
Kini Luki mengalah, ia meninggalkan istrinya sendiri di kamar, ia pun menuju ruang kerjanya.
Luki sedikit kesal karena istrinya tak mau mendengarkan nya dulu, Ia mengusap wajahnya kasar dan menjambak rambutnya sedikit.
"Aaarrrrrgggg sial, kenapa jadi seperti ini sih"
Sementara Shela di kamar menghubungi seseorang, dan memberikan sebuah tugas rahasia.
"Halo bergerak sekarang juga, jangan sampai ada yang lihat"
"Siap bos laksanakan"
Kemudian Shela langsung membawa sesuatu dari lemarinya dan di masukan ke paper bag, kemudian ia berjalan ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
"Apa aku harus menjadi kejam kembali?"
"Aku sudah memperlihatkan sisi lemahku di hadapannya tadi, dan sekarang saatnya dia melihat siapa aku sebenarnya"
Shela bermonolog sendiri di kamar mandi, dan melanjutkan ritual mandinya.
Sekitar lima belas menit ia selesai mandi dan langsung bersiap.
Setelah berdandan sedikit dengan makeup tipis, ia mematut dirinya di depan cermin,
"Aku cantik, body ku sexy tapi kenapa gampang sekali untuk suamiku berpaling ke wanita lain, bahkan mantan suamiku dulu lebih berengsex"
dertttt
derttt
derrttt
Suara panggilan masuk membuyarkan lamunan Shela, ia kemudian mengangkat ponsel nya.
"Oke saya segera ke sana"
Shela kemudian memasukan ponsel nya ke dalam tas yang akan ia bawa, lalu keluar kamar dan bergegas pergi meninggalkan rumah mewah nya.
Shela melajukan mobil nya dengan kecepatan di atas rata rata, keahlian nya mengemudi patut di acungi jempol, tanpa ia sadari ada satu mobil yang mengukutinya dari belakang.
empat puluh delapan menit Shela mengendarai mobil nya dan sampailah sekarang di sebuah tempat, tempat yang berbeda dari tempat sebelumnya yang dia sebut markas.
Shela segera masuk kedalam bangunan tersebut, ternyata anak buahnya sudah menunggu nya di sana.
"Sore bos" sapa salah satu anak buahnya yang bernama Gara
"hemm" Shela hanya berdehem dan mengangguk saja.
"Oia Gara, apa tak ada yang melihat kejadian tadi?"
"Saya rasa aman bos"
"Oke, dimana dia sekarang??"
"Di ruang bawah tanah bos"
__ADS_1
"ikut saya"
Gara pun mengangguk dan mengekor di belakang Shela, Saat Shela memasuki sebuah ruangan terlihat seorang wanita yang sedang sesegukan menangis.
Derap langkah Shela yang mendekatinya membuat wanita itu melirik ke arah suara Shela.
"Haii kenapa menangis" tanya Shela yang memegang dagu wanita itu
"Ohhh jadi Lo yang nyulik gue?"
Shela hanya tersenyum menanggapi pertanyaan wanita itu, Shela kemudian menampar wanita di hadapannya.
plaaaakkk
"Aaawwwww" Ringis wanita itu,
"Sialan lo beraninya nampar gue"
"Apa peringatan gue dulu belum cukup buat lo, sebenarnya apa yang lo mau hah?" Shela membentak Nella
"Gue cuma mau suami lo"
"Sorry sayang nya gue bukan type orang yang akan berbagi miliknya dengan orang lain"
Shela yang sudah menahan amarah nya sedari tadi, kini ia membabi buta mengeluarkan semua amarah nya dengan menyerang Nella.
Menampar, memukul bahkan mencambuk wanita di hadapannya, wanita itu berteriak meminta ampun namun Shela tak menggubris nya.
"Ampunbb Shel, ampuuunnn.. maafin gue.. gue gak akan melakukannya lagi Shel."
"Bodo amat gue gak peduli, lo harus mati di tangan gue"
"Gara...." panggil Shela
"iya bos" Gara langsung menghampiri Shela
"Buka semua baju nya, dan suruh anak buahmu membawakan seember air"
"Siap bos"
Gara lalu menyuruh salah satu anak buah nya membawakan air dan dirinya kini sedang melucuti seluruh pakaian Nella.
