The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Pelakunya terungkap


__ADS_3

Haii reader sebelumnya, aku mau kasih visual dulu nih,, ini versinya aku ya kalau gak suka kalian bisa ngehalu aja ya visualnya masing masing..


Ini babang Luki Ferdian



ini si cantik Shela dulu aku kasih visual nya yang lain tapi ada sebagian orang yang gak suka, kalau masih gak suka ya bayangin aza sendiri versi kalian ya gaes..



Ini Zifa, terlihat masih unyu unyu ya..



nah ini kekasih Zifa sang aspri babang Luki Ardi..



Kembali ke masalahhh...


 


"Siapa yang melakukan ini?" tanya Shela yang seakan benar benar marah melihat dapur nya begitu berantakan bagai kapal pecah.


"Kamu tenang sayang" ucap Luki mencoba menenangkan istrinya yang terlihat panik, ia tak ingin ada hal yang terjadi lagi setelah para musuh di hempaskan.


"Apa tidak ada yang menjaga dapur ini Ki?" tanya Rendra yang ternyata penasaran juga siapa pelaku yang mengacak ngacak dapur sampai kotor karena telapak kaki yang kotor dan semua makanan yang tersimpan di meja makan acak acakan.


"Entahlah aku juga gak tau, Zi panggil mang asep" titah Luki yang meminta Zifa untuk memanggil satpam yang berjaga di rumah nya


"Iya ka.." Zifa pun pergi untuk memanggil Mang Asep, tak berapa lama Mang Asep pun datang dengan tergesa gesa.


"Iya Bos ada ap..." Mang asep belum meneruskan pertanyaannya karena melihat kondisi dapur yang benar benar seperti kapal pecah, semua barang berserakan termasuk makanan yang di meja pun semua nya berjatuhan.

__ADS_1


"Kamu gak menjaga rumah ini dengan baik mang? kenapa bisa ada yang masuk seperti ini?" tanya Shela kepada mang Asep, karena sebelumnya Shela mempercayakan keamanan acara dan rumah nya kepada mang Asep.


"Ma..maaf bu saya beneran gak tau kalau ada yang masuk tak di undang ke sini" jelas mang asep dengan sedikit tak enak.


"Coba bi Inah dan MangbAsep periksa apa ada yang hilang" suruh Shela, dan mereka pun langsung memeriksa semua nya.


Sementara itu semua orang kembali ke ruang tamu, Rendra dan Amara pamit karena sepertinya Amara sudah terlihat capek, Amara pun kini sedang mengandung anak dari Rendra .


"Shel kami pamit dulu ya, Amara sudah capek sepertinya, aku doakan kalian agar senantiasa bahagia dan untuk calon anak kalian sehat selalu" pamit Rendra pada Shela dan Shela pun mengiyakan nya.


"Baiklah Mas terimakasih atas kedatangan kalian, aku juga doakan Amara dan calon bayi kalian sehat selalu."


"Bro jangan lupain anak kecil yang suka minta jajan sama abang nya ini loh" sindir Luki yang sudah terlupakan oleh Rendra karena Luki baru datang dari toilet.


"Astaga sorry bro, gue beneran Lupa kalau anak kecil ini sudah besar dan bentar lagi punya anak" Rendra dan Luki pun berpelukan hingga akhirnya mereka berpisah, Rendra dan Amara pulang.


Bi Inah dan Mang Asep sudah memeriksa sekaligus merapihkan kembali dapur yang acak acakan tersebut, setelah selesai mereka menghadap kepada Bos nya.


"Bu.. pak.. sepertinya di dapur tidak ada yang hilang, hanya makanan saja yang sudah acak acakan, dan juga hanya makanan di kulkas yang tidak ada" ucap Mang Asep.


"Siapa mas??" tanya Shela penasaran.


"Kalau kalian semua mau tahu, follow me now"


"Ya elahh so inggris nih so bos, ngomong sama klien aja belepotan" sindir seseorang yang baru sampai dari luar kota.


Semua orang menoleh ke asal suara, dan hanya ada satu orang yang sangat terkejut dan sekaligus senang melihat orang itu, "Ahhh ayang beb, miss you" ucap Zifa yang berlari memeluk kekasihnya yang tak lain dan tak bukan adalah Ardi sang asistes pribadi kakak iparnya.


Shela yang melihat Zifa memeluk Ardi dengan mesra nya malah ikut memeluk Luki juga dengan erat kemudian mencium pipi Luki bertubi tubi" Aahhh ayang beb i love you".


"Haiisss sirik aja sih kak" ketus Zifa yang merasa kakak nya sedang meledeknya, mereka pun tertawa bahagia hingga melupakan tujuan mereka mencari pelaku yang menghancurlam dapur.


"Pak bos katanya mau nunjukin pelaku yang ngacak ngacak dapur" Bi inah mencoba mengingatkan nya.

__ADS_1


"Tuhh kan jadi lupa, ya udah ayo"


Mereka pun mengikuti Luki ke halaman belakang dan ternyata benar di sana ada orang yang tergeletak dengan mulut menganga lebar dan perut yang bincit, sepertinya dia kekenyangan.


"Nah kan gak salah lagi, ini dia pelakunya" ucap Luki pasti


"Euleuh euleuh ini mah si Wareng atuh pak bos, orang gila yang suka berkeliaran di komplek ini" jelas Mang Asep.


"Lah dia tau aja disini ada banyak makanan, lagian mang Asep kenapa sampe kecolongan dia sih" tanya Zifa


"udah udah, biarin lah kita niat sedekah aja sama dia, lagian kan dia bukan orang normal macam kita, kalau normal kan gak bakal kaya gini" Shela memilih untuk tidak membahas lagi masalah ini dan berniat menyedekahkan apa yang telah di makan si wareng.


Mereka pun kembali ke rumah, dan penyelenggara acara sudah membereskan semua peralatan nya, sehingga rumah Luki sudah kembali tertata rapi.


"Sayang istirahat dulu ya, kamu pasti capek kan" titah Luki pada Shela yang terlihat sudah letih dan di angguki oleh Shela.


Setelah Shela ke kamar nya Luki menemui Ardi dan Zifa yang sedang duduk berdua di sofa tamu "Zi jauh jauh bukan muhrim" ucap Luki menggoda adik ipar nya.


"Ihh kakak ganggu aja sih aku kan kangen sama pangeranku"


"Preettt ah pangeran dari hongkong, sudah istirahat juga kamu aku ada urusan sama pangeran kodok mu ini, ayo ke ruang kerjaku".


Zifa yang merasa terganggu pun mulai memperlihatkan wajah kesal dan cemberut nya kepada Luki, namun Luki tidak menghiraukan nya.


Mau tak mau Ardi pun meninggalkan Zifa di sana " ya udah istirahat dulu ya, aku ke ruang pak bos dulu, nanti malam kita dinner ya" ucapan Ardi itu sukses membuat Zifa kembali tersenyum.


Ardi pun beranjak ke ruang kerja Luki, Luki yang sudah menunggu di sana langsung to the poin dengan tujuan nya menyuruh Ardi ke ruang kerja.


"Ada satu orang lagi yang mengganggu pekerjaan kita, kamu harus membereskan nya sekarang juga"


"Hahhhh?????"


to be continued

__ADS_1


Ada yang tau kah siapa yang di maksud orang itu???


yuk komen, dan jangan lupa Like nya ya reader tercinta..


__ADS_2