The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Ada Maling


__ADS_3

Shela mencoba mengobati luka suaminya dengan pelan pelan, namun hatinya masih penasaran siapa yang telah tega memukuli suami tercinta nya.


"Mas jujur ya sama aku, kamu berkelahi dengan siapa?"


"aku kan udah bilang, aku di gebugin copet, yang mau ngambil dompetku"


"masa kamu kalah sama satu copet, sampe babak belur kaya gini"


"Copet nya satu, temen nya banyak"


"Hahhh jadi kamu di keroyok, terus kemana si Ardi gak bantuin kamu"


Luki pun mengangguk, "udah yang jangan ngomel terus, Ardi lagi aku suruh anterin file ke kantor Klien" jawab Luki sambil meringis.


Shela pun kesal karena ada orang yang keroyok suaminya, Shela terua mengobati wajah Luki yang cukup parah jelek nya karena banyak lebam dan luka.


Tapi wajah Shela seperti yang sedang berpikir, "Yang mikirin apa sih" tanya Luki yang bingung dengan mimik wajah istrinya


"Aku akan cari siapa yang ngeroyok kamu, aku gak rela ya suami tampan aku di buat jelek kaya gini," ucap Shela dengan wajah marah nya.


..."Aduhh gue lupa siapa dia" bathin Luki...


"Gak usah ya sayang, Ardi udah urus ke kantor polisi kok, iya kan Di?" Tanya Luki pada asisten nya itu.


"Ehh i..ya bu u...udah" jawab Ardi dengan terbata, pasalnya Ardi memang tidak bisa berbohong


"kenapa kamu gugup di??" tanya Shela


"gak apa apa bu, cuma lagi gugup ada wanita cantik disebelah saya" Ardi melirik ke arah Zifa, ia berusaha memanfaatkan situasi agar tak terus di tanya oleh istri bos nya itu.


Zifa yang sudah tidak bisa menghindar dari lirikan Ardi wajahnya sudah memerah seperti kepiting yang sudah matang.


"Eehhh kamu dasar ya" ucap Shela sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Setelah selesai Shela langsung mengajak Luki ke kamar nya untuk beristirahat, dan menyuruh Ardi untuk menginap saja di rumah nya


"Ayo mas kita ke kamar, oh iya Ardi kamu nginep saja di sini ya, tidur di kamar tamu aja"


"Iya bu terima kasih"


Ardi pun pergi ke kamar tamu, namun saat melihat Zifa masih duduk di sofa sekalian saja mengajaj istirahat.


"Zi, ayo istirahat" ajak Ardi

__ADS_1


"What dia ngajak gue tidur bareng" bathin Zifa


"Heii kita belum muhrim ya, masa tidur bareng" ketus Zifa


"Oh jadi mau aku halalin dulu? boleh mau kapan?" goda Ardi.


Wajah Zifa pun kembali memerah, dan senyum senyum sendiri. " Maksud saya kan ngajak istirahat di kamar masing masing Zi, tapi kalau mau sekamar juga ayo" Ardi kembali menggoda Zifa.


"Dasar mesum" Zifa meninggalkan Ardi di kamar tamu sendirian.


Ardi hanya tersenyum, sekarang Ardi lebih berani menggoda Zifa karena sudah dapat lampu hijau dari bos nya, dan juga ia mempunyai hobby baru membuat wajah Zifa bersemu merah membuat gadis itu lebih menggemaskan.


Malam semakin larut, namun Zifa tak kunjung memejamkan matanya, kini ternggorokan nya kering tapi persediaan air di kamar Zifa sudah habis.


"Haus banget sih malah abis lagi nih air" Zifa pun turun dari ranjang nya ia kemudian keluar kamar dan menuju dapur, namun sebelum ke dapur ia melihat ada bayangan orang di dapur, Zifa pun waspada ia berjalan pelan pelan.


"Aduuhh apa itu maling ya" Saat Zifa melewati tangga dia melihat ada sebuah tongkat bisbaal, ia pun mempunyai ide untuk menyerang maling tersebut dengan tongkat itu.


