
Hari ini Aku mengemas semua barang ku,karena hari ini aku akan pindah dari rumah sang suami,lebih tepatnya calon mantan suami.
Karena tadi pagi aku sudah di talak oleh Mas Rendra makanya aku akan pindah hari ini juga,mungkin aku akan ke apartemen Zifa adik ku sebelum aku benar-benar mendapatkan tempat tinggal.
Sebelum ke kantor polisi aku menyempatkan ke rumah mertuaku dahulu untuk pamitan dan juga minta maaf kepada mertuaku itu.
Aku meninggalkan mobil pemberian suaminku di garasi,dan mengambil mobil milikku,hasil jerih payahku sendiri.
aku memasukan barang-barang milikku dan tak lupa aku membawa foto Key yang terbingkai indah di kamar anak itu,aku menatapnya lekat dan tanpa sadar meneteskan air mata ku lagi.
"Aku gak boleh cengeng,aku harus kuat,okee kamu kuat Shela,pasti kuat" Aku tersenyum menyemangati hidupku sendiri.
Aku menuju ke rumah mertuaku dengan kecepatan sedang,aku berharap mereka menerima keputusanku ini,,tak perlu lama cukup 20 menit aku sudah sampai di pelataran rumah mewah mertuaku.
Ku melangkahkan kakiku dengan perlahan dan dengan perasaan gugup,namun tekadku sudah bulat harus membicarakan semua ini pada mereka.
"Assalamualaikum" aku mengucap salam saat masuk ke dalam rumah.
"Waalaikumsalam" suara seorang wanuta paruh baya,yang masih cantik dan bugar menjawab salam ku
Aku mencium punggung tangan mama Hana,dan berbasa baai menanyakan kabar nya.
"Ma apa kabar"
"kabar mamah baik sayang,kamu sendiri bagaimana?"
Aku hanya tersenyum dan menggelengkan kepalaku yang pasti mama tau aku sedang tidak baik-baik saja.
"Sabar sayang,semua ini cobaan biarkan Key tenang di sana ya" saran mama hana padaku dan aku mengangguk saja tanpa menjawab lagi.
"Ma aku mau izin"
"izin??" Mama hana tampak bingung dan mengerut kan dahi nya
"Hari ini aku pamit pindah dari rumah Mas Rendra mah"
"Kamu mau kemana sayang"
"Mas Rendra pagi ini sudah menalakku mah,jadi aku rasa kami tidak boleh seatap lagi jadi ku putuskan pindah"
Mama Hana menghela nafas nya kasar,ia sudah tau tentang percekcokan antara anak dan menantunya tapi tak percaya akan sampai pada perceraian.
"sayang apa tak bisa di pikirkan lagi dengan keputusan kalian?"
"Maaf mah kami sudah tak bisa bersama lagi,tapi satu hal yang perlu mama tau,mama akan tetap menjadi mamaku"
Mama hana mulai meneteskan air mata nya,aku begitu sangat bersalah telah membuat mama Hana menangia seperti ini.
"kamu tega meninggalkan mama Shela?"
"Mahh aku pasti akan sering kesini menjenguk mama"
__ADS_1
"Mama gak bisa berbuat apa-apa mama hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian"
Kami berpelukan dengan berderai air mata,aku sudah menganggap beliau seperti ibu kandung ku sendiri,jujur aku berat harus berpisah seperti ini,tapi aku sudah gak sanggup untuk terus bersama suamiku.
Kini aku pergi dari rumah mertuaku dan menuju kantor polisi,sesampainnya di kantor polisi aku langsung di auruh masuk ke ruangan khusus penyelidikan dan polisi memperlihatkan rekaman cctv saat kejadian nahas tersebut
Deg
"mobil itu,mobil yang kemarin menjemput Mira,apa Mira ada kaitannya dengan pelaku tabrak lari anakku??"
"Maaf bu plat no yang di pakai si pelaku adalah plat no palsu jadi kami sulit menemukan identitas pemilik mobil itu" ucap seorang polisi
"pak kemarin saya melihat mobil ini menjemput seseorang yang saya kenal,apa bapak bisa menyelidikinya"
"Baik bu,silahkan ibu beri keterangan biar kami yang akan menyelidikinya"
Aku pun langsung memberikan keterangan pada polisi,aku takut kalau benar-benar Mira ada di balik semua ini,aku tak akan pernah memaafkannya.
Setelah selesai di kantor polisi aku langsung ke apartemen zifa,tapi sayang adikku yang satu ini sedang ada pekerjaan ke luar kota makanya dia tidak bisa menyambutku dan juga membantuku memebreskan semua barang yang ku bawa.
Aku telah sampai di apartemen Zifa,aku langsung membaringkan tubuhku yang sudah sangat leleh,aku pun tertidur dengan rasa yang campur aduk.
Saat aku masih tertidur aku di kejutkan dengan suara dering ponselku yang memekik di telinga,karena ponselku ada di dekat kepalaku.
