
Hari ini Shela mendapat kabar dari anak buahnya yang sudah berhasil menangkap Mira,
"Bos target sudah di markas"
"Oke saya kesana sekarang"
Begitu lah kira-kira isi pesan Shela dan anak buahnya,,Shela langsung menuju markas nya dengan cepat.
Di perjalanan Shela mendapat telpon dari Rendra,ia menepikan mobil nya sebentar.
*"Iya mas ada apa?"
#"Shel apa hari ini kamu sibuk??"
*"Sedikit"
*"aku ingin bertemu,ada yang ingin aku bicarakan"
*"oke nanti aku hubungi lagi sekarang aku ada urusan sebentar"
Shela langsung memutuskan sambungan telpon nya,ia kemudian melajukan lagi mobil nya dengan kecepatan tinggi.
Tak perlu lama untuk sampai di markas dengan keahlian dan kecepatan mengemudinya ia cukup 20 menit saja.
Saat masuk markas 2 orang penjaga di luar dengan pakaian serba hitam nya mulai menundukan kepala seraya memberi hormat.
Shela langsung memasuki ruangan dimana Mira sudah di sekap,dilihatnya Mira yang duduk disebuah kursi dengan tangan dan kaki yang di ikat.
"Haiii,,,apa kabar sahabat??" sapa Shela padanya.
"Shela apa yang mau lo lakuin ?? cepat lepaskan gue sekarang juga" pinta Mira sambil memberontak
"Jangan buru-buru sayang,permainan baru saja di mulai" ucap Shela dengan menepelkan sebuah pisau di pipi Mira"
__ADS_1
"Shel jangan macam-macam lo" Mira bergidik Ngeri melihat pisau yang sudah di depan matanya
"Mungkin Pisau ini yang akan berbicara,"
Sretttttt
"Awwww" pekik Mira,
Pisau itu mulai menorehkan luka yang cukup dalam di pipi kanan Mira
"Sakit Shel,apa yang lo lakuin ke muka gue??"
"Biar tampang murahan lo itu lebih jelek lagi,dan gak bisa menggoda para lelaki, ini akibat lo yang merebut Mas Rendra deri gue"
Srreeeetttt
Satu kali goresan lagi menembus pipi kiri Mira,Mira kembali kesakitan.
"Ini untuk dirimu yang mencoba untuk menggoda Luki"
"Gak ada yang bisa lolos dari tangan gue,sekalipun itu lo,gue benci sama lo gue benci"
"Hei kalian kemarilah,buka semua pakaiannya,dan nikmati lah tubuh wanita iblis ini,panggil teman kalian yang di luar juga" titah Shela kepada kedua anak buah nya
"Dan ini yang terakhir karena lo sudah bikin anak gue mati"
Shela melangkahkan kaki nya untuk keluar dari markas, namun ia berhenti sesaat dan menoleh ke arah belakang,
"Setelah ini Bunuh dia,dan buang mayat nya ke kol buaya di belakang markas"
"Shel gue mohon jangan,maafin gue Shel"
Mira kembali mohon dan meminta maaf kepada Shela,namun Shela cuek dan pergi dari markas.
__ADS_1
..."Maafin gue Mir,tadinya gue gak akan lakuin ini ke lo,tapi karena lo udah bunuh Key,bayaran nya adalah nyawa." guman Shela dalam hati...
Shela adalah seorang ketua Mafia,yang di juluki Black Rose,ia sudah bergabung di dunia mafia hampir sejak SMA,namun setelah menikah ia menyuruh anak buah nya mengambil alih jabatannya,karena ia harus fokus pada keluarga nya,namun saat ia butuh bantuan maka anak buahnya harus bisa membantu.
Mungkin saat ini Mira sedang di gerayangi oleh para anak buahnya,atau mungkin sudah menjadi mayat dan dimakan buaya,Shela merupakan seorang wanita yang kejam,kalau seseuatu mengusik hidup nya,namun mempunyai hati yang tulus.
Shela kemudian menghubungi Rendra untuk menemuinya,di sebuah cafe mewah.
Entahlah Rendra akan membicarakan apa,
Saat di hubungi Shela,Rendra begitu senang dan semangat,ia buru-buru pergi dari kantor padahal sekarang ia sedang meeting bersama klien nya,ia menyerahkan semua pada asisten nya.
Shela yang sudah berada di cafe,memesan minuman untuk dirinya dan Rendra, ia memesan coffee latte kesukannya dan black coffee kesukaan mantan Suaminya,Shela menunggu kedatangan Rendra dengan kesal karena lama.
"Sorry Shel aku telat" nafas Rendra ngos-ngosan karena berlari dari parkiran menuju meja Shela di lantai 2,Rendra sudah tau Shela akan memesan meja di tempat biasa dulu mereka sering kesini.
"kamu masih ingat kesukaanku" tanya Rendra
"aku belum tua Mas,kamu mau ngomong apa mas?"
Rendra duduk menghadap ke arah Shela,,dilihat nya manik mata Shela yang meneduhkan hatinya
"Aku hanya mau minta maaf atas semua yang sudah terjadi belakangan ini,"
"kita sudah membahasnya kan Mas,sudah tak ada lagi yang harus di maafkan,kita hanya harus menerima semua yang akan kita lalui sekarang"
"Tapi Shel" ucapanya terjeda,Rendra memegang kedua tangan Shela dan kembali menatap mata Shela.
"Aku mau kita rujuk lagi,masih ada kesempatan kan"
Shela mengernyit dengan apa yang Rendra ucap kan barusan,
"Shel"
__ADS_1
Panggil seseorang yang berada di balik punggung Shela...