luki sambil mengetuk pintu ruanga. dokter tersebut
'iya masuk" dokter indra mempersilahkan mereka masuk
"Maaf dok saya mau tanya kenapa Shela tidak mengingat saya sama sekali" tanya Luki dengan serius
"Sepertinya pasien mengalami Transient Global Amnesia." ucap dokter Indra
"Maksud dokter shela hilang ingatan gitu? tapi dia ingat Rendra dan Zifa bahkan dia juga menanyakan anak nya yang sudah meninggal dok" jelas Luki
"Ia pak Pengidap amnesia jenis ini biasanya akan mengalami hilang ingatan pada kejadian tertentu secara total, walaupun kejadian tersebut baru saja dialaminya. Amnesia jenis ini disebabkan karena adanya cedera yang berhubungan dengan kepala akibat benturan atau ingatan sebelumnya sedang mengingat sesuatu yang berat di kepalanya."
Deg!!!
Luki kini kian bersalah,karena sebelum kecelakaan mereka terlibat kesalah pahaman,mungkin Shela berpikir Luki menghianatinya.
"apa sebelum kecelakaan korban mempunyai masalah berat"
"Sepertinya iya dok,kami sempat ada salah paham" ucap Luki
Rendra dan Luki kini keluar dari ruangan dokter dan mengerti apa yang harus mereka lakukan.
"Broo berarti Tuhan maha baik sama gue,Tuhan membiarkan gue harus Rujuk sama Shela" ucap Rendra
"Lo jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan ya" cegah Luki
Rendra hanya tertawa melihat sahabatnya itu sedang bingung dengan posisi nya sekarang.
Mereka kembali ke ruangan Shela di lihatnya Shela tertidur dengan damai nya.
Luki mendekati Shela dan memcium krning wanita itu sekilas.
"Jangan lama-lama hilang ingatan nya ya,,aku merindukanmu Shel" ucap Luki sambil meneteskan air matanya lagi.
"Udah kak biarin kak Shela istirahat dulu" ucap Zifa
"Oia kak Ren,kak Shela akan pulang bersama ku kr apartemen jangan pulang ke rumah kakak,kalian kan udah berpisah" sambung Zifa
__ADS_1
"Lah kan Shela tau nya aku masih suaminya Zi"
"Enak aza kalian udah pisah jangan satu atap" Ketus Luki
"Kenapa lo takut Shela balik sama gue?"
"Udah.. udah dari tadi ribut mulu,kalian keluar sana berisik" lerai Zifa
"Zi titip Shela ya,kaka pulang dulu" pamit Luki
"Siap kak" sambil membentuk jari nya berbentuk huruf O
Rendra dan Luki kini keluar Rumah sakit bersama,ada rasa kangen diantara mereka dengan kebersamaan mereka dulu,namun sekarang mereka harus sama-sama berjuang meluluhkan hati wanita yang sama.
"Ingat kita bersaing secara sehat,jangan karena Shela cuma inget Lo dan Lo seenaknya main belakang,lihat spa yang akan gue lakuin" ancam Luki
Rendra hanya tersenyum menanggapi ancaman sahabatnya itu,Ia tau Luki sangat mencintai Shela saat ini.
"Haaaah dasar Bucin" Ledek Rendra yang di balas tatapan tajam oleh Luki sang Rival nya.
"Astaga,gue lupa ninggalin Anya di cafe"
Luki langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi sang sekertaris.
"Hallo Nya kamu dimana??"
"Maaf pak saya sudah pulang tadi saat bapak pergi"
"Maafin saya tadi ada sesuatu yang harus saya urus"
"iya pak gak apa- apa,oia tadi bu Nella sempet marah,dan mungkin bapak harus menghubungi nya"
" sudah lah gak penting wanita itu,Ya sudah saya tutup telpon nya"
tutt
tutt
tutt
Panggilan berakhir dan Luki kini melajukan mobilnya menuju apartemen milik nya,di perjalanan ponsel nya terus berdering ada panggilan masuk dari nomor tidak di kenal.
__ADS_1
"Siapa sih dari tadi nelpon terus"