
" Luki..... kamu di sini?" panggil seorang wanita di sana
Luki mengernyit bingung, lalu melirik wanita itu dan melihat dari atas sampai ke bawah.
"Maaf siapa ya??" tanya Luki
"waaawww kamu pura pura lupa sama aku??"
"Maaf saya permisi" ucap Luki sambil menggandeng tangan Shela dan mengajak nya keluar.
Mood Luki sudah benar benar hancur saat bertemu dengan wanita tadi, wajah nya muram dan di tekuk Shela yang bingung lalu bertanya perihal wanita tadi.
"Mass wanita tadi siapa?"
"Jangan tanyakan dia sekarang, lebih baik kita pergi dari sini" Luki benar benar sudah tak mau lagi berada di Mall itu, dan akhirnya mereka pulang.
Shela yang mengerti dengan suasana hati suaminya ia tak mau banyak bertanya, mungkin setelah mood nya kembali baik Luki akan menceritakan siapa wanita itu.
Seperti badai angin yang mampu memporak porandakan seisi bumi, itulah gambaran hati seorang Luki saat melihat wanita tadi.
Hati nya kembali merasakan sakit yang teramat dalam, dimana ketika dia mencintai seseorang dalam hidupnya namun dengan kejam nya seseorang itu meninggalkan banyak luka yang menggores di hatinya.
Shela yang melihat suaminya seperti menahan sesuatu kini ikut duduk di sofa kamarnya mendekati Luki, "Mass" panggil Shela pelan.
"hemmm" Luki hanya menjawab dengan deheman saja
"Mau cerita sekarang? siapa tau bisa mengurangi beban kamu"
__ADS_1
Luki menatap Lekat kedua netra istrinya, Luki langsung memeluk wanita itu dengan erat.
"Maaf sayang tidak sekarang, saat ini aku hanya ingin menikmati hidupku bersamamu"
Shela yang mengerti tidak mau egois, ia akan menunggu suami nya siap untuk bercerita,, "Oke sayang, jangan sedih ah aku gak suka liat wajah kamu jelek gitu".
" Apa wajahku jelek kalau sedang sedih?"
Shela hanya tersenyum dan mengangguk, lalu memutar badan nya berada di hadapan Luki, di belainya pipi suaminya dengan lembut, "Aku suka kamu yang garang di ranjang, daripada kamu yang melow memikirkan orang lain".
Kemudian Shela mengecup bibir suaminya sekilas, dan meremas tongkat ajaib nya dengan keras dan langsung berlari ke luar dengan cengengesan.
" Istri Nakal, awas kau nanti tak ada ampun lagi" ucap Luki sambil tersenyum, Luki sadar kehadiran istrinya kini bisa mengobati sakit hati di masa lalu nya.
Shela selalu bisa menempatkan sikapnya di situasi situasi tertentu, kadang ia dewasa, kadang manja, kadang seperti anak anak, namun itu semua Luki anggap kelebihan istrinya.
Mama Hana kini sedang riweuh menyiapkan acara lamaran untuk anaknya, ia sangat bahagia karena Rendra akan menghadirkan kembali seorang menantu di keluarga nya, Mama Hana kini teringat Shela menantu yang amat di sayanginya, namun sayang nya jodoh dengan anaknya hanya beberapa tahun saja.
Malam ini keluarga Rendra akan meminang Amara, gadis malang yang harus menikah karena suatu insiden, mereka akan berangkat siang ini ke Garut agar mereka bisa tepat waktu sampai di tempat acara.
Rendra yang sudah bersiap dengan kemeja berwarna navy dan juga kedua orang tuanya memakai pakainan dengan warna senada dengan Rendra.
Merka akhirnya pergi menuju tempat Amara dengan hati yang bahagia, Rendra yang berkeringat di sepanjang jalan menunjukan kegugupannya, bahkan mama Hana menyadari nya.
"Sayang kenapa kamu gugup begitu"
"Gak kok, siapa yang gugup"
__ADS_1
"Hei jangan bohong kamu, lihat dahi mu penuh keringat seperti itu, ini bukan pertama kalinya kamu melamar wanita Rendra"
Namun Rendra hanya nyengir saja tak mau menjawab pertanyaan ibu nya itu, memang benar Rendra sedang gugup saat ini.
Perjalanan panjang itu akhirnya terhenti, setelah mobil mereka sampai di sebuah rumah sederhana, Mereka turun dari mobil dan langsung di persilahkan masuk oleh tuan rumah nya.
Acara lamaran sederhana ini membuat dua keluarga sepakat untuk menikahkan putra putri mereka hanya satu minggu lagi, di majukan dari jadwal yang telah Rendra buat.
Akhirnya selesai juga acara tersebut, dua keluarga itu kemudian berpisah karena mama dan papa Rendra harus kembali pulang ke rumahnya.
Rendra menarik Amara untuk mengikutinya ke dapur, ia ingin berbicara berdua saja.
"Ra kamu Siap menikah denganku?"
"iya Mas aku siap, tapi aku sedikit takut mas"
"Kenapa?
Amara menggeleng entah apa yang dia takutkan, namun Rendra menggenggam erat tangan nya meyakinkan nya, agar bisa menerima Rendra.
" jangan takut, aku akan memperlakukanmu seperti ratu"
Kemudian Rendra memeluk Amara dengan erat, dan mencium bibir Amara dengan lembut.
Mereka akhirnya memperdalam ciuman mereka, saling menyalurkan hasrat mereka masing masing, menjelajah setiap inci bibir mereka, tak lupa sesapan dan belitan lembut di lidah mereka membuat mereka tenggelam semakin dalam.
Prannnnkkkk
__ADS_1