
Marta yang sudah sangat kecapean dan juga sudah banyak belanja akhirnya memutuskan untuk membawa nya ke kasir.
"Mbak tolong hitung semua ya!" titah Marta pada kasir wanita itu.
"Baik Bu silahkan tunggu"
Setalah kasir itu menghitung dan membungkus semua belanjaan Marta, ia pun memberitahu harga yang harus di bayar oleh Marta " Silahkan Bu total semua nya empat puluh delapan juta rupiah,"
"Oh iya sebentar ya mbak, anak saya masih belanja, nanti di satukan saja"
"Iya Bu baik" ucap ramah kasir tersebut.
Sudah hampir satu jam Marta menunggu Nindi di kasir namun masih belum nampak batang hidung nya sedikitpun " Aduh lama banget sih itu anak, belanja apa lagi dia" Marta yang sudah sangat kesal menunggu akhirnya mulai mencari Nindi, namun tak menemukan nya di manapun akhirnya Marta kembali ke kasir.
"Mbak anak saya belum beres belanja nya, bisa saya ambil dulu belanjaan saya, nanti anak saya pasti ke sini sebentar lagi."
"Maaf Bu gak bisa, harus di bayar dulu baru bisa di ambil"
Marta pun menghela nafas nya dan membuka dompet nya mengeluarkan kartu kredit nya dan berharap masih ada sisa untuk membayar belanjaan nya itu, Marta memberikan kartu nya kepada kasir.
Namun tak lama kasir itu memberikan kembali kartu nya dan meminta kartu yang lain, "Maaf Bu, ini tidak bisa apa ada yang lain?"
"Aduh Mbak gak ada lagi"
Banyak orang menunggu antrean di kasir membuat kasak kusuk tak sedap di sana.
__ADS_1
" Ishh kalau gak punya uang jangan belanja di sini lah"
"Gaya sosialita, tak tau nya keren juga"
"Dasar orang miskin, udah gak punya uang masih saja belanja"
Marta yang kesal akhirnya mengumpat kepada para pengunjung yang menggunjing nya " Heii kalian bisa diam tidak hah?, Saya mampu kok belanja disini hanya anak saya saja yang belum kemari"
"Hei Bu sudah gak jaman nipu berkedok anak, situ kalau gak mampu bayar pulang sana hahaha" salah satu pengunjung menghina Marta membuat Marta geram dan langsung menjambak orang itu dan akhirnya keributan pun terjadi.
Datang dua security yang memisahkan kedua orang yang sedang saling Jambak itu, " Pak usir saja ibu ini, ia belanja tapi gak mau bayar" ucap Kasir tadi.
Kedua security itu pun langsung membawa Marta keluar dari Mall tersebut, namun Marta yang angkuh tetap saja tak terima dan meronta meminta di lepaskan.
"Lepaskan saya, saya mampu kok belanja di sini, lihat saja kalau anak saya datang saya akan buat kalian di pecat dari sini"
"Bugh"
"Auuhh sakit pantatku, awas kalian ya saya tidak terima diperlakukan seperti ini"
Akhirnya Marta pulang dengan naik taxi dan terus saja mengumpat di dalam taxi, mengeluarkan semua kekesalannya di perlakukan tidak terhormat seperti itu, terlebih kepada Nindi yang sudah tega meninggalkan nya di Mall.
"Lihat saja setelah aku berhasil merebut seluruh harta anak sialan itu, akan aku beli seluruh isi dari Mall itu, dan kau juga Nindi lihat saja pembalasan ku Berni berani nya kau membuat aku malu, aku tak akan pernah merestui hubungan kamu dengan Luki"
Marta benar benar sudah sangat marah dan kesal dan ia pun kini memendam kemarahannya sendiri dalam taxi.
__ADS_1
Sopir taxi yang sedari tadi mendengar ocehan Mak lampir itu hanya bisa geleng-geleng kepala saja, ia bahkan tak mau menyapa wanita di belakang nya itu, hanya bisa mendengar semua yang di katakan Marta dalam diam.
Sementara Nindi kini berada di sebuah ruangan gelap gulita, tanpa cahaya sedikitpun, dengan kaki dan tangan yang terikat di kursi, dia pun dalam keadaan tak sadarkan diri.
"Byuurrrr"
sebuah siraman mendarat di wajah Nindi yang terlihat kuyu, " Eunggg, apa yang kau lakukan?" Suara lenguhan dan pertanyaan langsung terdengar sesaat setelah Luki menyiramkan air ke wajah nya Nindi.
"Bangun kau!!"
Suara tegas Luki menggema di seluruh sudut ruangan itu, membuat Nindi terlonjak kaget karena ia mengenal suara laki laki di hadapannya itu.
"Luki sayang"
"Cihh jangan pernah menyebutku dengan kata sayang lagi"
"Kenapa? dulu kamu sangat suka aku panggil sayang bi"
"Diam kau, aku gak Sudi lagi mendengar kata kata itu dari mulut kotormu"
Luki langsung mencengkram dagu Nindi dengan kasar membuat wanita itu terpekik kesakitan, "Auuwwhh lepaskan ku Bi"
"Ingat Nindi aku kini bukanlah Luki yang kamu kenal dulu, hati dan cintaku sudah tak ada lagi untukmu, maka dari itu dari pada kamu mengganggu hidupku dan Shela lagi lebih baik kamu mati sekarang"
"Dooorrr"
__ADS_1
"Awwwhhhh"
to be continued