
Para karyawan kembali menutup telinga mereka, dengan harapan suara itu akan segera berakhir dan jam kantor akan segera selesai, agar mereka bisa pulang dan mencari pasangan nya masing masing.
"Sial kenapa terdengar lagi sih"
"Gila kuat banget tuh bu bos maen nya"
"Pasti cowok nya perkasa banget"
"udah deh ah jangan ngomongin itu terus, punya gue udah gak tahan pengen di masukin tau gak"
Gelak tawa para karyawan pun terdengar riuh di telinga Luki dan Shela namun mereka tak memperdulikan nya, mereka sudah tanggung dan sebentar lagi akan menunu puncak nya sama sama.
Erangan dan ******* panjang kini terdengar menandakan penggarapan lahan tani sudah selesai, Luki sudah menyemburkan benihnya dengan sangan banyak, berharap akan ada satu kecebong yang masuk dan hidup di dalam sana.
Luki mencium pucuk kepala Shela yang sudah kelelahan di gempur habis habisan oleh Luki, Luki langsung ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang sudah bermandi peluh.
Kemudian Shela menyusul nya dan entah kenapa di kamar mandi malah terjadi lagi adegan bercocok tanam, namun tak lama seperti yang tadi hanya satu ronde saja dan Luki pun menyemburkan benihnya kembali.
Setelah mereka selesai dan rapi kembali mereka akhirnya keluar dari ruangan itu, dan Luki duduk di sofa menunggu istrinya beres beres sebelum mereka pulang.
Shela memanggil sekertarisnya ke ruangan nya, tak lama sang sekertarispun datang.
"Iya bu ada yang bisa saya bantu?" ucap nya sambil mencuri curi pandang pada Luki yang sedang duduk sambil bermain handphone
"Saya akan pulang sekarang ya, tolong bantu bereskan semua berkas ini dan cek ulang sebelum kamu menyerahkan nya ke klien kita"
"Siap laksanankan bu"
Shela melihat Mita mencuri curi pandang kepada suaminya, dan Shela tau kalau Mitha sedang penasaran kepada Luki.
"Oia itu suami saya, baru sebula kita menikah, jadi kalau dia kemari lagi suruh langsung masuk saja"
Mita melongo mendengar penjelasan Shela kalau laki laki muda tampan itu suaminya, namun tak heran sih shela juga cantik dan terlihat masih muda walau umurnya sudah kepala tiga.
Mita mengangguk dan kembali ke meja nya, Shela dan Luki keluar sambil bergandeng tangan memperlihatkan kemesraan mereka, Shela sengaja agar tak ada yang menaruh harapan pada laki laki itu.
"Sayang dari tadi aku lihat semua karyawanmu perempuan tak ada satupun laki laki"
__ADS_1
"Aku sengaja Mas, di kantor aku pekerjakan perempuan semua sedangkan yang laki laki aku kirim ke gudang dan pabrik"
Luki hanya manggut manggut paham, mereka meninggalkan kantor Shela dan menuju Mall.
Di dalam perjalanan Luki menceritakan kejadian tadi siang di kantornya yang kedatangan ayah dari Nella.
Namun sikap Shela begitu tenang tanpa ada raut kekhawatiran sedikitpun.
"Gak usah di pikirin sayang, gak akan ada yang tau, semua bukti sudah lenyap dan tak ada saksi hidup sekalipun"
"Tapiii....." Suara luki terpotong karena Shela sudah membungkam bibir suaminya dengan bibirnya, hingga mobil pun menepi sebentar di jalanan agar bisa memperdalam ciuman mereka.
Setelah di rasa cukup Luki pun kembali melajukan mobilnya dan Luki tak bertanya apapun lagi pada istrinya, ia sudah paham kalau Shela sudah tak ingin lagi membahasnya.
Mereka sudah sampai di Mall dab mereka masuk kedalam sambil bergandengan, banyak oasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan memuji.
"Kamu mau kemaba dulu?" tanya Luki
"Ke toko baju itu ya"
Shela langsung memilih kemeja untuk suaminya, ia memilihkan kemeja berwarna putih dengan jas berwarna Navi sanga. kontras dengan warna kulit Luki.
"Coba pake ini dulu Mas"
"Malesa ah, nanti di rumah aja"
"Isss takut nya gak muat atay kegedean"
"kalau gak muat buang aja beli lagi, kok repot banget sih."
Shela mendelik kesal saat suaminya yang sultan itu selalu menggap enteng setiap memilih pakaian.
Kemudian Shela menuju ke jejeran dasi di sana, mata nya berbinar saat melihat dasi yang sangat cocok untuk setelan jas tadi, ia pun bergegas mengambilnya, namun saat ia sudah memegang dasi itu tiba tiba ada seorang wanita yang menyerobot dan langsung mengambil dasi itu dari tangan Shela.
"Maaf mbak itu dasi punya saya"
"Situ belum membayar nya kan jadi belum ada pemiliknya" sahut wanita menor di hadapannya.
__ADS_1
Mereka berdua adu mulut hingga seorang pramuniaga di sana langsung melerai nya.
"Mbak saya bungkus yang ini" ucap Shela
"Jangan mbak ini punya saya" ucap si menor
"Harga nya berapa? tanya Shela
" tiga juta lima ratus mbak" jawab si penjual
" ya udah 4 juta saya beli" ucap Shela
"5 juta aja mbak, bungkus buat saya" sela si menor
"6 juta"
"7 juta"
"8 juta"
"10 juta"
"15 juta" ucap si menor
Shela sudah tak mau menawar lagi, kemudian ia diam dan memilih dasi yang lainnya.
"Kamu kalah kan, jangan so mau beli barang mahal kalau gak mampu" ujar wanita itu
"Aku hanya sengaja menawar lebih tinggi agar kamu terpancing, dan membeli dasi mahal itu padahal masih bisa beli dengan harga awal karena masih banyak di sana" ucap Shela sambil menunjuk dasi yang sama percis di sebelah sana.
Wanita itu merengut kesal, ia dengan mudahnya di permainkan oleh Shela, hingga Luki yang tadi pamit ke toilet pun kembali dan mendekati istrinya.
"Udah beres? tanya Luki
" Luki..... kamu di sini?" panggil seorang wanita di sana
..."Hayoooo siapa ya wanita itu? ada yang tau??...
__ADS_1