
Aku membawa Key ke rumah,,berharap Mas Rendra sudah pulang,,namun di rumah masih tetap seperti tadi saat aku keluat,sepi tanpa ada orang hanya ada beberapa Art yang berada di dapur.
"Mah papah belum pulang ya" tanya Key
"ia sayang,papa masih sibuk mungkin,nanti juga kalau pulang pasti langsung nyari kamu" sambil ku colek hidung mancung nya,,membuatku gemas sekali pada anak ku itu.
"Mah aku mau mandi,,tapi aku mau mamah yang mandiin ya"
"kok tumben kamu mau di mandiin,,biasanya gak mau karaena kamu udah gede katanya"
"aku lagi mau di mandiin mah"
"aku sedikit aneh pada anakku,,perasaan ku gak enak namun aku tepis jauh-jauh perasaan negatif ku.
Aku pun memandikannya dan mengurusinya sampai ia benar-benar cantik dan rapi
" iiihhhhh anak mama cantik banget sih,,wangi lagi" goda ku sambil mencium gemas pipi gembul Key
ting tong
ting tong
ting tong
"Mah ada yang dateng,mungkin itu papah mah,aku buka pintu ya"
Ia berlari keluar kamar dan membuka pintu berharap yang datang adalah papa nya,
"Paaaa...pa,,,ehhh om,,maaf om siapa ya??"
"heiii anak cantik,,mama kamu ada gak?"
"ada,tapi om siapa ngapain ketemu mama aku"
"om temenya mama kamu sayang,"
"Key..Key,, siapa yang dateng sayang" teriakku dari dalam dan menuju keluar
Deg
Kulihat Luki teraenyum ke arahku,ia menatapku penuh tanda tanya.
"Mama ada om ini nyariin mama,katanya temen mama"
"Luki,,ngapain kamu ke sini,,ada anak aku?"
"key kamu kekamar dulu ya,,mama mau bicata dulu sama om nya"
Key mengagguk dan berlari ke kamar,
"kamu kemana aja sih yank,aku hubungin gak bisa-bisa?"
Luki mulai mendekat dan akan mencium ku,namun aku segera menjauh darinya takut ada orang yang melihat.
"Kenapa menghindar sayank,aku kangen sama kamu,oia kenapa nomor ku kamu blokir"
Astaga,aku lupa membuka blokiran nomor nya,waktu itu saat aku sedang kalut Luki mencoba menghubungiku karena aku gak mau di ganggu makanya aku langaung memblokir kontak Luki di Hp ku.
"Maaf,nanti aku jelasin,,kamu pulang dulu sebentar lagi Mas Rendra akan pulang"
Aku mencoba mengusir nya,namun ia malah mencium bibirku dengan rakus,,aku berontak dan menolak ciuman nya itu,aku benar-benar ada yang melihat apalagi kalau Key yang melihatnya..
Namun tenaga Luki terlalu besar aku tidak bisa menyeimbangkan nya,jadi aku balas saja ciuman nya berharap ciuman itu akan segera berakhit dan Luki segera pergi.
Saat terdengar suara mobil masuk ke halaman,Luki segera melepaskan pagutan kami,aku kelimpungan takut Mas Rendra curiga padaku namun Luki malah stay cool dan malah duduk di sofa.
__ADS_1
Mas Rendra masuk ke rumah dan kaget melihat ada Luki yang sedang duduk di sofa,wajahku pucat dan jantung ku berdegup kencang.
"Hai broo ngapain lo di sini"
"gue baru sampe,mau ketemu lo bro,kata istri lo biasanya lo dateng sebentar lagi makanya gue tungguin,,namun istri lo pelit bro,gue gak di kasih minum"
Mas Rendra melihat ke arah meja,memang benar tak ada minuman atau jamuan lainnya untuk sahabatnya itu,
"Shel kenapa bengong,ada tamu kasih minum donk"
Aku mengangguk dan pergi ke dapur untuk membuatkan minum.
"dasar berondong aneh,malah bilang gue pelit lagi,liat aja gue jailin loh"
Aku langsung membuatkan sirup untuk Luki,,namun sedikit ku tambah garam di minumannya.
Aku membawa nya ke ruang tamu,dan menyodorkan minuman itu pada Luki.
"silahkan diminum"
"terimakasih cantik" ucapnya lebay
"Rasaiinnn loh,aain asin deh tu sirup" aku berguman dan sedikit tertawa cekikikan
Luki meminum minuman itu,ia langsung menyemburkan nya ke lantai,,Aku yang mengintip nya dari balik lemari tertawa geli melihat Luki yang kesal karena aku jahilin.
