
"Kemana saja kamu, lama sekali"
"Maaf bos saya belum menemukannya"
"Apa...???"
"Braaaakkk"
Shela menggebrak nakas di sebelah nya dengan sedikit kencang membuat tangan nya memerah, "Baru kali ini kerjamu lelet gar, ada apa?"
"Maaf bos sepertinya ada orang yang menyembunyikan wanita itu"
"Siapa??" tanya Shela dengan penasaran namun Gara hanya menjawab nya dengan gelengan kepala.
"Telpon suamiku agar menemuiku sekarang juga!!!"
"oke bos"
Gara dengan cepat menghubungi Luki dengan ponselnya, namun yang menjawab suara operator "Maaf sisa pulsa dalam kartu prabayar
anda tidak mencukupi, silahkan isi ulang"
Gara langsung mematikan ponsel nya dan dengan sengaja cengengesan di depan Shela "Sorry bos pulsa saya habis hehehe"
Shela menggelengkan kepalanya jengah dengan kelakuan Gara yang hanya bisa nyengir, "Ya udah pake ponselku saja, tapi kamu yang hubungi dia" Shela pun memberikan ponsel nya pada Gara.
"Issh gengsi nya gede, gak mau menghubungi duluan padahal dia yang butuh" batin Gara
"Heehh jangan berpikir saya gengsi ya gak mau menghubunginya duluan, saya cuma masih kesal padanya" ucap ketus Shela namun Gara yang mendengarnya sontak kaget karena bos nya bisa tahu apa yang di bicarakan nya dalam hati.
"Ehh gak kok bos, mana berani saya bilang gitu" Gara pun langsung menghubungi Luki dari ponsel Shela.
Sementara di rumah Luki masih memijat keningnya yang benar benar di buat pusing oleh Shela, yang masih keukeuh tak ingin bertemu dengan nya saat tadi ia menelpon Gara.
Derrrrtttt
Derrrrtttt
Derrrrtttt
Suara getar ponsel Luki terdengar keras sekali, karena ia menyimpannya di atas meja, dilihatnya nama istrinya yang tertera di layar dengan semangat ia mengangkat telpon itu.
"Hallo sayang, bagaimana keadaan mu dan anak kita, aku kangen banget sama kamu sayang, boleh ya aku ke sana"
__ADS_1
"Maaf bos ini saya Gara"
"Issshh kau ini, kenapa gak ngomong sih"
"Lagian bos nyerocoa terus sih, saya cuma mau bilang Bu Bos menyuruh anda kemari sekarang juga"
"Apa benarkah itu??" tanya Luki dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
"Iya bos cepat ya, sebelum bi bos berubah pikiran" ucap Gara mengancam Luki
tuuutt tuuutt tuuutt
Luki memutuskan telpon nya sepihak, dan buru buru berangkat ke rumah sakit, Luki benar benar senang karena Shela menyuruh nya datang menemuinya.
Sementara Gara kesal karena Luki memutuskan telpon nya tanpa pamit, "Dasar Bos bucin, gue belum selesai udah main matiin aja" Gara menggerutu dengan pelan namun masih terdengar jelas oleh Shela.
"Apa yang kamu katakan barusan?"
"Heheh gak kok bos," Gara melengos duduk di sofa ia sedikit ngeri melihat tatapan tajam Shela yang seakan ingin membunuh nya saja.
Tak Lama Luki sudah berada di rumah sakit, ia masuk ke ruangan Shela " Sayang" Sapa Luki pada Shela, yang hendak ingin memeluk Shela.
"Stopp jaga jarak" ketus Shela
"Tapi aku enggak"
"Terus ngapain kamu nyuruh aku ke sini kalau gak kangen, ayolahh ngaku saja jangan gengsi"
Shela malah melotot dan menatap nya tajam "Iya iya maaf," Luki seakan takut dengan tatapan Shela membuat Gara tertawa pelan melihat ketakutan Luki pada bos galak nya.
"Dimana kamu menyembunyikan kekasihmu itu?" tanya Shela serius.
"Kekasihku siapa?"
Shela memutar mata nya jengah mendengar kepura puraan Luki, "Sudah tak usah pura pura, aku mencarinya dan tak bisa menemukan nya"
"Maaf sayang aku sudah mengirimnya ke tempat yang jauh, dan aku pastikan dia tidak akan pernah mengganggu hidup kita lagi."
Shela melongo mendengar perkataan Luki, "Apa ke tempat jauh? maksudmu apa kamu membunuh nya haahh?" Bentak Shela.
"Heii turunkan nada bicara mu sayang, aku ini suamimu"
"Maaf .. aku gak mau anakku memiliki ayah seorang pembunuh" ucap Shela pelan dan tanpa ia sadari air mata nya menetes.
__ADS_1
Luki yang melihat Shela menangis akhirnya memberanikan diri mendekat dan memeluk Shela, "Jangan menangis sayang, aku tidak membunuh nya hanya memberi pelajaran sedikit pada wanita ular itu" jelas Luki yang membuat Shela sedikit lega mendengar nya.
"Benarkah??"
"Iya sayang, aku hanya menembak kaki nya saja dan mengirimnya ke negara lain agar ia tak lagi mengganggu hidup kita, dan juga si mak lampir sudah aku usir sayang"
Shela langsung melepaskan pelukan nya dan menatap penuh tanya pada suaminya itu, "Mak lampir???"
"Iya ibu mertua mu, ceritanya panjang sayang aku malas menceritakan nya sekarang yqng jelas hidup kita kedepannya akan lebih aman lagi"
Shela bernafas lega mendengat penuturan Luki, bukan karena ia takut dengan orang orang itu ia hanya tak ingin terjadi sesuatu di luar batas lagi, karena sekarang ia sedang mengandung calon Luki junior.
"Kamu tidak selingkuh kan dengan dia?"
"Ohh Tuhan sayang, kamu sudah tak percaya pada suami tampan paripurnamu ini hah?"
"Ihh percaya diri mu tinggi"
"Tapi suka kan??" goda Luki yang membuat Shela tersenyum kembali, membuat Luki tenang saat melihat istrinya tersenyum lagi.
"Sayang aku kangen,"
Cup
Satu kecupan mendarat di bibir merah muda Shela yang langsung di ***** oleh wanita hamil itu, hormon kehamilannya kini membuat ia semakin hiper dalam urusan ranjang.
Ciuman panas pun terjadi di ruangan rawat Shela, saling ******* dan membelit serta membuat suara suara kecapan terngiang di telinga mereka.
Saat tangan Luki ingin menyusup ke daerah gunung kembar Shela suara deheman terdengar di belakang mereka.
"Ekheemmm sosorr terusss anggap aja patung"
Keduanya sontak melepaskan tautan bibir mereka dan langsung menatap tajam Gara yang masih berada di belakang mereka.
"Ck keluar kamu mengganggu saja" usir Luki pada Gara yang masih berada di belakang nya, dengan langkah lesu Gara pun keluar dari ruangan Shela dengan mengumpat berkali kali.
"Dasar bos gak ada akhlak, kalau udah mesra mesraan mana ingat tempat,Kemarin saja ogah ogahan, sekarang sosor sosoran, ahhh Tuhann nasib Jomblo saya kapan berakhir sih"
to be continued
Hayooo ada yang mau sama babang Gara??
aku kasih deh visualnya...
__ADS_1