
Shela menoleh ke asal suara,ia tersenyum ke arah orang yang memanggilnya tadi,
"Sorry gue ganggu kalian ya"
"Ehhh enggak kok" ucap Shela seraya mrlepaskan genggaman kedua tangan nya dari Rendra.
......"Ganggu banget malah,,sabar-sabar ini ujian" guman Rendra......
"boleh ikut duduk" tanya seorang pria itu
"silahkan" ucap Shela
"Oia mas kenalin ini Kevin,dia salah satu investor di perusahaanku."
"Rendra suaminya Shela"
Shela hanya menggelengkan kepala nya dengan jawaban nya Rendra,sebenarnya Shela sangat mempersalahkan jawaban Rendra tersebut,namun masih ada orang lain di hadapannya.
Shela terus saja mengobrol dengan kevin hingga membuat Rendra dongkol,ia berpamitan menuju toilet.
"Shel aku ke toilet dulu sebentar" ucap Rendra
Shela hanya menangguk saja,tak lama kevin pamit sebelum Rendra balik ke meja mereka,
"Shela aku duluan ya,masih banyak pekerjaan soalnya,oia salam sama suamimu,bilangin jagain istrinya biar gak aku rebut" ucap Kevin sambil melengos pergi
"Hahaa dasar kevin,selalu seperti itu" guman Shela
Tak berselang lama Rendra datang dengan wajah yang ditekuk,ia mendudukan bobot tubuh nya di kursi.
"Sudah pergi si pengganggu itu??"
"Sudah mas dia titip salam buat kamu,oia sepertinya aku juga harus pamit mas,"
"Tapi Shel aku belum selesai,kamu juga belum menjawab pertanyaan aku"
Shela mengernyit"maksud nya pertanyaan yang mana?"
Rendra menghela nafas nya kasar,kemudian ia kembali menggenggam kedua tangan Shela,
"Aku mau kita rujuk,aku janji aku akan bahagiain kamu"
Shela tersenyum manis ke arah Rendra,namun sepasang mata yang sedari tadi mengintai mengepalkan tangan nya,dia begitu marah,kemudian ia meninggalkan Shela dan Rendra masih dengan saling menatap.
"Mas terimakasih karena sudah mau rujuk denganku,tapi maaf aku gak bisa mas,walau kejadian kemarin bukan sepenuh nya salah kamu,tapi hati aku udah terlanjur sakit Mas,"
"apa kamu belum bisa maafin aku?"
__ADS_1
"Aku sudah sepenuhnya maafin kamu,tapi hati yang sudah terlanjur terluka tidak bisa utuh kembali"
"apa karena Luki"
"Salah satu nya iya,"
Jlebbbbb
Hatinya begitu sakit karena kejujuran Shela,namun Rendra sedikit menerima,karena tak mudah bagi mantan istri nya untuk melupakan semua yang terjadi begitu saja.
"Baiklah Shel,tapi perlu kamu tau aku gak akan menyerah,aku akan terus perjuangin kamu"
Rendra berdiri dan mencium kening Shela sekilas,lalu pergi meninggalkan nya sendirian di cafe.
"Hati aku sekarang hanya buat Luki,gak ada yang lain lagi" guman Shela
Sekarang Shela teringat akan Luki,bahkan ia mengingat bagaimana Luki memperlakukan nya dengan begitu baik,
"aku mau ketemu Luki sekarang ach"
Shela langsung menghubungi ponsel Luki,namun tidak aktif dan sedang di alihkan.
"Dia kemana tumben gak aktif"
Shela beranjak pergi dari cafe dan langsung pulang,Sementara di sebuah ruangan seseorang sedang menahan kesedihan dan kemarahannya.
"Arrggghhh"
Bugh
Bugh
"Semua wanita sama saja,gak ada yang tulus"
Bugh
Bugh
Bugh
Kembali ia memukul nya dengan penuh emosi,,
"Kenapa Shel,kenpa lo lakuin ini? apa salah gue"
Bugh
bugh
__ADS_1
bugh
Pria itu terus saja membabi buta memukul dengan keras samsak tinju di hadapanya,hingga ia kelelahan dan duduk di lantai dengan bertumpu pada kedua lutut nya.
"Gue orang paling bodoh yang memberikan hati gue kepada wanita itu,bodoh bodoh bodoh" sambil memukul kepalanya sendiri.
Ia meracau tanpa henti,bahkan sampai air mata menetes keluar dari matanya.Ia kemudian mulai bangkit dan menuju samsak tinju kembali..
bugh..
bugh..
Luki kembali memukul nya dengan keras. Ya benar orang yang saat ini sedang patsh hati ada lah luki.
Siang tadi Luki ingin ngopi di cafe langganan nya,namun saat akan masuk ia malah melihat Shela yang tersenyum kepada Rendra dengan tangan yang di genggam Rendra,
Luki mendengar Rendra mengajak Shela kembali padanya,namun karena ekspresi wajah Shela yang tersenyum bahagia Luki mengira Shela menyetujuinya.
Luki segera meninggalkan cafe itu dengan perasaan sakit di hatinya,ia mengira Shela telah menghianatinya,dengan kembali pada Rendra.
"gue salah udah merjuangin apa yang gak seharusnya gue perjuangin." Luki tersenyum lirih dengan tatapan kosong.
Sementara hari ini Zifa pulang ke apartemennya,setelah beberapa waktu dinas di luar kota.
Ia memasuki apartemen dengan wajah yang lesu.
"Zi,,kamu pulang,,uuhhhh kaka kangen banget sama kamu" Shela memeluk dan menciumi pipi adiknya itu
"Kaka ih main nyosor aja,kangen sih kangen,gak udah lebay gini juga kali" Ketus Zifa yang sudah biasa bersikap seperti itu
"Kalo cowok ganteng yang melul sambil nyiin pipi Zifa sih gak apa-apa" sambung nya lagi.
"Huuuuhhhh mau nya ya di cium cowok ganteng" gerutu Zifa
Zifa meninggalkan Shela pergi ke kamar,sementara Shela kembali menghubungi Luki,namun kali ini panggilan nya tersambung namun tak ada jawaban.
"Haaaahhh kemana sih ini orang,dari tadi gak jawab-jawab telpon gue,gue kirim pesan aza.
" Luki sayang,jangan ke apartemen ya ada Zifa pulang,nanti aku yang ke sana" (send)
Di sudut ruangan Luki sedang deduk termenung,ia sedikit kaget dengan suara ponselnya yang berdering,ia melirik dan ternyata Shela yang memanggilnya,ia hanya mendiamkan saja tampa mau menyentuh benda pipih kesayangan sejuta umat itu.
Tak lama kemudian Suara notifikasi pesan masuk,di lihat nya dan ternyata Shela yang memgirim pesan,ia buka pesan nya.
*My Love*
" Luki sayang,jangan ke apartemen ya ada Zifa pulang,nanti aku yang ke sana"
__ADS_1
Luki hanya tersenyum tanpa mau membalas pesan wanita nya itu.