
Shela sudah berada di pemakaman ia berjalan menuju makam anak nya Key, dibersihkan makam anaknya itu dengan mencabut tanaman yang berada di atas makamnya.
"sore sayang, mama datang nak, maafin mamah yah baru datang nengokin kamu" Shela yang berbicara dengan makam anaknya sambil terisak, lalu memaburkan bunga yang tadi sempat ia beli di
"Sekarang mamah udah punya kehidupan baru, dan mudah mudahan bisa membuat mamah bahagia"
"mamah cuma bisa berdoa agar kamu bisa bahagia di sana ya" sambung Shela lagi yang sesekali menyeka air mata yang jatuh membasahi pipinya.
Lama Shela bercerita sendiri,kadang tertawa dan juga menangis menceritakan kehidupannya pada anak semata wayang nya itu.
"Sayang mama pamit dulu ya, nanti mamah pasti nengokin kamu lebih sering lagi, nanti mamah juga akan ajak papa baru kamu"
Shela kemudian beranjak dari makam dan menuju ke mobilnya lagi, sampai d mobil ia kemudian melanjutkan lagi tangis yang sedari tadi ia tahan agar tidak pecah.
Namun sekarang tangis nya benar benar pecah dan sangat memilukan, ia menyesali apa yang terjadi pada keluarga nya di beberapa bulan ke belakang.
"Maafin mamah Key kalau mamah dan papah gak egios kamu mungkin masih ada di dunia ini"
"Arrrghhhhhhh"
Shela berteriak meluapkan semua emosi nya, "Maafin mamah Key, mamah rapuh tanpa kamu sayang".
Ya memang sebenar nya hati Shela sedikit rapuh karena kehilangan anak nya, namun ia tetap berusaha tegar agar tak ada orang yang tahu kondisi hati nya.
Ia berusaha tetap ceria dan baik baik saja selama ini, apalagi sekarang ada hati yang harus ia jaga.
Derttttt
dertttt
derttttt
Hp nya bergetar, ia mengambil Hp di dasboard mobilnya ternyata suaminya yang melakukan video call,ia menghapus air mata yang masih mengalir di pipinya, ia tidak mau suaminya tau ia sedang tidak baik baik saja.
Shela menggeser icon hijau dan langsung tersambung, " Sayang kamu di..." pertanyaan Luki menggantung saat ia melihat istrinya dengan mata merah dan sembab.
"Kamu kenapa nangis yang"
"enggak kok siapa yang nangis" elak Shela
"gak.. gak.. kamu beneran nangis, cepet kasih tau aku kamu di mana sekarang"
Shela kemudian membalikan video nya ke kamera belakang hingga terpampang gambar pemakaman luas di depannya.
__ADS_1
"Kamu lagi di makam Key yang" tanya Luki lagi
Shela hanya mengangguk tak menjawab, "Ya udah tunggu di situ aku nyusul ya"
"Gak usah mas aku pulang sekarang kok"
"ya udah hati hati ya, awas jangan ngebut, pikirin aku yang lagi nunggu kamu di rumah"
"Iyq suamiku yang bawel, kaya emak emak komplek" Ledek Shela
Shela mematikan sambungan telpon nya lalu bergegas pulang ke rumah nya, di perjalanan lumayan macet dan membuat dirinya sedikit lapar.
Ia kemudian mampir di salah satu street food, turun dari mobil mewah nya beberapa pasang mata memperhatikan nya.
"Haii bidadari ku"
"Jodohh gue tuh."
"cantiknya, bini gue gak ada apa apanya tuh"
Shela yang menyadari ocehan para laki laki di sekitarnya hanya tersenyum tanpa menanggapi mereka.
"Pak 5 bungkus ya, kalau sudah anter ke mobil depan" ucap nya sopan
Shela kemudian kembali ke mobil dan mengambil hp nya, membuka sosmed yang sudah lama ia tak kontrol, menscrool ke beberapa media sosial, namun tak ada yang menarik perhatian nya sama sekali hingga ia memilih untuk membuka chat pada aplikasi telpon hijau nya.
Melihat beberapa pesan yang sudah beberapa hari di abaikan nya, kemudian ia tak sengaja melihat pesan dari seseorang yang tak lain mantan suaminya.
"Aku kangen kamu Shela"
Shela langsung menghapus pesan itu, tak mau ada salah paham dengan suaminya, ia hanya mencari aman saja untuk kelangsungan rumah tangga nya.
tok
tok
tok
kaca jendela mobil nya di ketuk seseorang yang tak lain penjual makanan yang tadi ia pesan.
Di buka nya kaca tersebut dan menampilkan senyum pria paruh baya di hadapnnya.
"ini neng silahkan"
__ADS_1
"berapa semuanya pak?"
"Dua lima neng"
Dua ratus lima puluh ribu pak?"
"Dua puluh lima ribu neng"
Shela melongo, makanan 5 bungkus itu harga nya cuma salawe rebu, biasanya ia menfhabiskan sampai ratusan ribu untuk membeli makanan.
"Murah ya pak" sambil menyerahkan uang seratus ribu
"sebentar neng kembaliannya"
"udah pak gak usah, buat anak bapa saja"
"beneran neng ? ya Allah makasih ya neng"
Bapa itu berlalu pergi dengan senyum mengembang di bibirnya, "Hanya segitu tapi dia benar benar terlihat bahagia"
Shela melajukan kembali mobil nya membelah kamacetan kota Jakarta, hingga satu jam lamanya ia mengendarai mobil nya dan akhirnya sampai dengan selamat di rumahnya.
Saat Shela menapaki kaki nya di ruamhnya terlihat sang suami sudah menyambut kedatangan nya di depan pintu utama dengan senyum yang manis.
"Ahhh sayang aku kangen" ucap Luki sambil memeluk Shela
"Baru juga berapa jam udah kangen lagi" dengus nya
Mereka akhirnya masuk ke rumah, Shela menenteng kantong keresek yang membuat suaminya penasaran, "itu apa sayang?"
"makanan mas, murah loh cuma dua puluh lima ribu tapi dapat 5 bungkus" jawab Shela dengan semangat
"Murah amat apaan sih?"
"buka aja, kasih sebagian sama orang rumah Mas"
Luki membuka nya ia melongo melihat makanan di hadapanya.
"Sayang emang kamu tega makan ini, kok bentuknya kaya punya aku sih"
...Coba ada yang tau gak, apa yang di bawa Shela, sampe Luki bilang mirip punya aku?????...
...Ritual sehabis baca ya jangan lupa like komen vote and gift......
__ADS_1