
Mas Rendra tetap dengan pendiriannya tak mau pergi dari hadapanku,,dia terus saja meminta maaf dan berbicara seperti ingin menjelaskan sesuatu.
"sayang aku mohon beri kesempatan aku untuk menjelaskan semua nya"
"mau jelasin apa mas?? mau jelasin kalau kalian juga pernah menggunakan kamar ini untuk bercinta,iya??"
Mas Luki membelalakan matanya,,ia kaget karena aku telah mengetahui kelakuannya sebelum nya,
"maksud kamu?"
"sudah mas aku sudah tau perselingkuhan mu selama ini,aku berusaha diam karena aku juga melakukan hal yang sama,tapi aku tak pernah menolak atau melakukan kewajiban ku sebagai seorang istri"
"apa kamu juga selingkuh di belakangku"
"ya aku juga sama melakukan nya,ini semua juga gara-gara kamu mas,kamu yang selama ini mengabaikanku,kamu yang cuek,kamu yang sering menggantungku di saat kita bersenggama,,apa itu bisa aku terima mas? kamu bahkan tau aku adalah wanita dengan hormon *** yang tinggi,"
plakkkk
Aku di tampar nya dengan keras,bahkan menyisakan tanda merah di pipiku.
"kamu berani main tangan mas,kenapa?? karena wanita ****** itu?? apa yang kurang dariku mas??
plakkk
Dia menamparku lagi,,bahkan kali ini aku jatuh tersungkur karena saking kerasnya tamparan itu.
__ADS_1
" Diam,,kamu juga sama ****** nya,,kamu juga sama berselingkuh dengan orang lain"
"ya sudah mas kalau kamu sudah tak menginginkan kita bersama,ceraikan saja aku sekarang juga,nikahi saja sekertarismu itu"
Mas Rendra terdiam karena perkataanku barusan,ia duduk di sofa di hadapanku,,ia seakan berpikir,ia menoleh padaku dan berbicara dengan mata berkaca
"aku tak bisa meninggalkan nya shel"
Deg
Ia benar lebih memilih sekertarisnya dari pada aku istrinya,,bahkan ia tak bisa meninggalkannya
"sudah ku duga,ya sudah kita ke pengadilan besok"
"tolong jangan pernah meninggalkan ku shel"
aku mendorong tubuh nya pelan,ku tatap mata nya dan ia pun menatapku
"kenapa aku tak boleh meninggalkanmu mas? sementara kamu juga gak bisa meninggalkannya"
"Dia hamil anakku shel"
Deg
Hatiku benar-benar hancur,duniaku seakan berakhir saja,,air mataku mulai jatuh lagi,akupun menangis sejadi-jadinya,entah apa yang harus aku lakukan sekarang...
__ADS_1
mungkin aku akan egois bila harus meminta Mas Rendra meninggalkan Mira,namun di sisi lain aku tak ingin ada wanita lain di hidupnya Mas Rendra.
Entah lah apa yang akan aku lakukan nanti yang jelas pikiranku saat ini bebar-benar kacau dan kalut,tak bisa berpikir jernih.
Mas Rendra kembali memelukku,,ia tau perasaanku saat ini seperti apa,akan ku pasrahkan semua nya pada sang pencipta saja.
"Mas tolong pergi sekarang dari hadapanku,,aku ingin sendiri dulu"
Mas Rendra perlahan melepaskan pelukannya,,ia berangsur turun dan menjauh dariku
"baiklah tenangkan dirimu,sesudah tenang nanti kita akan bicarakan ini lagi,dan tolong jangan pernah berpikir untuk meninggalkan ku,kasihan Key shel"
Aku hanya mengangguk,,dan ia pun mulai pergi dari kamarku,ia menutup pintu nya da aku kembali meringkuk di balik selimut dengan tangisan.
Aku yang seakan kehilangan arah entah harus meminta perlindungan dari siapa,aku mengurungkan niatku untuk menghubungi Luki karena pasti dia akan memintaku untuk bercerai dengan Mas Rendra.
Aku kepikiran untuk menghubungi Monic namun ini sudah larut,aku tak mau mengganggu nya istirahat,akhirnya aku pendam sendiri luka yang sedang aku nikmati ini.
Mataku sembab dan rasa pusing yang hebat ku rasakan saat ini,,aku mencoba bangkit untuk mengambil obat namun sulit rasanya,dan akhir nya aku tertidur sendiri.
...***Maaf updetnya sedikit,kurang konsen soalnya lagi sakit gigi :(...
...tapi makasih yang udah mampir disini***.....
...:* :* :*...
__ADS_1