
Hari yang di tunggu Zifa pun tiba, kini dirinya sedang melihat penampilannya di cermin beaar di kamarnya, ia benar benar cantik menggunakan kebaya putih dan riasan sanggul di kepalanya dan yang sangat pas di tubuhnya membuat nya benar benar bak putri keraton.
Keringat dingin begitu terasa di telapak tangan Zifa, membuat nya benar benar sangat gugup saati ini, Shela yang baru saja masuk kamar melihat adiknya yang kini sudah dewasa dan sebentar lagi akan menyandang status sebagai seorang istri, membuatnya berkaca kaca dan mulai menitikan air mata haru nya.
"Kak kok nangis sih" tanya Zifa yang melihat kakak nya menangis
"Gak papa sayang, aka hanya bahagia adik kaka yang sangat kakak sayangi kini akan menjadi istri orang, dan kau sudah dewasa, ini saat nya kakak melepaskan tanggung jawab kakak sepenuhnya dan memberikan nya pada suamimu."
"Ahh kakak jangan bicara seperti itu, aku akan tetap jadi adik kakak walau aku sudah menjadi istri orang kak."
Merekapun berpelukan mencurahkan seluruh kasih sayang yang ada pada diri masing masing, "Sudah jangan menangis lagi, Ardi sudah menunggu di bawah"
Sementara Ardi di bawah sana sama terlihat sangat gugup, Luki yang melihatnya pun memberi semangat "Sudah rileks saja dan ingat nanti malam akan buka segel" ucapnya menggoda membuat Ardi semakin gugup saja, dan saat itu pula netra nya melihat ke arah tangga di sana ada seorang bidadari sedang berjalan menuruni anak tangga dengan perlahan memakai kebaya putih yang membuatnya semakin terlihat cantik.
Keduanya kini sudah duduk bersebelahan, dan acara izab qobul pun di mulai, dengan semanagt Ardi mengucap kan akad itu dan satu kali ucapan dengan lancar.
"Bagaimana para saksi Sah??" tanya pak penghulu yang menikahkan mereka
"SAH" ucap para saksi yang datang di acara akad Zifa dan Ardi dan membuat Ardi senang bukan main hingga ia berjingkrak dan berteriak.
"Yeesss alhamdulilah suksess"
para tamu yang melihah tingkah Ardi pun tertawa karena pasalnya Ardi adalah pria dingin dan cuek namun saat ini ia sangat terlihat pecicilan, "Sayang malu ihh" ucap Zifa sambil mencubit pinggang Ardi dan membuatnya mengaduh.
"Duhh pelan pelan nyubit nya sayang, awas nanti malam aku balas kamu.
Setelah acara selesai dan para tamu pulang kini di rumah Shela hanya ada Shela Luki Ardi dan Zifa serta ART, mereka duduk di karpet dan sedang menikmati makan malam.
"Makan kaya gini berasa lebih nikmat loh mas" ujar Shela yang terlihat banyak sekali makan malam ini.
"Iya benar sayang, dan Bi Inah gak usah makan di dapur disini saja bareng kita" ucap Luki
__ADS_1
"Tapi tuan saya tak enak"
"Sudah gak apa apa bi sini duduk" titah Shela.
"Zi setelah menikah kalian akan tinggal diman?"
"Aku terserah Mas Ardi saja kak"
"Wiihhh panggilan ya sudah berubah ternyata" goda Luki
Begitupun dengan Ardi yang tak percaya Zifa memanggilnya dengan kata Mas, membuatnya benar benar senang dan juga tak sabar ingin cepat melalukan ritual malam pertama.
"ihh mas jangan menggoda mereka terus, Di tinggal disini saja ya" usul Shela pada Ardi.
"Maaf bu, saya akan bawa Zifa ke aprtemen saya saja, saya tak enak kalau harus menumpang di sini, saya kan laki laki harus bertanggung jawab penuh atas istri saya" jelas Ardi yang membuat Zifa begitu terharu.
"Aahhh so sweet banget sih kamu, makin cinta deh aku, yuk ah ke kamar Mas, aku udah cape"
"Ih kak Luki apaan sih," Zifa benar benar malu, wajah nya begitu merah.
"Ya sudah kalian ke kamar sana" usir Shela kemudian kedua pengantin baru itu pun pergi ke kamar mereka, Zifa dan Ardi terlihat sangat gugup.
"Emm sayang apa kamu akan menyerahkan nya malam ini?"
Zifa yang di tanya begitu malah terlihat bingung, ia ingin tapi takut karena mendengar kata orang malam pertama itu akan sakit.
"a..aku sih terserah kamu, tapi aku tidak tahu caranya Mas"
Ardi yang mendengar kepolosan Zifa sedikit tersenyum, padahal sebenarnya ia juga tidak tahu caranya.
"Apa kita harus menonton blue film dulu untuk belajar? tanya Ardi.
__ADS_1
"hemm boleh deh"
Kini keduanya mulai menonton film dewasa tersebut, yang mulai dengan pemanasan dahulu, saling kecup dan juga berciuman, kalau hanya berciuman mereka sudah biasa dan perasaan mereka juga biasa saja saat melihat adegan bertukar saliva itu namun beberapa menit kemudian Film itu menampilkan adegan adegan yang lebih hot, membuat adik kecil Ardi berdiri tegak menantang,
"Mas punya ku basah," ucap polos Zifa membuat Ardi yang sudah benar benar tak tahan langsung menyerang bibir Zifa dengan penuh nafsu.
"Emmmmpphh"
Suara Zifa yang tertahan karena bibir nya yang di ***** Ardi, Ciuman mereka sangat dalam membuat keduanya kini lebih menginginkan sesuatu yang sudah berada di otak mereka sedari tadi.
Tangan Ardi menyusup di balik kaos longgar istrinya, ia kini menemukan mainan barunya dua buah squisy kenyal dan sangat nikmat, Ardi mulai memainkan choco chip yang sudah sedikit menantang membuat gelenyaran aneh di tubuh Zifa yang begitu memabukan.
Ardi kemudian melucuti semua pakaian Zifa hingga tak bersisa, ia benar benar terpesona dengan tubuh putih mulus yang begitu sexy, Kini di tatapnya choco chip merah muda dan dengan lembut mengemutnya seperti apa yang ia lihat di film tadi membuat tubuh Zifa sedikit terangkat karena nikmat.
"Ahhhh sayang..."
Suara deasahan Zifa membuat otak Ardi terus bertraveling hingga ia sudah tak tahan ingin mencoba mencelupkan pisang ambon nya kedalam sana, Ardi segera membuka celananya memperlihatkan kegagahan alat tempurnya yang membuat Zifa begitu terkejut kareba ukurannya.
"Ohh no honey jangan"
"kenapa sayang?"
"Itu besar sekali, aku takut tak akan muat di sini" Zifa menunjuk goa rimbunnya membuat Ardi semakin gemas saja dan kembali mencium Zifa dengan hot nya.
Membuat Zifa benar benar terbuai dan tak sadar kalau milik Ardi sudah berada di depan pintu goa nya, di dorong nya pelan dan sedikit kasar membuat mata Zifa membulat dan memekik kesakitan.
"Arrggghhhhhh"
To be continued
Stop dulu ah othor mandi dulu biar gak pening nih otak...
__ADS_1