The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Si Japra


__ADS_3

"Kenapa tubuh ini lemah,tak bisa melawan Rendra" Shela memukul-mukul tubuh nya dengan kasar.


"sudah cukup Mas kamu memeperlakukan ku seperti ini,,lihat saja aku akan membalas semua penghinaanmu ini."


Shela berteriak dan menangis sejadi-jadi nya,hatinya benar-benar di penuhi amarah yang sudah membludak dan ingin segera di ledakan.


Bahkan barang-barang di sekitarnya telah banyak yang ia banting ke lantai dan ke dinding,ia bercermin di kaca besar ia melihat tubuh nya yang polos tanpa sehelai benangpun dengan noda merah di mana-mana.


"Arrrrggggghhhh"


"Aku benci kamu Rendra,aku benci..apa aku harus melenyapkan mu agar tak ada lagi orang yang menyakitiku."


Hiks..hiks..hiks..


Suara teriakan dan tangisan Shela terdengar sampai keluar kamar,Luki yang baru saja tiba di apartemen langsung berlari menuju kamar.


Dilihat nya kamar yang berantakan dengan barang-barang pecah dan tergeletak di lantai,Luki mengedarkan pandangan nya ke semua penjuru kamar mencari keberadaan kekasihnya.


Di lihatnya Shela yang masih Naked di hadapan cermin dengan tangisan yang pecah dan sebuah beling di tangan nya dan akan melukai nadinya.


Saat Shela akan menggoreskan beling ke nadinya tiba-tiba Luki berlari menghampirinya


Grep


Di cekal nya tangan shela dengan erat,di ambil nya benda tajam itu dan di lempar ke sembarang arah.


"Apa-apan kamu Shel?" bentak Luki


Shela tersenyum seram,dan menatap Luki tajam "kenapa kamu menghalangiku?,biarkan aku mati"


"jangan bodoh kamu Shel" suara luki melemah


"kamu sudah tak mau menyentuhku lagi kan,dan juga aku sudah di sentuh lagi oleh bajingan itu"


"Lihat tubuhku,,penuh dengan cupangan si Rendra berengsek"


"Dia menghinaku dan menuduh ku tanpa bukti tapi lagi-lagi dia menyentuhku"


"Bahkan sekarang yang di juluki kekasihku saja sudah tak mau menyentuhku lagi"


"Aku benar-benar wanita yang tidak ada harga dirinya lagi,aku ingin mati saja dan menyusul anak ku"

__ADS_1


Plakkk


Suara tamparan keras terdengar nyaring disekeliling kamar itu "Sadar Shel sadar,bangun dari keterpurukanmu"


Shela tersenyum sinis,dan menatap Luki


"Kamu juga berani menamparku sayang,kenapa tak bunuh saja aku sekalian hahhhhh"


Luki menarik tubuh Shela ke pelukannya,Luki memeluk nya erat dan mengecup pucuk kepala Shela.


"Tenang shel,ada aku di sini jangan pernah menyia-nyiakan hidup mu hanya untuk orang yang sudah menyakitimu."


Shela menangis sesegukan di dada bidang Luki,saat ini shela hanya butuh sandaran untuk meredakan kesedihan yang sedang ia alami.


Hika..hiks..hiks..


"Menangislah sayang,keluarkan semua yang ada di hatimu" ucap Luki


Luki melepas pelukan nya lalu menangkup kedua pipi Shela, "Lihat aku kamu adalah wanita yang kuat,tak ada lagi yang bisa menyakitimu termasuk mantan suamimu itu"


"Kita akan bersama melawan nya,dan memberikan penyesalan untuk nya karena telah menyakiti wanita cantik di hadapanku ini"


Blussshh


"Tuhkan kalo kamu senyum kecantikanmu naik berlipat-lipat"


Shela memukul pelan dada bidang Luki,


"Aww sakit yank" ucap Luki manja


"Apaan sih gitu aja sakit" ketus Shela


"Ki kamu gak ***** lihat aku telanjang gini" tanya Shela sambil menunjuk badan polosnya.


"sayang kamu gak Lihat si Japra dari tadi bangun??" Luki menunjuk batang nya yang sudah tegak


"Hahh si JAPRA" mata Shela membulat karena ada yang menyembul di balik celana Luki


"Tapi sayang aku sudah berjanji untuk tidak melakukan itu lagi padamu,sebelum kita benar-benar Sah" tegas Luki


"Aku hanya akan menghapus ini saja"

__ADS_1


tanpa ba bi bu Luki mendaratkan ciuman di bibir Shela dengan lembut


Cukup lama mereka berciuman namun pasokan okaigen sudah benar-benar menipis hingga mereka menghentikan kegiatan mereka.


"Mandi gih,kita keluar hari ini"


"mau kemana???" tanya Shela


"kemanapun kamu mau aku antar" goda Luki


"ihh gombal" sambil tersenyum dan mengecup bibr Luki sekilas


Luki menuju ke kamar mandi belakang ia segera menuntaskan sesuatu yang sudah ingn di keluarkan dengan bersolo karir.


"Ahh Shiittt sakit sekali menahan nya"


15 menit kemudian Shela sudah rapi dan siap pergi, Shela menggunakan dress selutut berwarna peach tanpa lengan


Ia sudah menutup semua bekas merah dengan menggunakan foundation,Luki yang sedang fokus pada gawai nya melirik ke arah Shela.


Luki menganga dan tak berkedip sedikitpun,Shela benar-benar seperti bidadari.


"Rendra kau akan menyesal telah membuang Bidadari cantik ini hanya demi sebuah lalat kecil" bathin Luki


"Ki kok bengong ayo berangkat"


"Ehh iya ayoo.."


Mereka pun pergi menuju sebuah tempat.


"Mas apa tadi kamu menyentuh mantan istrimu lagi??" tanya Mira dengan ketua


"Hemm" Rendra hanya berdehe saja malas untuk membahas.


"Kenapa harus sih,kan ada ku yang siap kapan saja kamu mau,aku gak mau kalau kamu kembali lagi padanya"


"Sudahlah gak usah merengek seperti itu,tadi aku hanya khilaf saja"


"cihhh khilaf katamu,dasar buaya " guman Mira


"heii jangan mengumpatku seperti itu"

__ADS_1


Mira mendelik kesal,lalu ia keluar dari ruangan Rendra berjalan dengan hentakan kaki yang keras.


"Dasar wanita"


__ADS_2