
Di rumah mewah Luki, Marta sedang duduk sambil membaca majalah fashion kesukaannya, ia mendengar suara mesin mobil berhenti didepan.
"Hah itu pasti anak sialan itu, aku harus pura pura khawatir dengan keadaan rumah tangga mereka"
Luki pun masuk ke rumah dan langsung berdiri di hadapan Marta dengan sangat angkuh dan marah, "sayang bagaima..." pertanyaan nya terpotong oleh pertanyaan Luki.
"Ma, sebenarnya apa yang mama rencanakan?" Luki langsung bertanya tanpa melihat Marta yang seakan ingin bertanya kepadanya.
"Ma..maksud kamu apa nak?"
"Jangan panggil aku anak lagi mah, karena kamu bukan ibuku, bukan ibu kandungku"
Jlebb
"Apa yang kamu katakan sayang, aku ini ibumu"
Marta mencoba meyakinkan Luki.
"Kau hanya ibu sambungku saja, pantas kau tak pernah menyayangiku dari kecil"
"Kamu tahu dari mana?, pasti wanita itu kan yang memberitahumu, dia wanita jahat dia saja meninggalkan mama di Mall dan ia kabur saat aku ingin membayar belanjaanku"
"Dia aku yang culik, dan kini Nindi akan aku buang jauh dari kehidupanku"
"Maksud kamu, kamu sengaja membawa Nindi"
"Sudahlah Ma, aku sudah muak dengan permainan licik kalian, aku ingin sekarang mama tinggalkan rumahku."
__ADS_1
"Tapi mama gak mau pergi, tempat mama di sini nak"
Luki menghela nafas nya, ia kesal dengan orang di hadapannya ia tak ingin menjadi anak durhaka yang harus menyakiti orang tuanya walaupun ia bukan ibu kandung nya tapi tetap dari kecil ia tinggal bersamanya, namun jika wanita itu tetap berada di rumah nya maka rumah tangga nya akan semakin hancur, maka dari itu ia harus mengusir Marta dari sana.
"Maaf mah, keputusanku sudah bulat mama harus pergi dari sini tapi tenang saja aku sudah membelikan mama rumah sederhana agar mama bisa tinggal nyaman disana"
"Tidak, mama ingin disini tak ingin pergi dari sini, ini rumah mamah"
Luki mengeluarkan pistol nya dari saku jas nya dan menodongkan nya ke arah Marta, membuat Marta terkejut dan ketakutan setengah mati.
"Jika mama tidak mau pergi dari rumahku, maka mama harus pergi dari dunia ini"
"Ti..tidak Luki jangan lakukan itu, ba..baik mama akan pergi dari sini"
Marta berlari kekamar nya dan segera berkemas, ia tidak ingin mati sia sia ditangan anak tirinya, "Ahh daripada aku mati lebih baik aku pergi dari sini".
Sementara Marta berkemas Luki duduk di sofa dengan kelelahan, lelah jiwa dan raga nya menghadapi semua masalah yang saat ini ia hadapi.
"Pergilah mah jangan pernah mengganggu kehidupanku lagi, supir akan membawamu ke rumah itu, di sana sudah ada barang yang bisa mama gunakan, dan ada sedikit uang di laci tempat tidur untuk mama memulai usaha, aku tak ingin mama mengganggu rumah tangga ku lagi, dan kalau sampai itu terjadi peluru ini akan bersarang tepat di jantung mama"
"Ba..baik mama pergi, terakasih"
Marta pun pergi dari rumah Luki di antar oleh supir Luki, dan kini Luki sudah sedikit Lega karena dua orang yang jadi biang kerok sudah berhasil di tangani.
Beralih ke Rumah Sakit kini Shela sudah mengisi perut nya begitupun dengan Gara yang sudah kekenyangan.
"Gar cari tau dimana orang ini" Shela memberikan foto Nindi kepada Gara dan di sambut hangat oleh Gara, karena Gara suka dengan hal yang berbau detektif.
__ADS_1
Gara akan dengan cepat menemukan orang yang ia cari dengan bantuan anak buahnya yang lain tentunya. "Oke bos, tapi siapa yang akan menjagamu disini kalau aku tak ada?".
"Heii kau lupa siapa aku? tenang saja aku bisa jaga diri"
"Oke oke santai bos jangan nge gas, cepat tua loh.. tuhh keriput nya sudah ada di mana mana"
"Sialan kau"
Gara secepat kilat pergi karena tak ingin membuat Shela bertambah marah lagi, karena ia goda, Shela yang mendengar kata keriput langsung saja bercermin di kamera hp nya.
"Ishh mana ada keriput, dasar dia mengerjaiku" ketus Shela.
Sementara Gara menempatkan anak buahnya di pintu ruangan Shela, walaupun bos nya bisa jaga diri tapi tetap saja ia khawatir dengan kondisi kesehatan Shela yang sedang lemah.
Kini Gara dan anak buahnya yang lain sedang mencari keberadaan Nindi, berjam jam sudah namun pencariannya tak menemui titik terang.
"Ahh sial ini sudah terlalu lama, tapi gue belum bisa menemukan tikus betina itu, jangan jangan ada yang menyembunyikan nya."
Gara dan anak buahnya benar benar tidak bisa menemukan Nindi di manapun, akhirnya Gara kembali ke rumah sakit dengan sedikit kecewa, karena ini kali pertamanya ia gagal mencari orang dengan waktu yang paling lama.
"Duuhh si bos pasti kecewa, apa yang harus gue katakan" Gara berbicara sendiri sambil memukul mukul kepalanya, ia masuk ke ruangan Shela dengan sedikit ketakutan.
"Kemana saja kamu, lama sekali"
"Maaf bos saya belum menemukannya"
"Apa...???"
__ADS_1
"Braaaakkk"
to be continued