
Shela sudah siap dengan menenteng bekal makan untuk suaminya, kemudian ia bergegas masuk ke mobil nya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Di sepanjang jalan menuju kantor suaminya, ia terua bernyanyi seakan mengutarakan isi hatinya yang sedang berbahagia.
Lagu lagu cinta kini menggema di dalam mobil, Shela begitu menghayatu beberapa lagu itu, hingga tak terasa kini ia telag sampai di kantor suaminya.
"akhir nya nyampe juga" Shela turun dari mobil nya, dan mulai melangkah masuk ke dalam kantor.
"Selamat pagi mbak, ruangan pak Luki di mana ya?" tanya Shela pada resepsionis.
"Maaf mbak mau ketemu dengan pak CEO?"
Shela hanya mengangguk dan tersenyum, namun resepsionis bertanya kembali "Maaf apa sudah buat janji"
"Iya sudah"
"baiklah sebentar"
Resepsionis itu kemudian menelpon seseorang dan berbicara di telpon, setelah selesai kemudian mempersilahkan Shela menaiki lift khusus CEO disebelahnya.
"Silahkan naik menggunakan lift ini, mbak nanti akan bertemu dengan sekertarisnya bapak"
"Oh oke, terumakasih ya"
Resepsionis itu mengangguk dan tersenyum, Shela kemudian memasuki lift dan naik ke lantau di mana ruangan suaminya itu berada, setelah sampai dan ia bertemu dengan sekertarisnya Luki Anya.
"Siang mbak, pak Luki nya ada?"
"Ada mbak, tapi tunggu sebentar masih ada tamu di dalam"
Shela memicingkan matanya sebelah, tamu siapa, ia sempet kepo dan bertanya pada sekertarinya.
"Mbak tamu nya cewe apa cowo?"
"Perempuan mbak, dia mengaku kekasihnya bapak"
Deg
__ADS_1
..."apa dia bilang, kekasih??? jelas jelas gue istrinya" bathin Shela...
Shela langsung saja berjalan ke arah pintu, tapi Anya mulai mencegahnya, "Maaf mbak jangan masuk,"
"yang di dalam hanya kekasihnya kan, terus aku yang istrinya gak boleh masuk gitu?"
"What istri?"
"Mati gue" bathin Anya
"Iya saya istrinya" Shela melangkahkan kaki nya kembali menuju ruangan suaminya, tanpa mengetuk pintu langsung membuka pintu itu.
Braakk
Pintu langsung terbuka memperlihatkan seorang wanita yang sedang berada di pangkuan srorang laki laki,wanita itu tak lain adalah Nella yang sedang merayu Luki.
Luki yang terkejut melihat istrinya datang ia langsung menghempaskan tubuh Nelaa hingga terjerembab ke lantai.
"Bagusss kalian berdua" Shela bertepuk tangan sambil tersenyum sinis menatap kedua manusia itu.
"Sayang kamy salah paham, ini gak seperti yang kamu lihat." Luki terlihat gugup dan mulai menjelaskan, namun Shela tak mau bergeming.
"Buat kamu aja"
Luki langsung mengejar istrinya, Nella yang melihat drama tersebut kini sedang tersenyum puas, karena rencana nya berhasil.
Flashback
Anak Buah Nella yang mengetahui Shela akan mengunjungi kantor suaminya buru buru mengabari Nella, Nella pun berusaha masuk ke kantor Luki dengan tepat waktu.
Setelah Nella sudah berada di recepsionis, ia mengaku sebagai kekasihnya lalu di persilahkan menuju ruangan CEO.
Setelah bertemy Anya, anya menelpon Luki memberitahukan kalau kekasihnya sudah datang, Luki yang mengira kekasihnya adalah Shela menyuruhnya masuk.
Namun betapa terkejut yang datang adalah si belatung nangka, Luku yang mati matian menahan diru agar tidak tergoda oleh Nella karena wanita itu kinu sudah membuka blazer nya dan memperlihatkan tangtop nya saja dengan belahan dada yang menyembul ke atas.
"Mau apa anda kesini bu Nella"
__ADS_1
"Aku merindukan mu sayang"
"Stop di situ, jangan mendekat"
Nella nekat mendekat dan duduk di pangkuan Luki, sontak saja Luku membulatkan matanya dengan aksi nekat wanita di hadapannya.
Wanita itu menggesek gesekan kedua gunung kembarnya ke arah wajah Luki, bahkan Luki menolak nya dengan cara menjauhkan tubuh Nella, namun Nella menekan tengkuk Luki hingga kepalnya menyentuh dada Nella, dan pada saati itu Shela membuka pintu dan betapa terkejutnya Shela melihat pemandangan di depan matanya.
Flashback Of
Kini Luki masih mengejar istrinya yang turun ke bawah menggunakan lift, Luki pun menggunakan tangga darurat untuk menuju lantai bawah, dengan berlari cepat hingga kini sudah berada di depan pintu lift yang belum terbuka
Luki dengan nafas ter engah engah dan keringat yang bercucuran mencoba mengatur nafas nya dulu.
Triiing
Pintu Lift terbuka menampakan seorang wanita yang sedang menangis di dalam lift, kemudian wanita ity langsung berlari menuju ke luar, dengan sigap Luki mencekal tangan Shela.
"Sayang dengerin aku dulu"
"Lepas mas, biarin aku pergi"
"aku gak akan lepasin kamu, sebelum kamu mendengarkan penjelasan aku dulu"
"Nanti saja di rumah,sekarang waktunya gak tepat, banyak pasang mata yang melihat kita"
Luki pun mengedarkan matanya ke seluruh ruangan dan benar saja para karyawannya sedang memperhatikan mereka.
"Ayo pulang bersamaku" Luki menggandeng tangan istrinya yang di tepis oleh Shela.
"Aku bisa sendiri"
Luki menghela nafas nya kasar dan membiarkan istrinya berjalan duluan, Luki mengajak Shela memasuki mobil nya namun Shela menolak dengan alasan membawa mobil sendiri
Luki tak mau tambah panjang masalahnya ia pun membiarkan sang istri mengendarai mobilnya sendiri, dan ia membuntuti daru belakang.
Setelah kurang lebih satu jam akhirnya mereka sampai di rumah dan langsung masuk ke kamar mereka.
__ADS_1
"Tolong biarkan aku sendiri dulu Mas"