The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Bakso Mercon


__ADS_3

"Duduk" titah Shela yang terlihat marah?


Shela pun memperlihatkan Video yang tadi ia minta pada petugas ruang CCTV untuk di kirim ke Hp nya.


"Ini kamu kan?" Tanya Shela dengan wajah datar nya


"I...iya itu saya" ucap pelayan itu dengan terbata bata.


"Siapa yang memberi sebuah amplop uang itu kepada kamu,? tanya Shela lagi dengan sedikit nada tinggi.


" Maaf bu saya tidak tau" orang itu pun enggan memberi tahu siapa orang di balik teror nya itu.


Shela mengeluarkan sesuatu dari tas nya dan menyembunyikan nya di bawah meja lalu menyuruh pelayan itu melihat nya ke bawah meja, sontak mata pelayan itu membola melihat apa yang di pegang oleh Shela.


"Maaf bu saya cuma di suruh saja oleh orang itu, menulis kata kata dalam kartu ucapan tersebut, awalnya saya juga menolak tapi karena orang itu memberikan saya uang dan kebetulan saya sedang membutuhkan nya saya terima." ucap nya dengan penuh ketakutan.


Shela lalu menodongkan pistol di bawah meja dan mengarahkan ke aset berharga milik orang itu, " saya tanya sekali lagi siapa orang itu??"


"Ampun bu sa..ya.. gak tau" Pelayan itu benar benar bungkam


"Kamu terlihat sangat kenal dengan nya, apalagi tadi saya lihat kamu sempat memeluk nya seperti sudah lama tidak bertemu, Jadi katakan pada saya siapa orang tersebut atau anu mu saya tembak sekarang juga" Nada bicara Shela kini semakin tinggi membuat orang itu bergidik ngeri dan langsung memberitahukan siapa orang tersebut.


"Namanya Fiki bu, dia sebenarnya teman lama saya,"


"Baiklah kasih alamat orang itu sekarang juga"


Pelayan itu pun menuliskan sebuah alamat pada secarik kertas dan memberikan nya pada Shela, "Ingat jangan beritahu dia kalau saya mencari nya" Ucap Shela dan langsung meninggalkan toko bunga itu.


Shela kemudian menghubungi Gara untuk membantu menemukan orang itu.


"Halo bos apa kabar?" tanya Gara saat mengangkat telpon dari Shela


"Baik gar, bisa bantu saya untuk menemukan seseorang?"

__ADS_1


"Siap bos dengan senang hati" ucap Gara


"Baik, saya akan mengirim foto orang itu dan juga alamatnya, setelah berhasil menemukan nya kamu bawa ke markas tapi ingat harus dengan keadaan masih hidup"


Shela kemudian menutup telpon nya dan ia kembali menuju mobilnya, namun ia tidak pulang ke rumah melainkan menuju kantor Luki.


Tiga puluh menit perjalanan menuju kantor suaminya, saat sudah sampai kemudian ia masuk ke dalam kantor dan ia menengok ke arah kantin ada tulisan bakso mercon namun sejurus kemudian ia langsung menuju ruangan suaminya, semua karyawan tampak membungkuk memberi hormat saat berpapasan dengan Shela karena mereka pun sudah tau siapa Shela.


"Hai Anya bapak ada?" tanya Shela pada sekertarisnya.


"Ehh ibu, ada bu di dalam silahkan masuk" Ucap Anya dengan sopan.


Shela pun masuk tanpa mengetuk pintu dulu, di lihat nya Luki yang sibuk memeriksa berkas berkas di hadapannya tanpa sadar Shela sudah berdiri di samping nya.


"Sibuk banget ya sayang" tanya Shela pada suaminya yang sejurus kemudian di balas senyuman manis suaminya yang mampu membuat Shela tergila gila pada nya.


"Jangan pernah senyum seperti ini di depan orang lain, apalagi seorang wanita" ucap Shela penuh penekanan.


"Lepasa mas engap tau" Shela mencoba melepaskan pelukan suaminya karena terlalu erat membuat dirinya kesusahan nafas.


"iya iya maaf, aku terlalu senang kamu datang kesini"


Shela pun mengajak suaminya untuk makan siang bersama di kantin kantor nya, karena ia ingin suasana baru hari ini.


"Mas makan siang di kantin kantor kamu yuk?"


"Kenapa disana, kita ke cafe depan aja"


"Enggak ah aku ingin nyobain makan di sana, aku lihat ada yang jual bakso mercon"


"Itu pasti pedes banget yang, kasian dede di sini" ucap Luki sbil mengelus perut Shela yang masih rata.


"Ini justru yang mau dia sayang" Shela pun merengek tak mau kalah, akhir nya Luki tidak bisa mencegah kemauan istrinya, dan mulai turun ke arah kantin, ternyata di sana sudah banyak yang ngantri.

__ADS_1


"Bakso bya pasti enak yang, yang ngantri banyak"


"Makan di ruanganku aja ya, nanti suruh Anya beliin bakso nya soalanya aku gak mau ngantri lama"


"Gak mau, pengen di sini aja. Ini kan kantor punya kamu mas, bisa kan kamu minta duluan."


"Hmmm baiklah tunggu di sana"


Lukipun menunjuk meja kosong di sudut kantin, semua karyawan yang melihat Luki masuk kantin pun merasa aneh, tak biasa seorang Luki menginjakan kaki nya di kantin kantor, mereka pun banyak yang berbisik mengenai atasanya itu.


Namun Luki tidak memperdulikanya, ia pun menghampiri tukang baso tersebut untuk memesan dua porsi bakso.


"Perhatian semuanya, karena hari ini saya sedang bahagia ada istri saya datang maka saya akan menggratiskan semua orang yang makan di sini, dan untuk para penjual nanti hitung saja semua total nya"


"Yeeeyyyy , maksih bos" serempak karyawan nya terlihat senang karena bos nya sendiri yang mentraktir mereka.


Dua porsi bakso mercon siap di meja, Shela pun terlihat berbinar menatap bakso tersebut, "Uhhh enak nih kayanya" ucap Shela yang mencium bau dari bakso tersebut.


Saat Shela mengambil mangkuk tersebut tak sengaja ia menjatuhkan tas nya yang lupa di tutup setelah mengambil ponsel barusan,


Brukk


Tas nya jatuh dan semua isinya berceceran termasuk sebuah pistol yang tadi sempat Shela gunakan untuk mengancam pelayan toko tadi.


"Shela..."


Deg.....


To be continued


Cukup dua bab dulu ya, mampir karyaku yang lain juga ya....


makasih.. peluk dan cium jauh buat semua nya...

__ADS_1


__ADS_2