
Rendra menepikan mobil nya di garasi,ia kemudian keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Amara, Amara yang sejak tadi melamun tak menyadari kalau Rendra sudah berada di sebelah nya.
"Ayo turun"
Suara Rendra mengagetkan nya dan ia kemudian ikut turun bersama laki laki di hadapannya.
Amara mengekor di belakang Rendra memasuki rumah mewah nya, Amara melihat ke sekeliling rumah ia sedikit kagum dengan penataan barang barang di rumah itu.
"Kenapa??"
"gak papa rumah nya bagus, penataan barang nya rapih"
"itu hasil tangan istriku"
Deg
Jantung Amara seakan ingin berhenti mendengar Rendra menyebut kata istri, ia tak percaya kalau laki laki di hadapannya adalah suami orang.
"Apa istri? kamu bawa aku ke rumah saat kamu punya istri?"
"Ehhh sorry maksud nya mantan istri, aku seorang duda tenang aja, gak akan ada yang ngatain kamu pelakor kok"
"siapa juga yang mau jadi pelakor"
Amara akhirnya bisa bernafas lega mendengar Rendra seorang duda, pasalnya ia tak mau menjadi seorang pelakor.
"duduk dulu,"
Amara kemudian menurut dan mendudukan bokong nya di sofa putih rumah itu.
"kenapa ajak aku kerumah kamu? aku hanya ingin kembali ke desa ku pak"
"jangan panggil saya pak, emang saya bapak kamu apa, panggil saya Mas"
Shela memutar mata nya jengah dengan laki laki di hadapannya kini, namun ia tak ada pilihan lain untuk mengikuti apa mau laki laki itu.
"Saya mau pulang pak, ehhh Mas"
"kamu mau pulang kemana? ke kampung??"
__ADS_1
"iya, aku mau tinggal di sana saja, kota jakarta terlalu keras untuk saya"
"Kalau kamu hamil gimana?? gak kasihan sama orang tua mua?? apalagi di kampung orang orang nya terlalu kolot, bisa saja saat tau kamu hamil mulut mereka akan nyinyir"
Memang benar apa yang di bicarakan Rendra, Amira kini sedikit bingung dengan keputusan nya untuk kembali ke kampung halamannya, ia takut akan hamil karena saat malam itu Amira sedang dalam keadaan masa subur, kemungkinan besar akan terjadi pembuahan di rahim mulai
"Tinggalah di sini, aku akan menikahimu"
"Menikah?"
"Kenapa,apa kau tidak mau menikah dengan laki laki ganteng dan kaya sepertiku?"
"Ciihhh sombong"
Amara mengerucutkan bibir nya,dan sesekali menirukan gaya bicara Rendra, Rendra yang tidak tahan melihat bibir Amara yang begitu menggemaskan akhirnya mendekati Amara dan langsung saja melahap bibir itu.
Amara yang kaget dengan serangan dadakan itu membelalakan matanya, namun Rendra terus saja menyerang bibir nya dengan lembut dan penuh *****, hingga ciuman itu berlanjut dengan sedikit *******.
Amara yang telah sadar langsung mendorong tubuh Rendra dan langsung mundur menjauhi Rendra.
#####
Kedua pasangan halal itu sedang menukmati dinner nya di taman belakang rumah, benar benar mengagumkan taman yang sudah di sulap seperti restoran mewah dengan beberapa cahaya lilin yang memenuhi taman tersebut.
"sayang kamu yang nyiapin semua ini?"
"iya kamu suka?"
"bangeetttt, makasih ya sayang nya aku"
Shela mencubit kedua pipi Luki dengan gemas,betapa bahagianya kini hidup nya bersama berondong kesayangan nya itu.
..."Nikmati makan malam ini, makan yang banyak karena malam nanti tenaga mu akan terkuras habis" bathin Luki...
Shela dan Luki sudah selesai menikmati makan malam romantis mereka,kini mereka berdua sedang duduk di tepi kolam,bercerita dan ngobrol ngobrol kecil.
"Mas, bi Iyem dan mang ujang pada kemana? sepi amat"
"Mereka aku suruh pulang dulu,biar gak ada yang ganggu kita"
__ADS_1
Luki mulai mendekat dan kemudian menggenggam tangan Shela " makasih ya udah mau jadi istri aku"
"Aku yang makasih karena udah menerima aku yang banyak kekurangan nya"
"I Love you"
"Love you to"
Cup
Di kecup nya bibir Luki yang sedari tadi begitu sexy di matanya, Luki yang menerima Kecupan mesra dari sang istri kemudian memegang tengkuk Shela dan memperdalam ciuman mereka.
Begitu dalam dan dalam, mereka sama sama terbuai dengan kehangatan lidah masing masing, saling menyesap dan memagut, lidah mereka saling membelit dan menjelajah seluruh rongga mulut mereka, di ubrak abrik nya mulut Shela dengan ciuman maut Luki, hingga beberapa menit berlalu dan melepaskan saat sudah kehabisan oksigen.
Ciuman pasas itu kembali berlangsung, namun tangan nakal Luki kini sudah menjelajah di setiap inci bagian tubuh Sensitif Shela.
Tangan kiri Luki sudah berada di salah satu bukit kembar milik Shela, meremas nya dengan lembut, bahkan tangan sang istri yang tak kalah nakal sudah berada di resleting celana Luki, membukanya dengan perlahan hingga menampakan burung yang masih dalam sangkar yang sudah mulai berdiri tegak.
Di usapnya perlahan hingga membangkitkan nya lebih besar dan menantang, hingga tak sadar mereka berdua sudah sama sama polos tanpa sehelai benang pun.
Luki memeluk Shela tanpa menghentikan ciuman nya,lalu menggendong Shela di depannya,kemudian membawa nya dan menidurkan Shela di kasur karet yang biasa di gunakan dalam air.
Ciuman itu turun ke jenjang leher Shela, bukan hanya di kecup dan di jilat saja bahkan sedikit menyesap nya dengan kuat dan terbentuk lah maha karya indah berwarna merah ke unguan.
Tangan nya masih bergerilya di sekitar squisy kenyal, meremas dan memilin pucuk merah muda dan menggoda itu kemudiab di sesap nya perlahan hingga menimbulkan suara desah an sexy dari mulut Shela.
"acchhhhh"
Luki semakin semangat dengan suara suara sexy itu, kemudian tangan nya mulai meraba kebawah.
"Sayang aku mau martabak kacang coklat"
Shela yang kaget dengan keinginan sang suami, mulau membuka mata nya, "tanggung yang nanti kalau udah selesai ya" Rengek Shela
Luki tersenyum dan menunjuk apa yang ia mau, "Ini martabak nya, ada kacang nya satu sama coklat yang menutup nya"
..."Apaan sih othor gak jelas ya"...
... Martabak kacang coklat emang paling nikmat di santap malam malam"...
__ADS_1