The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Melamar Amara


__ADS_3

"Massssssss"


Shela berteriak kesal karena ulah suaminya itu, "untung cinta kalau gak gue masukin kandang harimau luh" cebik Shela.


Tak lama ponsel nya menerima notifikasi pesan.


"Bos wanita itu akan menunggu di Cafe Xx jam satu siang"


Shela menghela nafas nya kasar,melihat pesan dari anak buahnya,siang ini dia akan bertemu Nella.h


"Lo gak bisa di biarin setan kecil"


"Siapa yang gak bisa di biarin yang"


Deg


Luki yang sudah berhasil dengan misi nya kini kembalu dengan wajah penuh tanda tanya "Sial gue kelepasan, cari alasan apa?" bathin shela.


"Ehh gak mas, ini karyawan aku bilang ada yang cari masalah di kantor,boleh ya nanti siang aku ke kantor mau lihat lihat dulu."


"Mau aku anter?"


"Gak usah mas aku sendiri aja,lagian takut aku lama, mau benerin masalah nya dulu."


"Ohh oke" jawabnya singkat.


Luki kembali duduk di sebelah istrinya, dan mulai merebahkan tubuh nya dan tidur di pangkuan istrinya.


"Sayang aku pengen cepet cepet punya anak kayanya bakal rame rumah ini" sambil menciumi perut sang istri.


"Berdoa dan berusaha aja mas,biar Allah yang atur semuanya"

__ADS_1


Mereka kembali mengobrol kecil,bersenda gurau layaknya pasutri baru seperti yang lainnya.


Rendra dan Amara kini sedang di perjalanan menuju kota Garut, Kota dengan sejuta keindahan.


"Ra Garut nya di mana?, biar aku cari pake Google maps"


"Kecamatan Cibatu mas, kampung panyingkiran desa Keresek, cari aja pasti ketemu"


...(Pasti kok bakal ketemu, ketemu othor yang pastinya itu kan alamat othor hehehe, ayoo yang mau maen sini bolehh, tapi jangan lupa bawa oleh oleh ya,)...


Sekitar lima jam perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Sebuah desa yang asri, dengan pemandangan alam yang indah.


"Mas ini rumah aku, maaf ya rumah nya kecil"


"Gak papa kecil juga tapi nyaman"


Rendra duduk di sofa menunggu Amara yang masuk ke dalam mencari ibu nya.


Rendra kemudian mencium punggung tangan dari ambu nya Amara, "saya Rendra bu"


"Iya Nak Rendra ,silahkan duduk lagi atuh, Neng kamu ambilin minum buat nak Rendra"


Amara pun menurut ia kemudian berjalan ke arah dapur untuk membuat minuman, tak lama minuman pun siap dan di bawa ke ruang tamu.


"Ini Mas minum dulu"


"Iya makasih ra"


"Jadi gini Ambu kedatangan saya ke sini mau melamar Amara untuk jadi istri saya"


"Nak Rendra serius? kami hanya orang kecil nak" ucap Ambu nya Amara

__ADS_1


"maaf bu jangan begitu, saya gak pernah melihat dari kasta,saya sudah nyaman sama Anak ibu".


" Ibu sih gimana Amara nya saja nak, kamu gimana Ra mau sama Nak Rendra?" tanya Ambu


Amara hanya mengangguk sambil tersenyum,dan Akhir nya mereka sepakat akan menikah 2 minggu kedepan, dan Satu minggu lagi Rendra akan membawa orang tuanya ke sini.


Shela yang kini sedang berada di Cafe xx bersama Nella mendadak emosi karena Nella tak mau menggubris apa yang Shela inginkan, bahkan Nella menantang Shela untuk merebut Luki dari nya.


"Sorry gue udah terlanjur suka sama Luki,sampe kemanapun akan gue kejar, dan gue rebut dari lo" ucao Nella ketus


"Silahkan kalau lo masih tetep dengan pendirian lo,jangan salahkan gue kalau gue ngelakuin hal di luar nalar"


"gue gak takut"


"kalo gue nyebarin ini lo masih nolak?" Shela melempar beberapa Foto di tangan nya.


Nella melongo melihat foto foto syur nya dengan beberapa laki laki yang berbeda, ia benar benar kesal dengan aksi yang di lakukan Shela.


"Lo dapat dari mana foto ini?"


"cuma hal kecil gampang dapatnya" jawab Shela santai


Nella menghentakan kaki nya dan pergi dari Cafe dengan membawa semua foto tadi, " awas aja gue bener bener akan rebut suami lo"


"silahkan saja kalau bisa"


Shela tersenyum puas, ia saat ini masih merasa tenang, tapi dia tau kalau Nella takan berhenti sampai disitu pasti akan ada hal yang lainnya lagi.


"Sekali lagi dia mengganggu Luki, gue masukin ke kandang nya si Lion" ucap Shela gemas.


Shela melanjutkan ngopi cantik nya, siang ini dia akan ke makam anak nya untuk berziarah sebelum pulang ke rumah.

__ADS_1


Di perjalanan yang sedikit macet, Shela berhasil sampai ke area pemakaman hanya tiga puluh tiga menit saja.


__ADS_2