
Kini pasutri itu sudah berada di markas dan masuk ke dalam markas dengan tetap bergandeng tangan, semua anak buah Shela menunduk saat bos mereka tiba, Shela pun bertemu dengan Gara di depan sebuah pintu.
"Selamat datang bos" Sapa Gara pria muda yang paling setia menjadi anak buah Shela, walau saat ini semua kekuasaan sudah berada di tangan Gara tapi tetap ia tidak melupakan siapa bos nya dahulu.
"Dimana orang itu?" Tanya Luki yang sempat cemburu karena Shela memeluk Gara waktu itu.
"Ada di dalam Bos" Jawab Gara dan langsung mempersilahkan keduanya masuk ke dalam ruangan tersebut, dilihat nya seorang pria di ikat dengan posisi duduk di sebuah kursi, mata dan mulut nya di tutup.
"Gara buka mulut dan matanya!" titah Shela, dengan cepat Gara pun membuka nya, membuat pria itu sedikit lega karena bisa melihat sekitarnya.
"Haii" sapa Shela pada pria itu, pria itu hanya menatap tajam pada semua orang yang ada di hadapannya.
"Mau apa kalian?" tanya pria itu, membuat Shela tersenyum lebar, "apa kau melakukan kesalahan, hingga ada orang yang menyekapmu seperti ini?" tanya Shela dengan angkuh, tatapanny masih sama seperti Shela yang dulu, mengerikan.
"Ti..tidak" ucapnya terbata, dan kini giliran Luki yang mendekat dan melemparkan kertas yang tadi pagi berada dalam bunga kiriman seseoranag itu ke wajah pria tersebut.
"Apa maksud semua ini?" Tanya Luki yang terlihat geram, karena ketenangan istri kesayangan nya terusik hanya karena teror murahan seperti itu.
"sa..saya tidak tahu tuan"
"Jangan bohong," bentak Luki membuat Semua orang disana merasa kaget karena baru kali ini mereka mendengar Luki membentak seseorang.
"Saya tidak tau tuan" masih tidak mau mengaku juga orang itu, Luki mengeluarkan sesuatu dari balik jas nya dan sebuah belati dengan gagang berlambang naga kini berada di tangan nya, Shela dan Gara mengamati belati tersebut dan sepertinya mereka tau sesuatu tentang belati itu.
Shela dan Gara saling pandang namun hanya sebentar dan kini fokus pada tawanan mereka yang seperti ketakutan, "Bilang padaku siapa yang menyuruhmu mengirimkan bunga itu pada istriku" Gertak Luki dengan mengelus pipi pria yang di sekap mereka dengan belatu itu.
"Ampunn tuan.. jangan sakiti saya, saya baru menikah, saya gak mau istri saya jadi janda muda" mohon nya dengan sangat kepada Luki.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, katakan sekarang juga siapa orang nya?"
"Saya tidak tau siapa namanya tuan, dia hanya memberikan uang dan menyuruh saya"
"Oh masih tidak mau mengaku, baiklah kalau begitu" Luki melihat ke arah Gara dengan wajah begitu mengerikan nya membuat Gara yang di tatap seperti itu mati kutu di hadapan nya.
"Gara cari istrinya, perkosa dia dan setelah kau puas bunuh saja dan berikan pada Lion"
"Siap bos dengan senang hati" ucap Gara
"Jangan saya mohon, Pak Budi Santoso yang menyuruh saya"
"Hahhh Budi Santoso, Rupanya dia benar benar mencari siapa pembunuh anaknya" Luki menggeram dan menggertakan gigi nya tangan nya mengepal kuat, ingin sekali ia menghajar tua bangka itu sekarang juga.
"Gara urus orang ini, biarkan saja orang ini hidup, namun awasi agar ia tidak membocorkan markas ini kepada orang lain"
"Tidak aku sekarang akan menjadi seorang ayah, tidak ingin terjadi apa apa pada anakku nantinya."
Shela hanya tersenyum melihat pemandangan tersebut, ia bersyukur suaminya benar benar orang yang dapat di andalkan.
Kini Shela dan Luki akan pulang ke rumah nya, dalam perjalanan Shela terus memikirkan sesuatu yang mungkin sudah lama disembunyikan Luki darinya.
"Kamu kenapa yang, apa ada yang mengganjal pikiranmu?" Shela berpikir tidak mau menanyakan soal itu dulu di dalam mobil lebih baik bertanya yang lainnya dulu.
"Siapa Budi Santoso Mas?" tanya Nya penasaran.
"Ayah nya Nella"
__ADS_1
"Apa?? jadi dia tau kalau aku yang membunuh anaknya?" Shela tak menyangka baru kali ini ia kecolongan dengan kerja anak buahnya.
"Sudah gak usah di pikirkan, itu akan menjadi urusan ku sayang, yang kamu urus aku dan calon anak kita saja oke"
Shela pun mengangguk ia yakin suaminya akan menangani hal sepele seperti itu, tanpa terasa kini mereka sudah berada di rumahnya.
Shela dan Luki berjalan masuk kedalam rumah dan di sambut oleh Martha dan juga Nindi yang sudah ada di sana sedang menikmati secangkir kopi.
"Haii sayang," sapa Nindi tanpa tau malu, namun Luki hanya berjalan melewatinya tanpa mau menoleh apalagi membalas sapaan nya, Shela yang melihatnya tersenyum mengejek.
"Sayang hari ini kamu belum menengok anak kita" ucap Shela dengan manja, Luki tau Shela hanya membuat Nindi kesal saja, Luki langsung menyambar bibir mungil istrinya dengab rakus dan menggendong Shela dengan ala Bridal style membuat Nindi benar benar kesal kepanasan.
"Siaal mereka, lihat saja apa yang akan aku lakukan pada kalian" guman Nindi dengan mengepalkan tangan nya,
"Tante aku pulang dulu, aku ada urusan " Nindi pamit pada Marta yang sedari tadi santai membaca majalah nya, namun saat Nindi pamit pulang ia merasa aneh dengan sikap nya, namun ia masa bodo sekarang ia hanya ingin menikmati hidup nya sekarang yang sudah menjadi orang kaya kembali pikirnya.
"Baiklah" ucap Marta pada Nindi tanpa basa basi lagi.
Bahkan sekarang Nindi kembali kesal karena Marta bersikap cuek pada nya, Nindi pun pergi dengan menghentakan kakinya membuat Marta geleng geleng kepala.
Dikamar Luki dan Shela sudah melepas pagutan mereka, "Sayang apa bayi kita ingin aku menjenguk nya lagi?" goda Luki
"Sebenar nya aku tadi hanya mengerjai Nindi saja Mas, tapi sepertinya bukan anak kita yang ingin di jenguk, tapi aku yang sangat menginginkan sentuhan mu lagi sayang"
Kini Shela yang mencium Luki dangan brutal, Shela bukan wanita yang malu malu saat suaminya menggoda nya bahkan ia bisa lebih agresif dari suaminya saat berurusan dengan ranjang.
Akhirnya mereka kembali bergulat di kamar mereka, memperdengarkan suara suara erotis di kamar itu, hingga selesai saat malam akan tiba.
__ADS_1
To be continued