"awas saja nanti,aku kurung kamu di kamarku semalaman tanpa ampun" (send) Luki terlihat mengetik pesan di ponselnya.
Ponsel ku bergetar dan ku lihat notifikasi nya dari Luki,ku mulai membuka pesan itu
"awas saja nanti,aku kurung kamu di kamarku semalaman tanpa ampun"
Aku puas sudah mengerjainya,,aku pun langsung berbalik ke arah kamar Key,aku tak menghiraukan pesan nya tadi.
Beberapa saat kemudian Luki sudah pulang,satu jam Luki mengobrol dengan Mas Rendra di ruang tamu.
Malam pun tiba,kami sekeluarga sudah berada di ruang makan untuk makan malam,,
"Pah,,kemarin aku ke pantai loh sama opa dan oma,seru banget pah"
"mana oleh-oleh nya buat papa?"
Key nyengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Key lupa pah,," sambil tertawa
"papa kapan ngajak key sma mama liburan?"
"kapan ya??? papa sekarang sedang sibuk sayang,nanti kalau papah udah gak sibuk ya"
"okey pah"
Aku hanya diam tanpa suara melihat interaksi antara anak dan ayah itu,setelah selesai makan Key langsung ke kamarnya,ia bilang ingin menggambar dengan di temani pengasuhnya.
Aku kembali ke kamarku dan di ikuti oleh Mas Rendra di belakangku,,
"Mas aku mau bicara"
Mas Rendra mendekatiku dan duduk si sebelah ku,
"ada apa?"
"aku minta pisah Mas" ucapku lirih
"kenapa??"
__ADS_1
"aku gak sanggup kalau harus di madu"
"hanya itu alasanmu?"
"iya" jawabku singkat
"bukan karena kamu sudah tergila-gila pada sahabatku Luki"
Deg
"bagaiman ia tahu,hubunganku dengan Luki,apakah Luki membiritahunya tadi siang?" batin ku
"kenapa diam"
"aa..aaku"
"kenapa gugup,kamu heran kenapa saya bisa tau hubunganmu dengan Luki"
Ia beranjak dari duduknya dan mengambil laptop nya di nakas,ia memutar video di laptop itu ternyata itu rekaman cctv tdi siang di rumahku saat luki berkunjung dan menciumku.
Aku membelalakan mataku tak percaya kalau Mas Rendra memasang cctv di rumahku,bahkan ia juga memutar video yang lain saat Luki menginap di sini.
Bahkan saat aku dan luki melakukan hubungan terlarang itu di kamar dan di taman serta di kolam renang semua lengkap.
Namun aku tetap tenang dan tak menyangkal semua nya,
"ya aku memang melakukannya bersama Luki,apa yang salah.
" Salahnya Dia sahabatku shel" Mas Rendra membentakku
"Mas Mira juga Sama ia sahabatku" suaraku tak kalah keras darinya dan
plaaak
Mas Rendra menamparku lagi,
"sejak kapan kamu bicara tinggi seperti itu padaku hah" ia membentakku kembali
Aku menangis sejadi -jadinya,,
"Mas seandinya kamu meninggalkan Mira aku juga akan meninggalkan Luki"
"Aku tidak akan meninggalkan Mira,,"
"kalau begitu tinggalkan aku saja"
Mas rendra langsung menatapku tajam,dan ia mencekik leherku sedikit
"aku juga tidak akan pernah meninggalkanmu"
Ia langsung menghempaskanku,aku jatuh tersungkur dengan rasa sakit di leher dan kakiku,bahkan Hatiku jauh lebih sakit dari itu.
Saat aku bertengkar dengan Mas Rendra ada sepasang mata kecil melihat kami,ia menangis dan menjatuhkan gambar yang ia bawa di tangan nya ia berlari menuju luar,sambil berteriak memanggil kake nenek dan aunty nya
"opa...oma..aunty zifa.. hiks hiks hiks"
Key berlari menuju gerbang rumah kami aku mengejar nya takut ia kenapa-kenapa,,
ia menyebrang jalan tanpa menengok ke kiri dan ke kanan dan
Braaaakkkkk
"Keyyy"
aku berteriak memanggilnya dan berlari mengejarnya.
__ADS_1
...Udah dulu ach pegel,,udah 1000 kata lebih loh . ...
...masa gak ada yang like sih.....