The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Mabuk


__ADS_3

Malam ini sepasang suami istri itu sedang memikmati indah nya kota Jakarta dari atas balkon,duduk di ayunan di temani terang nya bulan yang bersinar.


"yang besok ikut aku ya,aku mau kasih kamu sesuatu" ajak Luki


"sesuatu?? apa??"


"Ada deh kejutan"


"ihhh jangan main rahasia rahasiaan segala,ayo kasih tau"


"bukan kejutan namanya kalau aku kasih tau sekarang" ucap Luki yang semakin membuat Shela penasaran.


Shela hanya mendengus saja,mereka kembali menikmati indahnya malam ini bersama 2 cangkir kopi yang memberi kehangatan di malam dingin itu,tawa dan canda mereka seakan memperdalam rasa cinta yang ada pada diri mereka masing masing.


#####


Sementara seseorang di sana sedang berada di sebuah hotel di temani laki laki tua yang layak di anggap ayah nya sendiri sedang bergumul mesra di atas tempat tidur.


"ahhhh ahhh ahhhh, Faster baby"


Kemudian laki laki itu terus menggenjot dengan cepat dan keras,


"euungggg ahhhhhh"


suara ******* dan lenguhan panjang terdengar di ruangan kamar itu dari sepasang manusia yang sedang menyalurkan ***** birahi nya.


"Thank you honey,you are the best" ucap lelaki tua itu kepada Nella

__ADS_1


"Dont forget my reward baby" ucap Nella manja


Ya Nella kerap kali menjual tubuh nya hanya untuk membuat 2 perusahaan bekerja sama dengan baik,bahkan ia sering memotret dirinya tanpa menggunakan sehelai benang pun alias telanjang,dan memberikan nya kepada calon klient nya.


Mereka mengakhiri pergulatan mereka dengan tanda tangan kontrak di atas materai,


"kapan kapan boleh ya kita main lagi" ucap sang tua bangka itu


"oke bisa di atur" jawab Nella


Celepooooootttt


mereka mengakhiri pertemuan dengan ciuman panasnya.


######


"Key papah kangen kamu" Lirih Rendra sambil menitikan air mata nya.


Ia begitu rapuh saat ini,mengingat kejadian kejadian beberapa bulan kebelakang membuatny menyadari setiap kesalahan yang ia perbuat,yang membuat anak nua pergi untuk selamanya,dan juga dia harus menelan pil pahit kehilangan sosok istri di hidup nya.


Rendra memandangi foto keluarga nya yang tertata rapih di meja kerja nya,foto yang menampilkan kebahagiaan,


"Aku harus bertemu Shela,aku harus mendapatkan nya kembali apapun caranya" guman nya dalam hati.


Kemudian ia keluar dari ruangan itu,menyambar jaket kulit serta kunci mobil di atas meja,dengan cepat ia bergegas menuju garasi dan mengeluarkan mobil kesayangan nya.


Ia melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang,namun di tengah perjalanan ia bingung ia akan pergi ke mana untuk bertemu mantan istrinya itu.

__ADS_1


Ia mengeluarkan ponsel nya lalu mendial nomor Shela .


"nomor yang anda tuju saat ini tidak bisa menerima panggilan,silahkan coba beberapa saat lagi" hanya suara operator yang ia dengar dari sebrang sana.


"Ahhh sial kenapa gak aktif sih,"


"oke tenang Rendra tenang" Rendra menarik nafas nya dalam dalam dan membuang nya dari mulut.


Renda memutar balik mobilnya, kemudian melajukan mobilnya menuju sebuah bar di kota Jakarta.


sesampainya di sana Rendra duduk di depan meja bartender ia memesan wine di sana,banyak wanita sexy yang mendekati nya,namun ia tidak memperdulikan nya sama sekali,karena saat ini yang di pikirkan nya adalah mantan istri tercinta nya.


Rendra begitu kalut dan frustasi saat ini,sudah berapa botoll wine yang ia tenggak membuat dirinya mabuk dan tak sadarkan diri,seorang petugas yang melihat Rendra kemudian menghampiri nya dan mencoba membangunkan nya,namun sosok tegap dan gagah itu sudah tak sadar ia pingsan karena sudah terlalu banyak minum.


Petugas itu mencoba menelpon nomor nomor yang terakhir ia hubungi,hingga mnemukan nomor Shela,kemudian mencoba menghubungi kembali nomor Shela.


Namun nomor Shela tak kunjung aktif,akhir nya petugas itu membawa Rendra ke sebuah kamar di bar tersrbut,itu memang di peruntukan untuk para pelanggan yang mabuk dan tak bisa pulang.


Sementara Shela dan Luki sedang asik memandang langit malam,mereka berasa anak muda yang sedang pacaran,di bawah naungan sinar rembulan yang menjadi saksi keromantisan mereka malam ini.


"Sayang ke kamar yu,udara nya udah gak enak" ajak Luki


Shela hanya mengangguk dan berdiri seraya masuk ke kamar,Luki mengekor di belakang nya,


Mereka merebahkan tubuh nya di kasur yang sama,sama sama saling memandang dan tersenyum.


Luki mencoba mendekat dan mencium seluruh wajah sang istri dengan gemasnya,mereka begitu bahagia dengan status yang mereka sandang saat ini,tanpa berpikir akan ada badai yang akan menerjang di depan mata.

__ADS_1


__ADS_2