The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Shela Marah


__ADS_3

"Ceklek" pintu terbuka


Prankk


Brakkk


Bruuukk


Barang barang yang ada di sekitar ruangan itu berterbangan bagai mempunyai sayap, dan untung saja Luki sempat menghindar dari lemparan barang barang itu.


"Sayang berhenti..." Luki mencoba menenangkan Shela namun semakin Luki mendekat Shela semakin mengamuk, dan terus saja mencari barang yang bisa ia lemparkan ke arah suaminya itu.


"Jangan mendekat, pergi dari sini aku gak mau lihat kamu lagi !!!" Shela pun melarang Luki agar tidak mendekatinya, saat Shela melihat pecahan kaca di bawah sana ia segera mengambil nya dan mencoba akan melukai dirinya kalau Luki sampai mencoba mendekati nya lagi.


"Diam kamu disitu, jangan coba coba mendekat atau aku akan membunuh anak ini!!" Shela mengancam Luki dan mengarahkan pecahan kaca itu keperut nya.


"Tenang sayang, jangan lakukan itu, dia anak kita sayang"


"Stoooooopppp" Shela masih saja bersikeras untuk menghentikan Luki agar tidak mendekat, namun tubuh Shela semakin melemah dan juga bergetar, kepalanya begitu pusing ia bagai berputar putar di sana membuat tubuh nya sedikit limbung.


"Bruughh"


Tubuh nya terhuyung ke depan dan jatuh, namun dengan sigap Luki langsung merangkul tubuh Shela dan memeluk nya erat.


"Sayang bangun..." Luki mencoba membangunkan Shela yang sudah sangat lemah, Lukipun segera memanggil Gara dengan berteriak.


"Garaaa,, Gara cepat kemari" Gara yang memang tak jauh dari sana langsung berlari dan masuk ke sana, dengan bingung ia melihat kamar itu bagai kapal pecah dan baru ia sadar Luki sudah berteriak kembali.


"Garaa cepat siapkan mobil, kita harus cepat membawa Shela ke rumah sakit" Luki menginterupsi Gara agar cepat, Gara pun tanpa tanya lagi ia langsung keluar dan berlari menuju garasi, di ikuti Luki yang menggendong Shela ala bridal style di belakang nya, tubuh Shela yang lemah ternyata sangat berat karena bawaan bayi di rahimnya, dan juga memang belakangan nafsu makan Shela benar benar meningkat membuat Luki kewalahan sendiri membawanya.

__ADS_1


Setelah tiga puluh menit berlalu akhirnya Gara menepikan mobilnya di parkiran rumah sakit, Shela kembali di gendong Luki dan langsung mendapat perawatan oleh pihak rumah sakit.


Selama Shela dalam perawatan Luki dan Gara menunggu di luar, "Bos sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Gara serius.


"Ceritanya panjang Gar, dan yang pasti Bos mu salah paham." Jelas Luki dan Gara hanya mengangguk saja tak ingin terlibat terlalu jauh tentang masalah kedua Bos nya itu.


Cukup lama Shela dalam penanganan kedua laki laki di depan UGD sudah menampakan raut cemas di wajah nya berharap semua akan baik baik saja.


Dokter akhirnya keluar dari dalam dan menemui Luki dan Gara di luar. " Maaf keluarga pasien?" sapa dokter wanita muda itu.


"Saya suaminya dok" Luki kemudian menghampiri dokter itu namun dokter berbagai nametag Indah itu langsung menyuruh mengikuti nya ke ruangan nya.


"Silahkan pak ikut ke ruangan saya!"


Luki pun mengekor di belakang dokter muda itu dan langsung masuk ke ruangan dokter Indah yang tak jauh dari UGD.


"Begini pak, istri bapak terlihat sangat stres dan membuat kandungan nya juga ikut melemah, baiknya bapak atau keluarga jangan membuat pasien banyak pikiran atau memberikan tekanan dulu saat ini"


"Iya dok saya akan berusaha menjaga nya, tapi kandungan nya tidak apa apa kan dok?"


"Syukur lah kandungan nya dalam keadaan baik walau janin dalam keadaan lemah, tapi saya akan memberikan obat dan vitamin untuk penguat kandungan nya pak"


"Baik dok terimakasih, saya permisi dulu"


Luki pun kembali ke UGD dan ternyata Gara sudah tidak berada di depan UGD, " Gara kemana ya? apa dia pergi?" tanya Luki dalam hatinya.


Saat Luki menengok ke dalam ternyata Gara sudah berada di dalam dan berbincang dengan Shela, Luki pun masuk ke dalam namun ia mendapat tatapan tajam bak ingin membunuh saja dari istrinya.


"Pergi kamu dari sini, aku gak mau lihat kamu" Suara Shela yang tinggi membuat Lukisan berhenti di tempat namun ia mencoba berdamai dengan istrinya dan kembali melangkah.

__ADS_1


"Pergi... kamu.. pergi... Gara suruh orang itu pergi.. pergiiii aaahhhhhh" Shela kemudian berteriak histeris saat Luki sudah semakin dekat, Gara dengan sigap langsung menghalangi Luki dan menyuruhnya untuk pergi dulu dari sana.


"Bos tolong pergi dulu dari sini bos" titah Gara


"Kamu berani mengusir saya hah?" Luki tak terima ia di usir dari sana oleh anak buah istrinya itu.


"Maaf bos demi Bu bos agar ia tenang dulu, biar saya yang menemani dan menjaga nya dulu di sini" Gara mencoba bernegosiasi dengan Luki dan akhirnya Luki pun mengalah walau hatinya tak tenang.


"Baiklah, jaga dia baik baik saya akan kembali lagi nanti setelah semuanya beres"


Luki pun pergi meninggalkan ruangan Shela dengan hati yang kesal dan penuh amarah, "Ini gara gara Nindi dia harus bertanggung jawab atas semuanya."


Luki bergegas pergi dan menghubungi seseorang dari ponselnya, " Cari dia sampai dapat dan bawa ke tempat kita".


" Siap bos" Jawab seseorang di sebrang telpon.


Sementara Marta dan Nindi masih sibuk memilih barang barang yang mereka inginkan di sebuah Mall besar dibsana. " Tante silahkan pilih dulu yang Tante mau ya, aku mau milih baju di toko itu" ucap Nindi pada Marta yang langsung di angguki oleh Marta.


"Baik lah, nanti kalau sudah selesai Tante tunggu di kasir ya sayang"


"Oke Tan, happy shoping "


To be continued


Haii aku hadir kembali, maaf ya lama gak update dan juga aku gak bisa setiap hari update sekarang, punya kerjaan baru yang lumayan menguras tenaga dan waktu.


semoga semua sehat selalu ya,


Happy reading guys...

__ADS_1


__ADS_2