The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Balas Dendam


__ADS_3

Cup


Bibir keduanya saling menyatu, bahkan mata keduanya saling menatap tanpa mau melepaskan, setelah Zifa sadar lalu Zifa mendorong tubuh Ardi menjauh.


"Ardi Ciuman pertama gue itu" guman Zifa yang masih terdengar di telinga Ardi


"Sama Zi"


"Arrggghhh"


keduanya saling berteriak dan menyalahkan satu sama lainnya, "Kamu apa apa sih di, kok malah cium aku, tau gak ini ciuman aku mau kasih sama suami aku aja" ketus Zifa


"Siapa yang jatuh ke pelukan aku coba? ya udah aku mau deh jadi suami kamu, biar di kasih cium terus" goda Ardi


Wajah Zifa memerah, zifa langsung berlari ke kamar dan yang pasti dia sedang menahan malu nya.


"Iihhh apa apaan sih gue, malu banget kan gue ngasih first kiss gue ke dia walaupun gak sengaja" rutuk nya sendiri.


Sementara Ardi di dapur masih senyum senyum sendiri dan meraba bibir nya, "Manis walau gak sengaja hehe, Arrrhgghhh kok pikiran gue mesum gini sih" Ardi pun mengacak ngacak rambut nya sendiri walau ia sadar ada rada bahagia di hati nya.


**********


Sementara di rumah Robby ia sedang duduk termenung di kursi ruangan kerja nya, dengan bercermin ia melihat wajah nya yang babak belur penuh lebam dan luka, jauh lebih parah dari yang luki dapatkan.


"Gue gak terima wajah tampan ini di buat seperti ini, akan gue balas dia lebih dari ini" geram Robby dan melempar cermin yang ia pegang hingga kacanya pecah berserakan..


Kini Robby benar benar berniat akan menghancurkan Luki, perusahaan nya dan juga hidupnya dan yang pasti niat awal nya masih menjadi prioritas utama merebut Shela dari Luki.


Robby mengambil ponsel nya dan ia menghubungi seseorang.


"halo datang lah besok pagi ke rumah ku jangan telat aku punya tugas untuk kalian"


Setelah selesai Robby mengakhiri sambungan telepon tersebut, ia bergegas kembali ke kamar nya dan terlelap di kasur king size milik nya dengan menggenggam foto Shela di dekapannya.


*********

__ADS_1


"Shel.... Shela... Shela... maafkan aku sayang ku mohon jangan pergi Shelllaaaaaaa"


"Mas bangun mas," Amara mencoba membangunkan Rendra yang sedari tadi mengiggau menyebutkan nama Shela dan meminta maaf padanya.


Amara menahan sakit hatinya, karena suaminya masih ingat pada mantan istrinya tersebut, apalagi sampai ke bawa mimpi, tak terasa Amara menjatuhkan bulir bening dari mata nya.


"Seberapa cinta nya kamu Mas padanya? hingga dalam mimpipun sosok nya hadir begitu dalam"


Saat Rendra mulai tersadar Amara langsung mengusap air mata nya ia langsung tersenyum melihat suaminya bangun.


"Tolong ambilkan air Ra"


Amara pun menuangkan air di gelas dan memberikan pada suaminya, "Mas kamu kenapa dari tadi memanggil nama mantan istrumu?" tanya Amara dengan tegas


"Aku hanya mimpi Ra, mungkin rasa bersalahku pada nya masih terlalu besar"


"Sebenar nya apa yang membuat kalian berpisah Mas, Kamu seperti nya masih sangat mencintainya"


"Sudah lah ra jangan di bahas, biarkan ini menjadi masalahku saja, bantu aku untuk bisa benar benar melupakannya"


Rendra pun kembali memejamkan matanya, begitupun dengan Amara ia pura pura terpejam padahal ia sudah tidak bisa kembali tidur.


Mentari muncul dari upuk timur, menyinari dunia dan Pagi ini dengan sejuta harapan, harapan semua manusia agar hari ini akan lebih baik dari kemarin.


Seorang wanita yang baru saja sembuh dari sakit nya kini akan membuat perhitungan dengan orang yang membuatnya di rawat selama tiga hari di rumah sakit.


"Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu ******, kau sudah merebut nya dariku kini akan ku ambil kembali apa yang menjadi hak ku"


"Nindi..." panggil seseorang wanita paruh baya, iya wanita itu adalah Nindi ia masuk rumah sakit karena waktu itu Shela mencampur obat pencahar di minumannya membuat dirinya kekurangan cairan dan menyebakan tubuh nya lemas dan harus di rawat sementara.


"Ehh tante, apa kabar?"


"Seharusnya tante yang bertanya seperti itu?"


"Aku sudah baikan tan, oia tan tante siap ketemu anak tante??"

__ADS_1


"Iya sayang tante Sudah sangat merindukannya" ucap wanita itu dengan sedikit sedih di hati nya mengingat sang anak yang pergi meninggalkan keluarga nya karena masalah yang terjadi di keluarga besar nya.


"Ini akan menjadi kejutan untuknya tante"


Wanita itu hanya tersenyum dan sudah tidak sabar untuk bertemu anaknya yang begitu ia rindukan.


"Baiklah tante kita besok akan ke rumah nya, bahkan sekarang kehidupannya jauh lebih baik dari yang dulu tan"


"benarkah itu?"


Nindi mengangguk, ia pun sudah merencanakan sesuatu untuk mengadu domba antara anak dan ibu nya itu, apalagi ibunya belum tahu kalau anak nya sudah menikah.


**************


Di kediaman Luki, hari ini Ardi sudah siap pergi ke kantor tanpa Luki tentunya karena Shela melarang suaminya pergi ke kantor karena wajah nya yang masih penuh luka.


Luki hanya pasrah saja menurut.


"Ardi apa bisa bantu saya mengantar Zifa ke kantornya, mobil Zifa ban nya kempes" titah Shela


"Apa??" Zifa pun sedikit tersentak pasalnya mobil nya tidak kempes, Zifa tau ini pasti akal akalan kakak nya saja agar bisa dekar dengab Ardi.


"Siap bu" ucap Ardi


"Dengan senang hati tentunya" sambung Ardi dalam hatinya


"Tapi kak aku bisa baik taxi online kok" sela Zifa


"Tidak ada bantahan" ucap Shela


"Sudahlah Zi menurut saja, kamu kamu kakakmu keluar tanduk nya kalau gak di turuti" sambung Luki.


"Iya bener kak, pasti taring nya juga muncul" ledek Zifa


"Kalian..."

__ADS_1


"Ayo di cepet kabur"


to be continued


__ADS_2