The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Syukuran 4 bulan


__ADS_3

Hari ini Shela keluar dari rumah sakit, keadaan nya sudah membaik, selama 3 hari di rumah sakit Luki begitu ketat menjaganya ia tak ingin ada apa apa dengan ibu dan calon anak nya.


"Mas Lusa adalah hari syukuran 4 bulan aku kan?"


" hemm kenapa sayang?"


"Aku ingin mengundang Rendra dan Amara Mas,"


"Sayang 4 bulanan nya kita undur saja ya, kamu baru saja sembuh" Luki meminta Di mundurkan hari nya karena ia tak ingin Shela kecapean setelah baru saja keluar dari rumah sakit.


Namun wajah Shela yang tadinya ceria kini di tekuk, ia merasa tidak senang atas perkataan Luki barusan, padahal kondisinya sudah benar-benar baik, tak ada yang perlu ia khawatirkan.


Luki yang melihat perubahan wajah istrinya itu lalu menghela nafas nya " Baiklah tapi aku minta kamu jangan kecapekan ya, ingat kalau sudah merasa cape kamu langsung istirahat" titah Luki yang membuat wajah Shela kembali berbinar.


"Ahhh suamiku paling pengertian, makasih sayang muaccchhh" Shela memeluk dan mencium bibir Luki dengan gemas, membuat adik junior Luki bangun dari tidur panjang nya karena memang beberapa hari di rumah sakit ia selalu menahan nafsu nya agar tak menyentuh istrinya.


"Sayang kamu buat dia bangun" Ucap Luki sambil menunjuk celananya.


"Heehh maaf puasa dulu ya sayang, itu kan kata dokter, sebenar nya aku juga sama gak tahan tapi ini demi dia"


Luki pun cemberut namun ia mengerti karena ia harus menjaga buah cinta nya bersama Shela, "iya sayang iya..."


"Ngomong- ngomong kok ini rumah sepi banget sih Mas, oia Zifa dan Ardi selama aku di rumah sakit kemana ya?"


"Ardi aku suruh keluar kota karena ada hal yang harus di urus di sana, dan Zifa dia pindah ke apartemen nya lagi karena gak betah tinggal sama Mama disini dan juga aku gak kasih tau dia kalau kamu sakit"


"Apa ?? kamu gak bilang sama Zifa aku sakit kenapa?"


"Aku lupa sayang hehehe" Luki benar benar lupa memberitahu Zifa tentang keadaan kakaknya itu.


"Isshh kamu ini bener- bener ya mas" Shela hanya menggelengkan kepalanya saja dengan kelakuan suaminya itu, tersangkanya hanya cengengesan saja.

__ADS_1


Namun tak berapa lama, seseorang masuk ke dalam rumah dengan marah marah "Kakakk...." Dia berteriak dengan kencang di rumah itu, siapa lagi kalau bukan Zifa yang datang dengan perasaan kesal dan marah.


"Heiii kenapa kau teriak teriak di rumah ku?" tanya Luki yang kebetulan berada di dapur untuk membuatkan teh hangat untuk istrinya itu.


"Kak Luki kenapa gak bilang kalau kakakku masuk rumah sakit" Zifa to the poin saja dengan bertanya seperti itu membuat Luki tertawa.


"Hahhaa sorry sorry Zi aku benar benar lupa, terus kamu tahu dari mana?"


"Aku tau dari asisten kakak tadi, aku langsung saja ke rumah sakit tapi katanya kakak udah pulang"


Luki hanya tertawa ia tak berniat menjelaskan kepada Zifa, Luki pun kembali ke kamar nya menemui istrinya yang sedang terlelap sepertinya tertidur.


"Sayang bangun dulu ini teh nya," Luki mencoba membangunkan Shela dengan lembut, yang di bangunkan pun mulai menggeliat dan membuka mata nya.


"Emm maaf mas aku ketiduran, makasih ya" ucap Shela sambil menyeruput teh hangat nya


"Oia sayang di bawah ada orang yang marah marah loh,"


"Lihat saja nanti kamu juga tahu"


Keduanya kini turun ke bawah untuk melihat orang yang marah marah itu, di lihat dari belakang Shela sudah hapal siapa yang datang.