Zifa semakin dekat dengan bayangan orang itu, ternyata orang tersebut sedang membuka lemari es dan menuangkan air es kedalam gelas nya, Zifa tidak bisa melihat jelas siapa orang tersebut karena lampu nya di matikan.


Zifa mengendap ngendap dan langsung menyerang orang itu dengan tingkat yang ia pegang, orang itu berteriak ampun karena kesakitan.


Bugh


Bugh


Bugh


"Suara itu kok aku seperti kenal ya? " Zifa menghentikan pukulannya lalu mencari stop kontak.


ceklek


Lampu pun menyala, dan betapa terkejutnya Zifa melihat Ardi yang sedang meringis kesakitan, karena teriakan Ardi yang sangat keras sehingga membangunkan Shela dan Luki, mereka pun keluar dari kamar dan menuju dapur asal suara kegaduhan itu.


"Ada apa ini ribut ribut" tanya Shela


"Ini Zifa bu mukulin saya" Ardi mengadu dan Shela pun melihat Ardi yang sudah babak belur bertanya apa yang terjadi pada Zifa.


"Ya Allah Zi apa yang kamu lakuin sih, Ardi sampe luka kaya gitu,"


"Maaf kak, aku kira maling hehe" jawab Zifa dengan sedikit cengengesan.


"Ya udah obatin sekarang, tanggung jawab kamu"

__ADS_1


"Yahh tapi kak, aku gak sengaja sumpah" elak Zifa dengan mengacungkan kedua jarinya membentuk hurup V.


Shela hanya menatap nya tajam, mau tak mau Zifa harus mengobati Ardi sebagai bentuk tanggung jawab nya.


Luki yang melihat kejadian ini hanya tertawa, "Kita satu sama ya, sama sama bonyok di gebukin hahahhaha".


" Huhh dasar bos edan, sama sama bonyok malah ketawa" guman Ardi namun masih bisa terdengar Luki.


"Ngomong apa kamu barusan?" Tanya Luki sambil menatap Ardi dengan tatapan bak Singa Lapar, siap untuk menerkam.


"Gak apa apa kok bos, emang saya ngomong gitu barusan gak kok, perasaan bos aja kali" elak Ardi dengan jantung yang berdegup kencang.


"Dia bilang dasar bos edan katanya kak" seru Zifa yang sedang menahan ketawa nya.


"Apaaa? benar kamu ngomong gitu, oke tahun ini gak ada bonus buat kamu" ancam Luki lalu kembali ke kamar nya menyusul istrinya.


Ardi pun menghela nafas nya kasar, "Aduhhh nasib kok gini banget sih, gara gara kamu nih pake ngadu gitu segala" Ardi pun mulai menyalahkan Zifa


Zifa hanya tertawa melihat Ardi yang cemberut dengan wajah kesal nya, Zifa pun mulai mengobati wajah Ardi dengan pelan dan penuh kelembutan.


"Awwww" ringis Ardi karena Zifa terlalu keras menekan luka nya.


"Eehhh sorry gak sengaja"


"pelan pelan Zi," titah Ardi yang masih merasakan perihnya pukulan Zifa


"Di sorry ya aku mukulin kamu tadi, sumpah aku pikir tadi kamu maling"


"Udah gak usah di bahas, udah malem istirahat ya, makasih udah ngobatin aku" Arsi tersenyum sangat manis di hadapan Zifa membuat jantung Zifa dag dig dug der...


Ardi pun berdiri untuk mempersilahkan Zifa untuk kembali ke kamar nya duluan, "Silahkan duluan Zi"


Zifa kini berdiri dari duduk nya dan mulai melangkah meninggalkan dapur namun kaki nya tersandung kaki kursi membuat Zifa langsung jatuh dan dengan sigap Ardi memeluk nya, hingga membuat bibir keduanya saling menyatu.


Cup


to be continued...


LIKE


KOMEN


VOTE...

__ADS_1


Makasih :)


__ADS_2