
Suasana di rumah Luki sedikit berbeda, setelah kedatangan Martha Luki sedikit murung, pasalnya aneh sekali kalau Martha cepat berdamai dengan nya.
Shela yang menyadari kalau suaminya berubah mendekati nya dan mencoba bertanya "Mas kamu kenapa??" Tanya Shela dengan sedikit menyenderkan kepalanya ke dada bidang suaminya dan tangan nya meraba raba dadanya.
"Gak apa apa yang, kamu godain aku ya"
"Issshh siapa yang godain sih aku kan cuma tanya doang"
"Sini duduk yang bener, aku mau cerita"
...Flasback On...
Saat itu Luki baru saja sampai di rumahnya setelah melihat penghianatan sang kekasih ia mendengar keributan di dalam rumah nya buru buru Luki masuk dan melihat kedua orang tua nya sedang bertengkar ke angkuhan Marta membuat Ferdian ayah nya Luki mendadak mendapat serangan jantung yang mengakibatkan ayah nya kolep dan harus di bawa ke rumah sakit.
"Pahhh... papahh bangun pah,," Luki memanggil Ferdian dan mencoba membangunkan nya.
"Sudahlah Luki papah mu terlalu lebay, baru ribut kaya gini saja sudah pingsan". ucap Martha
" Mahh.. mamah kenapa sih ribut sama papah sampe buat papah kaya gini" tanya Luki yang sedang panik dan seketika Luki membopong tubuh papa nya masuk ke mobil dan di bawa ke rumah sakit.
Setelah sampai di rumah sakit papah nya Luki mendapat penanganan dari para dokter yang berjaga namun tak di sangka papah Luki malah kritis dan sadar sebentar, memanggil nama Luki.
Dokter yang sedang menangani nya lalu memanggil Luki agar bisa masuk ke ruangan papa nya.
"Luki sayang ma..maafin papah ya, papah sudah gak kuat,"
"Papa ngomong apaan sih, papah pasti sembuh kok"
"Tidak sayang, papah sudah sampai, jaga dirimu baik baik, tolong sadarkan mamah mu agar tidak main dengan laki laki yang bukan muhrim nya,"
"Maksud papa apa?"
__ADS_1
Ferdian pun menceritakan tentang mamahnya yang berselingkuh dengan beberapa laki laki di belakang nya, dan keributan tadi membuat papah nya mendapat serangan jantung, hingga akhirnya kini Ferdian menghembuskan nafas terakhir nya di pelukan Luki.
"Pahh.. papahh bangun pah... papaahhhhhhhh" Luki menjerit dengan memeluk papah nya, Luki menangis meraung kehilangan orang yang ia sayang.
Setelah papah nya dinyatakan meninggal Luki menghubungi Marta dan memberitahukan kabar duka ini, namun Marta seperti tidak peduli ia hanya menyuruh Luki mengurus semua nya.
Setelah semua beres Ferdian sudah di kebumikan dan Luki kembali ke rumah duka, Luki melihat sang ibu sedang bermesraan dengan laki laki yang lebih muda dari mamah nya mungkin seumuran dengan nya membuat Luki marah dan membanting semua yang ada di hadapannya.
Marta yang kesal dengan kelakuan anak nya mengusir Luki dari rumah dengan melempar semua barang barang Luki keluar,.
"Kenapa mama usir aku mah?" tanya Luki
"Gak usah banyak tanya, anak gak berguna seperti kamu bukan di sini tempat nya, kalau kamu ingin tetap di sini jangan larang apapun yang saya lakukan"
Luki mendengar Marta bicara seperti itu dengan berat hati melangkah pergi dari rumah nya, dengan perasaan sakit hati yang mendalam.
"Tunggu sebentar"
"Kalau kamu pergi jangan pernah membawa apapun dari rumah ini, sekalipun itu koper itu"
Dengan kesal Luki melempar semua yang ia punya, hanya dompet dan baju yang melekat di tubuh nya saja, ia pun pergi dengan hati dongkol.
"Tuhan kenapa Engkau beri cobaan yang begitu berat seperti ini, di khianati Nindi dan di usir Mama"
Untung nya Luki masih mempunyai apartemen yang ia beli dari hasil keringat nya sendiri dan di mulai saat itu ia mengbangkan usahan nya sendiri dengan susah payah, sampai bisa di titik sekarang ini.
...Fashback **Of**...
Shela menangis mendengar cerita sedih Luki, membuat Luki bingung karena bumil itu susah untuk di bujuk.
"Sayang kenapa nangis, ada yang salah sama aku?"
__ADS_1
"Aku se.. dih mas denger ce.. ri.. ta kamu" Shela bicara dengan terbata dan sesegukan.
"Uhh kesayangan nya aku, maaf ya buat kamu sedih"
Luki memeluk erat istrinya, dan menyalurkan semua kasih sayang nya di cium nya pucuk kepala istrinya itu.
"Mas jangan tinggalin aku ya, apapun yang terjadi kedepannya, karena perasaan ku akan ada badai yang terjadi di dalam rumah tangga kita kedepannya" Ucap Shela yang memohon pada suaminya itu
"Apapun yang terjadi aku gak akan pernah ninggalin kamu, im promise, dan satu lagi sayang jangan pernah percaya pada Mamah aku, selalu waspada padanya"
"Maksud kamu apa mas?"
"Aku belum sepenuhnya percaya sama Mamah, aku akan terus memantau nya"
"Tenang aja Mas, aku bisa jaga diri kok"
Luki pun kembali mendekap erat tubub wanita di hadapanny, bahkan kini ia malah mencoba mencium tengkuk nya membuat Shela meremang, dan akhir nya olah raga ranjangpun kembali terjadi.
Di kantor Ardi begitu sibuk dengan kerjaan nya, membuat ia lupa untuk makan siang namun saat di fokus ponsel nya berdering dan ternyata Zifa menelpon nya.
"Hai Zi ada apa?"
"Makan siang bareng yuk, kantor kita kan deket"
"Emang ini udah waktunya makan siang ya?"
"Ya elah sibuk banget aih bang sampe gak sadar jam berapa ini, ya udah aku tunggu di cafe Z ya sekarang,"
Zifa pun memutua sambungan telpon nya, Ardi yang senang malah senyum senyum sendiri membuat beberapa karyawan lain yang melihat nya berasa aneh, pasalnya Ardi adalah laki laki yang dingin sangat jarang tersenyum sama seperti Luki Bos nya, di kantor sangat dingin dan angkuh tapi saat bersama Shela bisa menjasi laki laki termanja di dunia.
To be Continued
__ADS_1