Gara yang melihat body Nella tanpa busana kini ia meneguk saliva nya sendiri, Shela yang paham dengan keadaan Gara langsung bersuara.
"Kalau kau mau lakukan saja, aku tak akan peduli"
Gara yang mendapat angin segar segera membuka seluruh pakaiannya, hingga Shela kembali bersuara.
"Heeiii bawa wanita itu keruangan sebelah jangan kau pakai dia di hadapanku"
"Oh iya sorry bos" Gara langsung menggedong Nella keluar dari ruangan Shela dan membuat Nella tersadar.
"Aawww sakit" Nella sedikit merintih menahan sakit di tubuhnya
Ia melihat sekeliling nya hanya ada seorang pria yang sudah tak memakai baju sama seperti dirinya.
__ADS_1
Nella yang melihat sesuatu berdiri langsung membulatkan matanya, Besar dan panjang itu yang ada di otaknya.
"Lakukan lah sesuka hatimu"
Gara langsung saja melahap hidangan yang ada di hadapannya tanpa ampun, Nella yang masih merintih karena sakit di sekujur tubuhnya, menahan rasa sakitnya dengan rasa nikmat yang di berikan laki laki yang kini sedang menggenj*t tubuhnya.
Suara ******* dan erangan di kamar sebelah membuat Shela menutup kupingnya, "Ahhhh sial kenapa suara laknat itu terdengar sampai ke sini" umpat nya.
Namun tak lama seseorang menghampiri Shela dan memeluknya dari belakang, lalu dengan lancang nya menyecap leher putih Shela dengan lembut, Shela terdiam ia hapal dengan bau parpum itu.
"Luki" Suara nya lirih memanggil nama sang suami.
Shela langsung saja membalikan tubuh nya dab berhadapan dengan laki laki itu, Shela sontak kaget dan membulatkan mata nya, benar dia adalah Luki tapi bagai mana dia tau kalau sekarang Shela sedang berada du sini.
"Mass kenapa kamu di sini"
"Cerewet" ucapnya yang langsung membungkam bibir Shela dengan bibirnya, penyatuan dua benda kenyal itu kini semakin memanas dimana Shela sudah mengalungkan tangan nya ke leher Luki, Luki pun tak tinggal diam ia meremas bokong sintal istrinya
Dan akhirnya mereka melakukan nya lagi,
Hanya dua ronde saja durasi yang mereka lalui, kini keduanya sama sama terdiam, Shela takut Luki akan marah dan juga meninggalkan nya karena tau apa yang Shela lakukan.
"Shelll"
"Mass"
keduanya serempak memanggil satu sama lainnya,
"Kamu dulu aja Mas"
"Baiklah, aku hanya mau minta maaf untuk kejadian tadi di kantor Shel, aku benar benar gak melakukan apapun sama dia, dia yang tiba tiba datang menyebutkan kekasihku, aku kira itu kamu"
"Terus yang aku lihat apa mas, bahkan kamu menikmati dua gunung kembar itu"
"Aku ceritain ya"
Luki langsung saja menceritakan semua kejadian tadi siang, tanpa menambah dan mengurangi apa pun,
"gitu yang, kamu percaya kan sama aku, kalau gak percaya ayo kita chek CCTV di ruangan aku"
"tapi kamu sempet kegoda kan sama kedua buah itu"
"Jujur iya, aku laki laki normal sayang, tapi sumpah aku gak ada niatan buat megang atau nyicip"
Shela langsung berdiri membuka kemeja baju dan bra yang menutup dua buah squisy nya.
"Lihat baik baik, apa kurang punya aku, kurang besar atau kurang apa? coba rasakan dan pegang"
Shela menuntun tangan Luki untuk memegang dua bongkah gunung kembar nya, yang langsung di ikuti dengan senang hati.
"Kamu membangunkan Singa lapar sayang"
Grepppppp
"Enak nya di apain lagi ya si Nella itu"
__ADS_1
ada ide gak say??
boleh lah bantu di komen ya"