"Zi..." panggil Shela


"Dasar kakak gak ada akhlak, aku gak di kasih tau kalau kakak masuk rumah sakit, apa kakak sudah gak anggap aku adikmu lagi hah?"


Tanya Zifa dengan ketus, "Hehe maaf kakak gak mau kamu khawatir, tapi kan kakak sekarang udah gak sehat kok"


Namun Luki melihat wajah Zifa seperti masih kesal, "Kalau wajah mu kecut terus, aku akan mutasikan Ardi ketempat sekarang dia berada" ancam Luki pada adik ipar nya itu.


"Ihh siapa juga yang kecut, gak kok kak lihat nih aku udah senyum dan ceria kembali" elak Zifa sambil tersenyum dan berputar seperti orang yang sedang bahagia, ya alasan nya satu dia tak ingin berjauhan dengan kekasihnya.

__ADS_1


"Lahh dasar bucin, oia Zi Lusa kakak ada syukuran 4 bulanan kamu bantuin kakak ya"


"Oke siap kakakku sayang"


Kini kedua kakak beradik itu sedang sibuk merencanakan siapa saja yang akan di undang, mereka hanya merencanakan hal hal kecil saja karena untuk acaranya Luki sudah menyewa orang orang yang akan membantu nya agar Syukuran nya berjalan dengan lancar dan khidmat.


Zifa kini kembali lagi tinggal di rumah Shela karena ia tau kalau Marta sudah pergi, Zifa menikmati hidupnya kini ia pun sudah di beri tanggung jawab oleh Shela agar mengelola bisnis produk kecantikan nya.


"Zi kakak titip perusahaan kakak sama kamu ya, anggap saja itu warisan dari kakak karena kamu tahu sendirikan ayah dan ibu tidak memberikan kita warisan, bukan tidak tapi keluarga ibu merebut hak kita, jadi anggap saja ini dari orang tua kita"


"Tapi kak, ini kan perusahaan yang kakak rintis dari bawah dengan uang kakak sendiri, sepertinya kakak harus tetap berada di deretan paling atas di perusahaan itu"


Shela hanya menggeleng, ia sudah berjanji pada Luki untuk menjadi ibu rumah tangga saja, dan membiarkan suaminya yang bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhan hidup mereka, toh uang Luki takan habis tujuh turunan karena kini Luki sudah di nobatkan sebagai crazy rich di negara ini.


"Tidak ini sudah kakak pikirkan matang-matang, kakak serahkan semuanya sama kamu"


Zifa sudah tidak bisa berbicara apa apa lagi Shela merupakan sosok yang keras kepala, apabila sudah menentukan keputusan maka keputusan nya tak bisa di ganggu gugat lagi.


Siang berganti malam dan malam berganti siang akhirnya hari syukuran empat bulanan Shela tiba juga, acara nya benar benar mewah di luar ekspetasi Shela dan Zifa, Luki benar benar sudah memberikan yang terbaik untuk istrinya itu, para tamu pun sudah berdatangan dan juga mereka mengundang Dai kondang untuk memberikan doa dan tausyiah nya.


Acara berjalan dengan khidmat dan lancar, semua tamu undangan sangat puas dengan jamuan nya, setelah selesai acara para tamu undanganpun kembali pulang namun ada hal yang sangat tidak di sangka di sana sesaat setelah tamu pulang.


"Ahhhhhh kakak...."


Zifa berteriak dari arah dapur dengan gemetaran, membuat semua orang yang berada di ruang tamu berlarian kedapur termasuk Rendra dan Amara yang sedang mengobrol di sana.


"Ada apa Zi?" tanya Shela cemas, namun sepersekian detik Shela melihat ke arah yang di tatap Zifa ia pun terkejut.


"Siapa yang melakukan ini??"


to be continued

__ADS_1


Hayoo ada yang tau gak apa yang terjadi??


__ADS_2