
"Yee kakak ipar memang baik, biar aku nanti cepet di lamar" ceplos Zifa yang senang kalau Ardi di berikan kenaikan gaji oleh Luki.
"Hemm memang Ardi akan melamarmu? " tanya Shela curiga.
"Emmm itu... anu kakk emm, bilang dong yang"
Zifa menyenggol lengan Ardi yang berada di sebelahnya.
"Tidakkk bu"
"Haaaahhh?????"
Zifa terkejut mendengar jawaban Ardi dan tak terasa matanya mulai berkaca kaca.,
"Kamu jahat, semalam kamu mengajak ku menikah" dan air mata Zifa langsung jatuh di pipinya, melihat Zifa menangis Shela langsung berdiri dan menatap Ardi dengan tajam.
"Jangan mempermainkan adik ku Ardi" ucap Shela dengan marah membuat Ardi sedikit takut menatap istri bos nya itu.
"Maaf bu tapi..."
"Apa kamu mau saya hajar, berani mempermaikan adik ku"
Ardi yang belum selesai berbicara sudah terpotong dengan kemarahan Luki, "Bukan gitu bos maksud saya, Tidak nanti tapi sekarang saya akan melamar Zifa"
Zifa yang sudah berderai air mata langsung terkejut mendengar pernyataan Ardi yang ingin melamat nya saat ini juga, "Benar kah itu?" tanya Zifa pelan, ia takut kalau Ardi berbohong.
"Benar saya akan melamar Zifa pada kalian, dan maaf saya melamar nya sendiri karena saya sudah tidak punya siapa siapa lagi sekarang" Ardi dengan tegas melamat Zifa saat ini dan ia juga tak lupa mengeluarlan sebuah kotak perhiasan di saku nya dan langsung berdiri keluar dari meja makan.
Ardi lalu berjongkok di hadapan Zifa, dengan percaya diri Ardi langsung memegang tangan Zifa "Will you marry me?" Zifa yang memang sudah menginginkan hal itu langsung saja mengangguk menerima lamaran Ardi, dan menyuruh Ardi bangun dan memeluk laki laki di hadapannya itu.
Mereka masih saja saling berpelukan namun terganggu oleh gebrakan tangan Shela pada meja.
"Braakkk"
Ketiga orang yang berada di sana langsung menoleh ke arah Shela dengan bingung dan terkejut.
"Ahh apakah bu boa tidak merestui kami?" batin Ardi
"Kenapa sayang?" tanya Luki sementara Zifa sudah ketakutan melihat kakak nya seperti itu, ia juga takut kalau tidak mendapat restu.
__ADS_1
"Tolong berhenti berpelukan, aku sudah lapar dari tadi" ucap Shela
"Ahhh kakak aku kira kakak tidak merestui kami" ujar Zifa yang sudah sedikit lega.
"Aku hanya lapar Zi, sudah lah aku pasti merestui kalian berdua dan dua hari lagi kalian menikah"
"What???" ketiga orang yang berada di sana kompak bertanya seperti itu.
"kenapa harus buru buru sayang?" tanya luki pada Shela yang kini sedang mengunyah makanan nya.
"Iya kak, kenapa cepat sekali" tanya Zifa
"Ibu gak becanda kan?" tanya Ardi
"Kita bahas nanti, aku tidak ingin kehilangan mood ku saat ini"
Seketika semuanya terdiam mencerna perkataan sang nyonya, dimana akan pasti sia sia saja kalau mau melayangkan protes saat ini.
Kemudian tak lama mereka selesai dengan makan nya masing masing, " Kita bertemu di ruang keluarga 10 menit lagi, perutku mules ingin ke toilet dulu" titah Shela
Mereka pun kemudian menuju ruang keluarga, sambil menunggi Shela Zifa mencoba bertanya pada Luki " Kak apa kak Shela serius harus 2 hari lagi??"
"Apakah kamu belum siap menikah?" tanya Ardu pada Zifa.
"Bukan begitu sayang tapi ini terlalu cepat, apa bisa menyiapkan nya dalam dua hari?" jelas Zifa.
