The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Buku nikah


__ADS_3

"Massss"


"Apa yang"


"Ada undangan nih" Shela memberikan sebuah kertas undangan kepada suaminya dan langsung di baca oleh Luki.


"Mantan kamu nikah lagi yang, cepet banget tuh move on nya, yang kemaren rengek rengek minta balikan sama kamu"


"Udahlah mas itu pilihan nya dia, dan kita harus mengharhainya kan"


Shela dan Luki pun akan berniat hadir ke pernikahan nya Rendra, dan mereka hari ini akan ke butik untuk fiting baju couple nya agar terlihat serasi saat di undangan nanti.


"Mas apa ada niat buat kamu nikahin aku secara Sah?"


"Kenapa nanya gitu"


"Aku cuma pengen pernikahan kita bukan hanya Sah secara Agama saja tapi juga Sah di mata Hukum Negara" Ucap Shela dengan sedikit lirih


Luki tak menjawab apa yang Shela pertanyakan dan Luki langsung meninggalkan kamar nya menuju luar.


"Huhhh mungkin dia gak mau, ya sudahlah" Shela seakan bersedih dengan apa yang Luki lakukan barusan, tanpa berbicara lagi malah meninggalkan nya di kamar tanpa jawaban pasti.


Kemudian karena bosan Shela membuka laptop nya dan menscrol beberapa media sosial di sana, hingga saat membuka media sosial bergambar huruf F saja dia melihat ada yang mengunggah foto gaun pengantin mewah.


Di lihat nya dengan seksama, gaun mewah itu membuat hatinya merasa semakin sedih, maklum lah perasaan wanita hamil memang sensitif.


"Aku emang gak pernah membayangkan akan memakai lagu gaun pengantin, namun aku berharap pernikahan ini akan di resmikan saja" ucap nya lirih


Tanpa sadar kehadiran Luki yang sudah berada di belakang membuat Shela kaget karena ada tangan yang melingkat du perutnya, dan mengusap usap perut yang masih rata itu.


"Mass, kapan kamu masuk?"


"Saking asik nya kamu sama Laptop sampai gak tau aku datang ya,Nih buat kamu"


Luki menyerahkan sebuah Map besar, dan kemudian Shela menerima dan membuka Kertas itu, Shela terkejut dan menitikan air mata nya.


"Kenapa nangis? itu yang kamu mau kan?"


Shela tanpa aba aba langsung menubruk tubuh suaminya dan menangis sesegukan di dada bidang suami nya itu.


"Mass makasih, maafin aku pernah berpikir buruk tentang kamu mas, hiks hika hiks"

__ADS_1


"Udah yang jangan nangis lagi, aku sudah urus semua nya kok, nah ini buku pernikahan kita, kita udah Sah secara agama dan negara ya sayang"


"Makasih mas, I Love you"


"I Love you to honey"


Luki mencium bibir merah istrinya dengan lembut, membuat Shela malah membuka sedikit bibir nya dan membiarkan lidah suaminya menjelajahi rongga mulut nya lebih dalam lagi.


Mereka menyalurkan rasa bahagia nya, dengan saling menyesap, memagut dan juga *******, tak berhenti di situ tangan nakal Luki siap menerjang bukit terjal yang sangat menjadi favorit nya, besar kenyal dan begitu menggoda.


Kini baju Shela sudah di buang entah kemana, bibir Luki kini meninggalkan bibir Shela dan perlahan turun ke leher jenjang istrinya, sedikit menyesap leher putih itu hingga meninggalkan beberapa bekas merah ke unguan, memberikan sensasi luar biasa untuk tubuh Shela.


Jari jemari luki yang sedari tadi masih menggarap gunung kembar itu kemudian turun ke bawah membuka pembungkus segitiga bermuda dan sedetik kemudian sudah tanggal dari tempatnya.


Saat kedua bukit kembar itu di lahap dengan rakus nya membuat Shela mendes*h itu adalah satu titik terlemah yang Shela punya, membuat tubuh nya meremang dan menggelinjang hebat.


Luki kemudian membuka seluruh pakaian nya, dan memperlihatkan junior nya yang sudah tegak menantang siap memporak porandakan pertahanan lawan nya.


Shela bangkit dari posisi nya, ia kemudian mendekati si junior dan sedetik kemudian si junior sudah berada di mulut nya penuh, besar dan panjang membuat mulut nya tak mampu menampung semuanya, hingga ia harus memaju mundurkan kepala nya agar bisa membuat Luki merem melek di buatnya.


