The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Menghilangkan Jejak


__ADS_3

Kini beberapa keluarga mendatangi klinik xx,tak terkecuali adikku Zifa dan juga mertuaku.


"Kakak.."


Zifa memelukku erat sambil menangis tersedu,aku pun mulai menangis kembali,,kami berpelukan cukup lama,,hingga akhirnya kami melepaskan pelukan kami kareana Zifa sudah mulai berbicara.


"Kakak,kenapa Key pergi secepat ini kak?"


Aku hanya menangis tak bisa menjawab pertanyaan nya,,ada rasa bersalah yang bersarang di dadaku,aku juga ikut andil dalam musibah yang terjadi pada Key.


"Maafin mama Key yang tak bisa menjagamu" gumanku dalam hati


"Sudah sayang,,ini sudah takdir jangan di sesali" ucap Mama mertuaku yang baru saja menghampiriku.


Aku langsung berhambur kepelukannya,seandainya tadi aku tak menjemput Key dari rumah mama mungkin ini tak akan terjadi pada Key.


"Aarrrrggghhhhh" Aku berteriak kencang setelah melepaskan pelukanku dari Mama Hana


Aku benar-benar terpukul dan tertekan saat ini bahkan semau orang di sekelilingku melihat ke arahku yang berteriak seperti itu.


Kepalaku pusing,,rasanya sakit dan berat sekali,,aku tak bisa menyeimbangkan tubuhku,,penglihatanku mulai buram hingga akhirnya semua nya gelap,aku tak sadarkan diri di hadapan semua keluargaku.


Aku pun di bawa dan di periksa oleh dokter,,namun dokter bilang aku hanya kelelahan dan sedikit stress selama beberapa hari.


Mereka membawaku pulang ke rumah berbarengan dengan jenazah Key yang di bawa oleh ambulance.


Saat di rumah,sudah banyak sanak saudara dan keluarga yang menunggu kedatangan kami,bahkan ada Mira dan juga Luki di rumah..


Saat ini aku sedang tak ingin berdrama dengan kedua orang tersebut,dan merekapun memakluminya..


Monic yang baru saja tiba di rumah langsung memelukku erat,,ia tahu apa yang sedang aku rasakan,masalah yang bertubi-tubi merundungku sampai aku kehilangan malaikat kecilku.


"Bebz sabar ya,ini udah takdir,Tuhan pasti punya rencana lain di balik ini semua"


Aku hanya mengangguk dan tersenyum,,tanpa ingin berbicara sedikitpun.

__ADS_1


Aku terus menatap Jenazah putriku yang terbujur kaku di hadapanku,,menunggu pagi datang untuk segera di kebumikan.


Semua pelayat sudah banyak yang pulang,tinggal keluarga dan saudara yang masih disini menjaga jenazah key.


"Kak,kaka istirahat dulu ya,,biar pagi nanti kaka bisa ikut ke makam"


"aku gak mau ninggalin Key Zif,,aku ibgin tetap di sini"


"tolong pikirkan kesehatan kakak juga,,jangan biarkan key sedih melihat kakak seperti ini"


Aku hanya terdiam tak mau berbicara lagi,,aku tak melihat Mas Rendra di sekelilingku,


Aku tau sekarang dia sedang berada di mana,saat ia sedang kacau,dia pasti berada di ruangan kerja nya,tapi aku tak yakin ia sendiri aku takut ada Mira yang menemaninya.


Ku bergegas ke ruang kerja Mas Rendra namun saat sudah dekat di ruangan nya,aku mendengar ada keributan di sana.


Aku mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka,betapa kaget nya aku melihat Mas Rendra sedang berkelahi dengan Luki dengan Mira yang melihatnya sambil tersenyum licik.


"Ki kenapa lo yang menjadi selingkuhan bini gue,kenapa lo tega ki"


"sekarang lo tau kan shela istri gue,terus kenapa masih lo terusin juga"


"Karena gue gak rela lo nyakitin dia bro"


"gue gak tega lo juga selingkuhi dia dengan temannya sendiri"


"suatu saat gue akan rebut shela dari tangan lo,kalo lo gak bisa jagain dia"


Bugh


Tinjuan keras mengenai wajah Tampan Luki,


Bugh


Luki pun membalas memukul Rendra,aku yang sudah tidak tahan melihat mereka berkelahi di waktu yang gak tepat,aku langsung masuk dan melerai keduanya.

__ADS_1


"Berhentiii,"


"Tolong rasakan sakit yang sedang aku alami sekarang,jangan seperti anak kecil kalian.."


"Mas Lihat anak kamu terbaring tanpa nyawa,bahkan kamu tak ada rasa peduli sedikitpun mas"


"Dan kamu luki,tolong pergi dulu dari sini,nanti kita semua akan menyelesaikan masalah yang terjadi saat ini.


Luki pun mengalah,,ia menghampiriku dan mencium kening ku lalu pergi dari ruangan itu,ada rasa senang saat luki mencium keningku di hadapan Mas Rendra.


" Dan kamu Mira,silahkan tinggalkan ruangan ini juga,jangan bikin semua lebih runyam"


Mira mendelik ke arahku,dan langsung pergi meninggalkan kami,,kini tinggal kami berdua di ruangan itu,tanpa ada suara sedikitpun,kami terdiam entah harua bicara apa.


Namun aku berniat keluar saja dari sini,saat aku beranjak akan pergi Mas Rendra mencekal tanganku,ia menarikku dan aku terjatuh ke pelukannya.


Ia memelukku erat sambil menangis,,"sayang maafkan aku,aku gak bisa menyelamatkan Key"


"Kata maaf mu sudah terlambat mas,Key takan bisa kembali"


Ia menatapku dengan tatapan bersalah,ia mengelap keningku dan mencium nya lagi.


"aku gak mau ada bekas Luki di sini"


Kemudian mencium bibirku sekilas,," Disini juga"


Dan menunjuk beberapa anggota tubuhku, yang lain,,


" Nanti aku akan menghapus semua jejak si berengsek itu"


"Sudahlah ini bukan saatnya seperti ini,,aku harus kembali ke depan"


Aku meninggalkan nya sediri di ruang kerjanya,rasa sakit yang kini berkecamuk di hatiku sulit sekali aku hilangkan.


..."Bersambung dulu deh,,nanti lanjut lagi ya,,jangan lupa jejak nya sayang-sayang kuh "...

__ADS_1


__ADS_2