"Ahhh siapa sih ganggu banget"
Aku membuka mataku dan melihat ke arah ponsel ternyata Luki menelpon ku,ku geser tanda hijau di hp ku dan langsung menjawab telponnya.
"Iya Halo ki". dengan suara serak khas bangun tidur
"cik kangen??? gak salah? baru tadi pagi kita berpisah,," Decak ku kesal karena aku bukanlah seorang Abegeh lagi yang harus kangen dalam waktu beberapa jam namun aku lupa kalau usia luki jauh berada di bawahku jadi aku cukup maklum.
"Aku di aprtemen Zifa,,aku sudah pindah dari rumah Mas Rendra" jawabku
"Kenapa???"
"Mas Rendra sudah menalakku"
"Yesss" Terdengar suara Luki yang seperti kegirangan di sebrang telpon sana
"kau bahagia dengan perceraianku?
" tentu saja,agar aku bisa cepat menikahimu"
Entahlah apa aku harus bahagia atau biasa saja dengan jawaban Luki saat ini,
"ya sudah aku jemput kamu ya,kita rayakan perpisahanmu"
"ya" jawabku singkat
"Dahh sayang love u,dandan yang cantik" Luki langsung memutus telepon nya.
__ADS_1
Ku lihat jam di ponselku sudah magrib,aku bergegas ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan berwudhu untuk menjalankan kewajibanku sebagai umat muslim.
Aku sadar sudah lama aku tak mengunjungi sang maha pencipta,akhirnya aku menangis di atas sejadahku memohon ampun atas segala kesalahan dan khilafku,,walau aku akan melakukan hal yang sama lagi,dan tak lupa mendoakan putiku Key.
Namun saat ini aku benar-benar merasa tenang setelah mengadu semua yang aku alami,rasanya sakit hati dan penyesalan yang ada di hatiku sedikit lenyap.
Setelah selesai akupun besiap akan pergi berasama Luki,aku sedikit berdandan dan memoles wajah cantikku,,setelah di rasa cukup aku pun mengakhirinya,lalu duduk di sofa menunggu berondongku datang.
kurang dari 10 menit bel berbunyi,,aku tau itu pasti Luki,namun aneh nya kenaoa dia tidak langsung masuk malah memencet bel padahal ia sudah ku beritahu password pintu apartemen Zifa . Aku buka pintu apartemen dengan perasaan yang sumeringah.
ceklek
pintu terbuka seketika aku membelalakan mataku dan kulihat sosok laki-laki tampan di hadapanku tersenyum ke arahku namun dia bukan Luki melainkan Mas Rendra, ia langsung nyelonong masuk ke apartemen dan duduk di sofa.
"Mas mau apa ke sini??" tanyaku ketus
"emang aku gak boleh mengunjungi istriku"
Aku mengkerutkan dahiku dan tersenyum sinis padanya " Istri??? kau lupa tadi pagi kau sudah menalakku?"
"Ingat kita belum Sah berpisah,aku hanya menalakkmu secara perkataan saja"
"Mas dalam agama itu sudah Sah" aku membentak nya
Mas Rendra berdiri dan menghampiriku dan langsung menyambar bibirku,ia menciumku lembut dan sial nya aku malah terbuai dengan ciuman nya dan membalas ciuman hangat itu.
Mas Rendra melepaskan ciuman nya dan seketika aku sadar apa yang aku perbuat barusan sangat bertolak dengan hatiku,tubuhku malah merespon apa yang Mas Rendra lakukan kepadaku.
"ternyata Kau masih mencintaiku Shel," ucapnya dengan nada mengejek ku
Aku diam,bukan aku mengiyakan perkataannya namun aku mencoba menormalkan hatiku yang masih saja merespon apa yang dia lakukan.
Mas Rendra merangkul pundakku dan ia mengajakku duduk dan mulai memajukan lagi wajah nya ke hadapanku ia menempelkan bibir nya lagi dengan bibirku saat ia menekan tengkukku suara pintu apartemen terdengar di buka
ceklek
Kami melihat ke arah pintu dan Luki memergoki kami sedang berciuman,Wajah Luki seperti menahan marah dan ia menatapku tajam.
"Sorry silahkan lanjutkan"
Aku tersadar saat Luki berbicara dan mendorong tubuh Mas Rendra menjauhiku,aku langusng beranjak dan mengejar Luki yang langsung pergi meninggalkanku tadi.
"Luki...ki tunggu" Aku memanggilnya dan mengejar dia
Luki menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ku.
"maaf aku mengganggu kalian" ia langsung memutar badan nya dan kembali melangkah.
Aku seakan tak mau kehilangan Luki daku berlari san memeluknya dari belakang,Luki langsung menghentikan langkahnya,
"Lepaskan Shel,silahkan kalau kalian akan kembali aku tak akan menghalangi nya,dan aku akan pergi"
__ADS_1
"Jangan tinggalin aku Ki"
Luki melepaskan pelukannku...