
"Ingat Nindi aku kini bukanlah Luki yang kamu kenal dulu, hati dan cintaku sudah tak ada lagi untukmu, maka dari itu dari pada kamu mengganggu hidupku dan Shela lagi lebih baik kamu mati sekarang"
"Dooorrr"
"Awwwhhhh"
"Stop Luki jangan aku takut"
"Dorrr"
"Dorrr"
"Dorrr"
Tembakan bertubi tubi mengenai barang yang ada di ruangan gelap itu, membuat Nindi semakin takut.
"Luki... apa yang kamu lakukan?" Nindi berteriak ketakutan, tubuh nya bergetar keringat dingin mengucur deras dari tubuh nya.
"Ini hanya peringatan saja untukmu, sekali lagi kamu bertindak bodoh timah panas ini akan menembus isi kepalamu." Luki hanya menggertak saja tanpa melukai Nindi sedikitpun.
"Aku tau kamu gak akan pernah tega melukaiku, karena kamu memang masih mencintaiku kan" Dengan PD nya Nindi berkata seperti itu, tanpa memikirkan apa yang akan terjadi selanjut nya.
"Cihh percaya diri sekali kamu hah" Luki mencengkram kembali dagu mulus Nindi membuat nya kemerahan dan memberikan sensasi sakit yang lumayan.
"Aku tau kamu masih mencintaiku sayang, aku janji takan mengganggu wanita Jala*g itu lagi asal kita bisa kembali lagi."
"Dorrrr"
"Ahhhh sakittt..."
Luki kembali menembakan senjata api nya lagi dan kini benar benar tepat sasaran mengenai kaki Nindi, membuat nya meringis kesakitan, dan darah segar pun mengalir deras dari kaki nya.
"Aku bahkan bisa membunuhmu saat ini juga, namun kamu masih beruntung istriku sedang hamil dan aku tak ingin jadi seorang pembunuh." Luki kini berjalan keluar dari ruangan itu namun ia meminta kepada anak buahnya untuk membawa Nindi ke rumah sakit dahulu, sebelum membawa Nindi pergi jauh dari negara ini.
__ADS_1
"Kamu urus dan bawa wanita itu ke rumah sakit, dan jangan lupa setelah ini buang dia jauh dari kehidupanku."
"Baik bos"
"Luki jangan pergi, tolong aku... jangan tinggalkan aku disini Lukiiiii, Kamu harus tau Marta bukanlah ibu kandungmu, ia hanya ingin menguras hartamu saja dan ia juga ingin menyingkirkan istrimu"
Luki langsung berbalik arah, dan mencoba menggali kenyataan yang di ucapkan Nindi, "Apa maksudmu hah?"
"Ya Marta bukanlah ibu kandungmu, ia bahkan bercerita kalau ia hanya ibu sambung mu saja, yang rela menikahi ayahmu demi harta, ia juga berencana akan menyingkirkan Shela dari hidupmu"
Pernyataan itu langsung menusuk hati Luki, pantas saja dari dulu Marta memang tidak pernah menyayangi Luki, "Kalau kamu tak percaya tanyakan langsung padanya"
Luki pun kembali meninggalkan Nindi ia tak tau harus apa lagi sekarang, yang jelas ia harus menemui Marta saat ini juga untuk mengetahui kebenaran sesungguhnya.
"Luki lepaskan aku dulu, Lukiiii...."
Nindi berteriak terus, namun Luki tak menghiraukan nya, ia tetap berjalan dan sekarang ia harus mengurus satu orang lagi, agar tak ada yang mengganggu kehidupannya lagi.
🌹🌹🌹🌹🌹
Shela hanya menggeleng tanpa menjawab, "Bos belum makan apapun, setidaknya pikirkan anak yang ada di sana bos" Gara membujuk Shela agar mau makan sambil menunjuk perut Shela.
Shela menatap Gara tajam, namun hanya sekilas dan kembali melamun "Gara benar, anak ini tak bersalah ia harus hidup" batin Shela.
"Baiklah belikan aku soto ayam saja," jawabnya singkat
"Siap bos, saya akan pesankan"
"Ohh akhirnya, aku juga bisa makan" batin Gara
Gara pun memesan makanan via aplikasi, dan menunggu nya datang, sementara Shela masih tetap dengan tatapan kosong nya, membuat Gara merasa harus melakukan sesuatu.
"Bos sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Gara segan.
__ADS_1
"Dia mengkhianatiku" Shela hanya menjawab nya singkat, namun dengan di iringi air mata yang keluar membasahi pipi chaby nya.
"Isshh ini bukan dirimu Bos, kenapa harus menangis? Apa kau yakin dia benar benar menghianatimu atau kau salah paham saja?"
"Apa maksudmu, ini bukan aku?"
"Pikirkan sendiri saja, yang ku tau ini bukan dirimu, karena di saat kau mempunyai masalah bukan air mata yang keluar tapi logikamu yang bekerja"
"Deg"
Kini Shela terpaku dengan kata kata yang di ucapkan Gara, ia sedikit tersentak, memang benar setiap kali ada masalah di hidupnya ia akan mencari tahu dulu kebenaran nya sebelum ia bertindak gegabah.
Namun kali ini ia memang benar benar bermain dengan hati nya tanpa menggunakan logikanya seikitpun, padahal ia tahu Luki sudah benar benar bucin terhadapnya, apalagi Luki tidak akan pernah memaafkan orang yang sudah benar benar melukai hati nya, ia akan sangat membenci orang itu.
"Arrggghhh"
Shela berteriak frustasi memikirkan hal itu, namun kini ia sadar ia harus mencari tahu kebenarannya, ia tak ingin rumah tangga nya kembali hancur karena orang ke tiga.
"Kamu benar Gar, aku harus melakukan sesuatu"
Gara pun tersenyum melihat Bos nya kembali seperti dulu, ia tentu hanya ingin yang terbaik bagi Bos nya itu, Gara sangat menghormati dan menyayangi Shela, maka dari itu ia tidak ingin ada hal buruk terjadi pada Shela.
Di rumah mewah Luki, Marta sedang duduk sambil membaca majalah fashion kesukaannya, ia mendengar suara mesin mobil berhenti didepan.
"Hah itu pasti anak sialan itu, aku harus pura pura khawatir dengan keadaan rumah tangga mereka"
Luki pun masuk ke rumah dan langsung berdiri di hadapan Marta dengan sangat angkuh dan marah, "sayang bagaima..." pertanyaan nya terpotong oleh pertanyaan Luki.
"Ma, sebenarnya apa yang mama rencanakan?" Luki langsung bertanya tanpa melihat Marta yang seakan ingin bertanya kepadanya.
"Ma..maksud kamu apa nak?"
"Jangan panggil aku anak lagi mah, karena kamu bukan ibuku, bukan ibu kandungku"
__ADS_1
Jlebb
to be continued