Luki yang sudah tak tahan langsung merubuhkan tubuh istrinya di ranjang, melebarkan ************ nya agar si junior dapat menerobos dengan mudah Lubang goa milik istinya itu, walau sudah pernah melahirkan namun masih terasa sempit dan keset.


"Sayang pelan pelan, ada anak kita disini" tunjuk Shela ke perutnya.


Blessssshhh


Masuk sempurna membuat Shela mengeluarkan suara suara maut nya yang mampu membuat Luki lebih semangat tentunya.


"Akkkhhh sayang, akhh.... akhhhh..." Racau Shela yang sudah diselimuti kabut gairah malam ini.


"Nikmatilah sayang, Aku menyanyangi mu"


Shela sudah tak mampy menjawab semua perkataan Luki, ia kini sedang merasakan sesuatu yang akan segera meledak di dalam sana.


"Akkkkkhhhh.... faster baby akkhhhhhhhhhhhhhhhhh..."


Akhirnya pertahanan Shela runtuh untuk perta kalinya di ronde ke satu ini, nafas Shela terengah engah, namun sejurus kemudian Shela berpindah posisi menjadi di atas Luki, Luki hanya pasrah membiarka istrinya bermain di sana.


Hingga tak terasa waktu sudah menunjukan jam dua dini hari, dari jam sembilan malam mereka saling menyalurkan hasratnya, mereka terhempas dengan peluh yang membanjiri tubuh nya masing masing, rasa lelah dan kantuk menyerang seketika hingga meeka tertidur dengan saling memeluk.


...(Udah ah adegan 21+ nya, udah malam, hujan lagi bikin hareudang aja gak ada dingin dingin nya hihihi)...

__ADS_1


Hari ini adalah hari dimana pernikahan Rendra berlangsung, Keluarga kedua mempelai sangat sibuk mempersiapka. semuanya agar berjalan lancar bebas tanpa hambatan (kek jalan tol aja ya).


"Rendra kamu sudah siap nak? tanya mama Hana


Rendra hanya mengangguk tanpa bersuara, ia sangat gugup kali ini padahal dia sudah pernah merasakan nya dulu, bahkan rasa gugup nya melebihi waktu itu.


Dikediaman Amara sama Amara pun sangat gugup, tangan nya basah wajah yang sudah cantik karena polesan MUA bahkan sangat berkeringat, membuat Amara terlihat sangat cantik.


" Jangan gugup mbak, rileks saja" ucap MuA di sebelahnya


Keluarga mempelai pria sudah hadir dan duduk di tempat yang sudah di persilahkan.


"Apa sudah siap semuanya? bisa kita mulai?" tanya pak penghulu


Merka akhirnya memulai acaranya tanpa mempelai wanita di sebelah Rendra.


"SAH" seru semua saksi yang menyaksikan ijab kobul itu dan setelah doa maka mempelai wanita di hadirkan untuk ritual yang lainnya.


Amara mencium tangan Rendra dan kemudian Rendra mencium kening Amara hingga turun mencium bibir nya sekilas.


"Udah gak tahan aja bang, sabar malam masih lama" celetuk seseorang di sana hingga membuat gelak tawa terdengar di ruangan itu.


Acara resepsipun tiba, kedua pengantin itu di pajang di depan untuk di salami oleh para tamu undangan.


Hingga dua orang yang berjalan ke arah ruangan membuat seluruh pasang mata membuat takjub akan keserasian mereka berdua, cantik dan tampan itulah bisik bisik dari para tamu lainnya.


Rendra terkesima dengan kecantikan wanita di hadapannya yang tersenyum lebar ke arah nya, "Shela" ucap Rendra tak sadar


Deg


"Apa ini wanita yang dulu di panggil mas Rendra saat tak sadar, Cantik, bahkan aku tak ada apa apnya" bathin Amara


"Selamat ya mas, semoga langgeng" ucapnya sambil menyalami kedua tangan nya.


Rendra repleks memeluk wanita itu, ia sangat merindukan wanita cantik di hadapannya.


"Makasih ya Shel,"


Luki yang tidak suka melihat miliknya di sentuh orang lain langsung menarik tubuh Shela menjauh dari Rendra.


"Galak amat lu bro"

__ADS_1


"dia bukan punya lo lagi"


Rendra hanya tersenyum melihat tingkah posesif Luki terhadap mantan istrinya itu, namun tak di sangka ada mata yang sesang berkaca kaca melihat mereka.


__ADS_2