
Tubuh Luki kini terasa sangat lemas, terlebih karrna rasa mual dan muntah berkali kali membuat nya cukup tidak bertenaga untuk berangkat ke kantor hari ini.
ting tong
ting tong
Suara bel berbunyi mengagetkan Shela dan Luki yang sedang bersantai di sofa, Shela yang sedang memangku kepala Luki segera beranjak dan memindahkan kepala suaminya di bantal sofa.
Shela menuju pintu yang sedari tadi bel nya di pencet berkali kali, "Siapa sih pagi pagi gini udah bertamu aja" guman Shela.
Ceklek
Suara pintu yang Shela buka, seketika bola mata nya membulat sempurna melihat seseorang yang datang tepat di hadapannya.
"Hai...." Sapa orang itu
"Mau apa kamu kesini" tanya Shela
"Emang gak boleh ya aku kesini?
Orang itu nyelonong masuk tanpa permisi, ia berjalan gontai ke arah sofa ruang tamu, ia tersenyum melihat Luki yang berbaring di sana.
" Sayang siapa yang datang" tanya Luki
"Haiii Luki aku datang lagi"
"Lagi?" ucap Shela pelan
Shela mengernyitkan dahi nya ia bingung maksud kata Lagi yang barusan di sebutkan wanita itu, ya wanita itu adalah Nindi, yang saat ini datang mengunjungi rumah mereka.
Luki langsung bangun dari tiduran nya di sofa, "Mau apa kamu kesini?" tanya nya ketus
"Aku mau ketemu kamu, aku kangen tau" ucapnya tanpa malu
"Isssh dasar kaleng rombeng, nyaring amat Lu ngomong kangen suami orang" ketus Shela
Wanita itu hanya mendelik kesal melihat Shela yang begitu ketus nya, "Eehh diem lu, ambilin minum gih, gue haus"
"Ehh jaga mulut kamu ya, masa istri aku kamu suruh suruh"
__ADS_1
"ya elah aku kan tamu disini, wajar dong kalau dia ngasih aku minum"
"Udah Mas, biar aku ambilin minum" Jawab Shela dengan senyum licik nya.
"Liat saja apa yang akan gue lakuin" bathin Shela sambil tertawa menyeringai.
Shela menuju ke dapur, ia menyiapkan minuman untuk wanita itu, namun saat ia membuat minum ia mengambil sesuatu lalu ia memasukan nya ke dalam gelas itu sambil membayangkan apa yang akan terjadi nanti pada nya.
Kemudian setelah selesai Shela membawa minuman itu ke hadapan Nindi, Shela menaruh minuman itu di meja dengan sedikit ketus dan jutek, agar Nindi tidak curiga dengan minuman itu.
"Gitu dong kalau ada tamu ya layani dengan baik" ucap Nindi
Shela tak menjawab, ia hanya memperhatikan wanita itu yang sedang meminum airnya.
Sesekali Shela melihat tajam ke arah suaminya, Luki yang di tatap seperti itu mendapat sinyal buruk, "Mati gue, kalau itu singa sudah menatap kaya gitu, alamat gak aman hidup gue" guman Luki
"Makasih ya, minuman nya seger banget,"
"Hemmmm, udah kan minum nya sekarang pergi gih"
"Luki lihat dia mengusirku" rengek Nindi dengan nada manjanya yang terasa menjijikan untuk didengar.
"What pagi pagi kalian udah bercinta" tanya Nindi sambil memandang jengah ke arah Shela dan Luki, tapi saat Nindi ingin berucap lagi perlahan perut nya sudah mulai tidak enak, perut nya sakit.
Duuutttttt
Suara halilintar di pagi ini terdengar nyaring sekali, bau gas yang di hasilkan dari suara itu kini memenuhi ruangan dan begitu menusuk sampai ke hidung orang orang yang mencium nya.
"Heiii kau tak sopan ya," ujar Shela sedikit menahan tawa nya karena ia berhasil mengerjai wanita tak tau malu di hadapannya.
"aduhh maaf perutku sakit"
Duuuuuuuuutttttttttttt
kini suaranya semakin kencang dan bau nya semakin menyengat di hidung orang di sekelilingnya.
"Aku numpang ke toilet dong ki" Nindi berkata dengan wajah yang merah menahan malu dan menahan sakit di perutnya
"Ya udah sana ih dasar jorok, tuh kamu lurus aja ke sana nanti mentok ke kamar mandi" ucap Luki sambil menunjuk arah ke kamar mandi
__ADS_1
Nindi langsung saja berlari menuju toilet, dan di ruang tamu Shela malah tertawa terpingkal pingkal karena berhasil mengerjai Nindi.
"Hahaha ngakak banget tuh cewe, suara kentut nya gede banget" ucap Shela
Luki curiga kepada istrinya yang sedari tadi tertawa tanpa henti, "Sayang apa ini ulah mu? tanya Luki
" Hahahha iya emang kenapa? kamu gak rela dia aku kerjain??"
Seketika Luki tertawa terbahak bahak, sampai ia mengeluarkan sesikit air matanya.
"Aku gak nyangka loh punya istri jahil banget"
"Abis nya aku gemes sama dia, dari pada aku bunuh mending aku kerjain aja dia"
"Huss gak boleh ngomong gitu ya,"
Sementara di toilet Nindi sedang tersiksa dengan perut nya yang sakit dan terus terusan bolak balik ke toilet, baru saja dia merasa lega lalu saat keluar dari toilet baru beberapa langkah ia kembali lagi ke toileh.
"Ahhh lega nya, mudah mudahan gak sakit lagi"
Dia berjalan keluar dari toilet tapi sedetik kemudian perutnya kebali sakit dan langsung saja kembali ke toilet untuk menuntaskan panggilan alam yang sedang mempermainkannya.
Akhirnya setelah sebelas kali bolak balik penderitaan nya usai, kini tubuh nya benar benar lemas, ia bergegas ke ruang tamu kembali dan langsung pamit pergi.
Luki aku pulang dulu ya, ada yang harus aku urus sekarang"
""Ya sudah pergi sana" ucap Shela
"ini pasti perbuatanmu, awas kau tunggu pembalasan ku"
"Hahahhahahahahhahaha"
...Jangan Lupa ritual setelah baca ya, Like Komen dan Vote, dan mampir ke novel othor yang lain ya....
...- Berondong Halalku...
...-Sugar Baby sang Ceo Tampan...
...Makasih all...
__ADS_1