"Itu semua urusanku, kalian tinggal terima beres saja" Seketika semuanya menoleh ke belakang di mana suara Shela begitu menggema sampai terdengar ke hati mereka 🤣🤣 membuat mereka langsung terdiam dan tak ada yang berani protes
"Kalian akan melaksanakan akad nya dulu, nanti resepsinya belakangan, aku tau Arsi sudah tidak tahan dengan malam pertama kalian"
"Kakaaaaakkk" Zifa benar benar malu dengan perkataan kakak nya itu.
"Kalian semalam berada di kamar tamu kan, dan aku lihat kalian berciuman begitu dalam, untung saja kalian hanya ciuman saja tidak sampai lebih, karena kalau kalian berani seperti itu malam itu juga aku sudah menggerebek kalian berdua." jelas Zifa yang membuat Ardi benar benar Malu.
"Kok kamu tau yang? tanya Luki
"Semalam aku mengintip mereka mas, pas aku lihat mereka masuk kamar berdua,"
"Ahh pantas saja semalam kamu menyerangku, ternyata sebelumnya telah melihat adegan live"
__ADS_1
"Suuut jangan di buka kartu ku mas.." wajah Shela bersemu merah.
"Ya sudah kamu ke kantor dulu sana sama Ardi, jangan biarkan Ardi kelelahan, dia harus menjaga stamina nya untuk malam pertama nanti" sambung Shela lagi.
🌹🌹🌹🌹🌹
"Bos ada masalah di klan kita" Ardi memberi tahu luki di ruangan nya.
"Kenapa?"
"Klan Black Tiger menyerang markas kita, karena ketuanya tidak terima atas kebangkrutannya saat ini." jelas Ardi
"Sudah ku duga ini akan terjadi, segera atur pertemuanku dengan Robby"
"Baiklah" Ardi kini mengatur pertemuan untuk Luki dan Robby untuk menyelesaikan semua masalah yang mereka hadapi, masalah di antara mereka muncul setelah perselisihan mereka tempo hari dan berakhir Robby yang mulai mencari tahi identitas Luki, bahkan Robby tau kalau ternyata Luki pin seorang ketua mafia dari dragon King yang mana Klan tersebut sudah terkenal karena kepintaran nya mengalahkan musuh, namun Robby tidak peduli ia harus bisa menghancurkan Lugi agar bisa merebut Shela darinya.
Setelah tahu segalanya Robby berhasil melancarkan aksinya namun sayang nya ia kurang cerdas, ia tidak tahu kalau Luki mempunyai seorang asisten yang benar benar bisa di andalkan dan menjadikan Robby benar benar tidak berkutik dan hanya bisa memakai otot untuk membalas kekalahannya.
Setelah Robby mau bertemu dengan Luki akhirnya mereka pun bertemu di sebuah Cage di ruang vip yang tertutup.
"Sebenarnya mau mu apa sih?" tanya Luki yang sebenarnya sudah tahu niat jahat Robby.
"Aku hanya ingin kau memberikan istrimu kepadaku, maka dari itu aku tidak akan pernah mengganggu hidupmu lagi."
"Heem maaf istriku bukan barang yang harus di berikan kepada siapapun, dan sekarang kau sudah tidak punya apa apa lagi, mau kau bahagiakan istriku dengan apa?" ucap Luki tenang.
"Ini semuanya karena dirimu bocah ingusan, kau mengambil semua yang aku punya termasuk Shela arrggghh"
Luki hanya tersenyum mengejek tanpa ingin melawan perkataan nya yang sebenarnya sedikit menyebalkan menyebutnya dengan bocah ingusan.
"Ingat pergerakan mu kini dalam pengawasanku, anak buahku ada dimana mana, kalau kau ingin selamat maka menjauhlah dari kehidupan kami, dan temuilah teman ranjangmu di negara B."
"Maksudmu?" Robby benar benar tidak mengerti dengan perkataan Luki.
"Aku tau kau dan Nindi bekerja sama untuk menghancurkan keluargaku dan aku juga tau kalau kalian adalah partner ***, aku akan mengirimu kepadanya agar tidak ada lagi orang yang menggaggu kehidupanku"
Robby benar benar terkejut mendengarnya, akhirnya kini dia paham kalau Klan Dragon King benar benar pintar dan juga lihai karena melihat ketua nya saja seperti ini, selalu bergerak cepat sebelum musuh mengusik.
Dan akhirnya Robby di bawa oleh anak buah Luki untuk kemudian di terbangkan ke negara B dan tinggal disana bersama Nindi.
__ADS_1
to be continued