The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Nikah Siri


__ADS_3

Pagi ini aku sudah memasak untuk sarapan,menu sarapan kali ini sederhana hanya sayur sup telur puyuh dan ayam goreng,aku sangat semangat memulai aktifitasku pagi ini lalu terdengar derap langkah yang mendekatiku


Grep


Luki memelukku dari belakang "sayang masak apa??"


Aku tak menjawab hanya memperlihatkan masakanku saja yang sudah matang dan akan aku siapkan di meja makan.


"emmmm bau nya enak kayanya,"


"yuk sarapan" ajak ku pada Luki


Luki mengangguk dan mengekor di belakangku untuk sama-sama menujueja makan,suasana pagi ini begitu sunyi hanya ada dentingan suara sendok dan garpu yang beradu di piring,saat aku menyuapkan makanan ke dalam mulut ku tiba-tiba Luki mencairkan suasana.


"Shel masih ada keluargamu yang akan menjadi wali nikah kita nanti?


Aku menoleh ke arah Luki dan mengangguk,," Ada dia pamanku adik dari ayahku,namun dia tinggal di Bali"


"heemmm baiklah,kita akan segera dan melangsungkan pernikahan kita di bali saja,namun secara siru dulu gak apa-apa kan?"


Aku mengkerutkan dahi ku,aku bingung antara iya atau tidak,sebenarnya aku tak mau kita nikah hanya nikah siri saja aku pun menginginkan menjadi istri sah nya secara hukum.


"kenapa harus siri??"


"Dengar sayang proses perceraian kamu dengan Rendra akan berlangsung lama,aku bukannya tak ingin menunggu lebih lama,tapi si junior ini yang tak bisa menunggu lama lagi" sambil menunjuk pada benda pusaka nya sendiri.


"Dia selalu berontak saat berdekatan denganmu Shel" wajah Luki begitu merah saat berbicara seperti itu.


Kini aku mengangguk paham dan tersenyum," baiklah kita akan ke bali besok,sambil kita bulan madu di sana" ucapku begitu antusias.


Kami pun melanjutkan sarapan kami dengan perasaan yang bahagia.


Sementara di kantor Rendra sedang naik pitam karena laporan keuangan bulan ini menunjukan ada beberapa transaksi di luar keperluan kantor namun entah kemana uang itu singgah.


"Berengsek siapa yang melakukan ini" Tangan yang mengepal itu ia tinju ke meja yang ada di hadapannya.


Mira tiba-tiba datang dengan syok melihat ruangan Rendra sudah berantakan,bahkan jari jemari nya sudah mengeluarkan darah segar.


"Mas ada apa??ini tangan kamu berdarah" sambil memegang tangan Rendra yang berdarah namun seketika Rendra menghempaskan nya.


"Lihat apa-apa an ini" bentak Rendra


Mira menelan saliva nya gugup,melihat laporan keuangan yang ada di hadapannya.


"sayang dengar,kenapa gak tanyakan langsung pada meneger keungan kita" ucap Mira sambil mengelus punggung Rendra seraya ingin menenangkan hati Rendra yang sedang panas.


"Panggil dia sekarang," ucap Rendra tegas


Mirq mengambil ponsel nya lalu menekan tombol dial untuk terhubung dengan manager keuangan itu.


"Hallo segera keruangan bos sekarang"

__ADS_1


"iya bu" jawab singakat dari seberang sana


tok


tok


tok


"Masuk" ucap Mira


"Maaf pak ada yang bisa saya bantu?"


Rendra lalu membalikan badan nya,ia menatap sangar kepada pak Burhan sang manager keuangan tersebut,


"Apa maksudnya ini" Rendra memberikan kertas itu ke hadapan pak Burhan


"Kenapa banyak keterangan uang kantor keluar bukan untuk keperluan kantor" sambungnya lagi.


"Maaf pak,anu... pak..anu" Pak Burhan terlihat sangat gugup


"Bicaralah" bentak Rendra lagi


"Bu shela pak yang sudah menggunakannya"


Deg...!


Rendra menatap pak burhan dengan tatapan membunuh nya,


Pak burhan kemudian menjelaskan kalau dulu shela menghubunginya untuk meminta uang perusahaan dan jangan memberitahukannya pada Rendra,kalau pak burhan membocorkan nya maka dia jamin pak burhan akan dipecat.


