The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Akhirnya ku menemukanmu


__ADS_3

Ada 30 daster yang Luki belikan untuk istrinya, baju baju rumahan itu membuat Shela menatap aneh suaminya.


"kenapa ngelamun? udah bayangin ya" goda Luki


"ihh apaan sih, kamu tuh yang pikiran nya mesum terus"


"maksudnya apa beliin aku daster gini?"


"aku suka liat kamu pake daster kalau di rumah,biar gak susah" celetuk nya


"itu buat 1 bulan, nanti bulan selanjutnya kita beli lagi"


Shela memutar mata nya jengah, ia tak habis pikir dengan suaminya yang membelikan 30 daster sekaligus hanya untuk sekali pakai, setelah di pakai harus di buang, ah entahlah hanya sultan yang bisa melakukan semua itu.


"Udahh mandi dulu gih, perawatan sana untuk menyambut malam panas kita,atau mau aku mandiin?" bisik Luki di telinga Shela yang membuat Shela semakin merinding dan wajah nya merah merona karena suami nya sekarang berbeda dengan suaminya yang dulu.


Shela kemudian berjalan ke arah kamar mandi, dan menutup pintu nya sembari bersandar di pintu kamar mandi tersebut.


"kenapa gue jadi deg degan kaya gini ya, kaya anak perawan yang baru pertama kali di ajak gituan hehehe" gerutu shela sambil nyengir sendiri di balik pintu kamar mandi.


Shela merilekan diri dengan berendam di bathup, dengan mata terpejam karena aroma therapy yang ia masukan ke dalam air begitu menenangkan jiwa nya.


terpejam dengan perlahan membuat nya ketiduran, berbeda dengan sang suami yang kini sedang mempersiapkan sesuatu di taman, entahlah apa yang Luki lakukan yang pasti nanti para emak emak online pun akan tahu hihihihi...


Sementara di terminal seorang Rendra sedang kebingungan mencari seseorang yang tak lain adalah Amara, mencari ke sana kemari sosok perempuan yang hari ini mampu mengobrak abrik perasaan nya.


"Dimana kamu Amara, jangan dulu pergi" batin sang duren


Mata nya melirik ke arah sebuah Bus jurusan Jakarta-Garut yang akan berangkat ia melihat ke sekitar jendela nampak sosok wanita cantik itu sedang melamun melihat ke arah luar jendela dengan tatapan kosong.


Rendra berlari mengejar bus tersebut, hingga bus memasuki jalan raya pun ia masih mengejar nya, sang supir bus yang melihat ada seseorang tengah berlari mengejar bus nya akhirnya mengerem secara mendadak bus nya membuat para penumpang kaget dan banyak pula yang mengomel.


"pak ada apa?"


"pak hati hati dong, kepala saya ke pentok nih"


"bisa nyetir gak sih"


Itu hanya cuit tan segelintir orang yang berada di dalam bus itu, namun pak Supir tak menggubrisnya, hingga pintu bus terbuka menampilkan sosok pria tampan yang ter engah engah.

__ADS_1


"Aduuh ganteng pisan itu lalaki"


"Jodoh anak saya itu teh?"


" Gila keren banget itu cowok"


Rendra tidak peduli apa yang di bicarakan oleh para penumpang itu, yang pasti ia hanya ingin mendapatkan apa yang ia cari dari tadi.


"akhirnya ku menemukan mu"


(lagu naff kali bang ah )


Amara yang mendengar suara di telinganya mulai menoleh ke sebelah, ia begitu tetkejut melihat Rendra sudah berada di dekatnya.


"mau apa kamu kesini"


"jemput kamu" jawabnya singkat lalu memegang tangan Amara dan membawa nya turun dari bus


Amara yang sedikit memberontak mengundang perhatian para penumpang bus, Amara merasa sangat terganggu dengan tatapan penumpang itu.


"Maaf istriku merajuk karena gak aku kasih jatah tadi malam" celetuk Rendra


Amira melongo mendengar celetukan Rendra, ia benar benar malu sekali dengan orang orang yang sedari tadi memperhatikan mereka.


Amara hanya tersenyum malu namun hatinya benar benar kesal dengan alibi yang Rendra katakan pada para penumpang tersebut.


Rendra berhenti di dekat supir bus, dan memberikan beberapa lembar uang merah pada sang supir.


"ini pak untuk mengganti ongkos istri saya"


"makasih den,"


Mereka akhirnya turun dari Bus Rendra terus menggenggam tangan Amira dan mengajak nya masuk mobil.


"Diam jangan berontak, kalau gak mau saya cium disini"


"isssh seenak nya" ketus Amira


Rendra melajukan mobil nya membelah jalanan macet ibu kota menuju ke rumah nya, Amara yang sedari tadi diam tanpa kata hanya memanyunkan saja bibir tipis nya, membuat Rendra sedikit kesal, ia melajukan mobil nya dengan ngebut.

__ADS_1


########


Luki yang sudah selesai dengan urusan taman, lalu kembali ke kamar namun saat memasuki kamar tidak mendapati istri nya.


"apa belum selesai mandi? udah satu jam lebih loh" Luki melihat jam di pergelangan tangan nya dan berjalan menuju kamar mandi.


Dibuka nya pintu kamar mandi, terlihat di sana sang istri sedang terpejam, tanpa ada pergerakan sama sekali saat ia masuk.


"Sayang"


Tak ada jawaban sama sekali, " dia tertidur" Luki mendekat dan membangunkan istrinya dengan menepuk pelan pipi istrinya


"sayang bangun, Shela sayang bangun"


Shela menggeliat dan mulai membuka kedua matanya perlahan, "Eummm Mas ada apa?" tanya nya dengan setengah sadar


"cepetan mandinya, nanti bisa masuk angin"


Shela yang sudah sadar penuh langsung terperanjat dan melihat keadaan nya yang masih berada di bathup.


"Astaga aku ketiduran Mas,"


"Ya udah cepetan, aku tunggu di luar"


Tak berselang lama Shela keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe dan handuk di kepalanya, kemudian menuju Walk in closed untuk membungkus tubuh nya dengan baju dan teman teman nya.


Luki menghampiri Shela dan memilihkan sebuah gaun berwarna Tosca, "Kamu pakai ini ya,kita dinner malam ini"


Shela mengangguk dan memberikan kecupan di pipi kiri Luki, Luki hanya tersenyum dan memberikan pipi kanan nya untuk di cium Shela lagi.


"Yang ini belum, nanti sirik"


Cup


Shela kembali mengecup pipi kanan suaminya itu, "udah sana kamu mandi sekarang"


Luki pun meninggalkan Shela dan menuju kamar mandi, Luki menanggalkan seluruh baju nya dan perlahan mengusap si japra yang masih tertidur.


"Nanti malam siap siap untuk buka puasa ya "

__ADS_1


Hayoooo masih nungguin adegan 21+ nya kan, sabar ya next episode deh janji asal goyangin lagi jempol kalian...


makasihh....


__ADS_2