Rendra bingung dengan keterangan pak Burhan,ia tahu Shela tidak pernah tau tentang siapa saja orang di perusahaan nya apalagi menghubungi pak Burhan,dan juga Shela bukan lah wanita yang selalu menghamburkan uang,dan juga Shela mempunyai uang pribadi.


Setelah kepergian pak burhan dari ruangan Rendra ,kemudian Mira mendekati Rendra.


"Mas apa kamu bingung bagaimana bisa shela terlibat dalam penggelapan uang perusahaan kamu?"


Rendra menatap Mira tajam "maksudmu?"


"Dia dulu menanyakan banyak hal tentang perusahaan mu,bahkan Shela juga yang meminta no hp pak burhan padaku"


"Jadi benar shela yang melakukan ini"


ada rasa sakit yang Rendra rasakan saat ini,namun kemarahan sudah memuncak di ubun-ubun nya ia langsung menyambar kunci mobil yang ada di meja lalu bergegas pergi meninggalkan kantor.


"oke saat nya di mulai" seringai licik Mira


Mira kemudian menelpon seseorang


"kerja bagus,nanti ku transfer bagianmu"


Sementara di apartemen Shela sedang bekerja dari laptop nya,,orderan Skincare yang ia jual bulan ini sudah melebihi target,ia tersenyum senang

__ADS_1


Tiba-tiba bel berbunyi menandakan ada yang datang,Shela beranjak dari duduknya kemudian membuka pintu


ceklek


Shela terperangah melihat seseorang yang datang,Rendra dengan tatapan iblis nya lalu masuk tanpa permisi.


"Ada apa?"


Rendra lalu menyerahkan laporan keungan nya pada Shela


"apa maksud dari semua ini??"


"Dari dulu saya selalu memberikan uang lebih padamu setiap bulannya,apa itu kurang,hingga dengan hina nya kamu mencuri uang perusahaan???" Shela di berondong pertanyaan oleh Rendra


"Maaf maksud anda apa?? saya tidak mengerti?" Tanya Shela balik,ia memang tak mengerti apa-apa di sini.


Kemudian Rendra menjelaskan duduk permasalahan nya kepada Shela seperti apa yang di jabarkan pak Burhan dan Mira.


"Apa kamu percaya pada mereka Mas??"


"tentu ada bukti no rekeningmu disini"


"apa yang kamu lihat dan kamu dengar belum tentu benar sepenuhnya mas,kamu benar-benar sudah buta oleh wanita iblis itu,kita sudah berapa tahun hidup bersama,apa kamu masih belum mengenalku??"


"kenapa kamu tidak mengaku saja dan meminta maaf padaku,bahkan aku akan merelakan uang itu untukmu"


Shela tersenyum sinis,hati nya benar-benar sakit di tuduh seperti itu.


"cihh,untuk apa aku minta maaf dengan kesalahan yang aku perbuat"


"Baiklah kalau begitu" Rendra mendekat ia membuka kancing kemeja nya lalu melai mendekatkan wajah ya ke wajah Shela, Shela yang ketakutan mulai mundur perlahan namun mentok ke dinding ia tak bisa bergerak lagi.


"Mas berhenti,mau apa kamu"


"Bukannya kamu akan menyukai sikap liarku ini," tangan Rendra membelai lembut wajah Shela namun dengan cepat Shela menepisnya.


"Kenapa sayang,Lets play"


"pergi kamu dari sini Mas,aku muak melihat wajahmu"


"Cihh sombong sekali,tapi aku suka"


Rendra dengan cepat menyambat bibir Shela dengan rakus,ciuman itu begitu liar namun Shela tak kunjung membuka mulut nya hingga dengan terpaksa Rendra menggigit bibir Shela hingga terbuka,Shela meringis dan membuka sedikit bibirnya di lumatnya bibir sexy Shela itu dengan ganas.


Tangan nakal Rendra menggerayangi dada montox Shela dengan gemas di remas dengan kuat.


Shela berontak tak mau melakukan nya lagi dengan mantan suaminya itu,karena saat ini ada hati yang harus ia jaga.


Shela mendorong tubuh Rendra dengan kuat namun tenaga Rendra yang lebih besar darinya membuat Shela tak berhasil menjauhkan tubuh Rendra.


Sebenarnya ada rasa rindu di hati Shela dengan sentuhan mantan suaminya ini,namun ia sudah berjanji pada Luki untuk menjaga tubuh nya dari laki-laki lain.

__ADS_1


__ADS_2