
"Ada satu orang lagi yang mengganggu pekerjaan kita, kamu harus membereskan nya sekarang juga"
"Hahhhh?????" Ardi melongo mendengar perkataan Luki yang menyuruhnya membereskan masalah sekarang juga, sebenarnya ia sangat keberatan hingga melayangkan sedikit protes pada bos nya itu.
"Yang benar saja sekarang bos, bahkan aku baru saja datang dan sekarang harus kembali bekerja lagi, ahhh Tuhaaan" Keluh Ardi pada Luki yang benar benar membuatnya kesal.
"Ini harus sekarang juga, kalau tidak kita yang akan kalah" Ucap Luki serius lalu memberikan laptop nya pada Ardi agar dia melihat isinya.
"Oh My God, kenapa orang ini ingin sekali menghancurkan anda bos dan aku baru tau siapa sia sekarang?" tanya Ardi pada Luki yang sedang terlihat gusar, pasalnya orang yang berada di video itu bukan orang sembarangan melainkan ketua mafia yang terkenal kejam.
"Ok baiklah bos, aku akan melakukan nya malam ini juga, meretas semua data di perusahaan nya hingga ia benar benar jatuh." Ucap Ardi dengan sangat yakin.
"Dan satu lagi kita harus meminta bantuan pada clan Dragon King, karena pasti kita akan membutuhkan mereka"
"Bos anda kan ketuanya, kenapa harus meminta segala mereka akan dengan senang hati membantu mu" protes ardi
"ohh ia ya aku lupa haha" Luki pun tertawa dengan kekonyolan nya itu, membuat Ardi jengah sendiri.
Kini Ardi memulai menggunakan komputernya untuk mulai mengakses dan mencuri data di perusahaan Robby, ya orang yang kini sedang bermain dengan perusahaan Luki adalah Robby seseorang yang tergila gila dengan Shela.
Mungkin ia ingin Luki bangkrut karena kalau Luki sudah tidak mempunyai apa apa ia yakin kalau dirinya bisa memantaskan diri bersanding dengan cinta pertamanya, walau wanita itu kini sedang hamil anak orang lain.
Sudah cukup lama Ardi di depan komputer dan kini Ardi sudah mengalahkan dengan telak perusahaan Robby, dengan mengirim banyak virus di data perusahaan nya dan juga mencuri data rahasia perusahaan Robby lantas membagikan nya ke perusahaan lain, dengan demikian kini Robby benar benar yang akan bangkrut.
"Aahhh akhirnya selesai juga, untung keamanan akses untuk masuk tidak terlalu sulit sehingga aku mudah untuk masuk, dan siap siap pagi hari akan ada berita heboh yang membuat dia mati di tempat hahahha" Ardi pun tertawa puas dengan hasil kerjanya,
Ardi pun keluar dari ruang kerja Luki dengan sedikit kelelahan, karena ia benar benar memporsir tenaga dan otak nya untuk mengerjakan pekerjaan dadakan itu, namun karena ia salah satu hacker terhebat di Indonesia tentu saja cukup mudah mengerjakan nya.
Saat keluar dari ruang kerja Luki, Ardi berpapasan dengan Zifa yang hendak ke dapur mengambil air ," Sayang kamu belum tidur?" tanya Ardi pada Zifa.
"Aku kebangun dan haus jadi ke dapur mau ambil air, kamu baru beres??"
"Hemm aku lelah Zi, aku mau pulang "
"Kenapa pulang, disini banyak kamar, kamu tidur saja di sini"
"hemm baiklah, tapi temani aku sampai aku tidur, rasanya kepalaku sakit Zi"
"baiklah, ayo ku antar..."
Ardi dan Zifa kini menuju kamar tamu, Zifa menemani Ardi agar cepat tertidur, Zifa pun membantu memijat kepalanya agar sedikit lebih enakan..
"Sayang aku mencintaimu" ucap Ardi dengan lembut sambil menatap mata Zifa.
"Aku juga mencintaimu"
Cup
Ardi mencium bibir Zifa dengan lembut dan penuh kasih sayang, Zifa pun tak menolak bahkan ia menutup matanya untuk merasakan apa yang sedang berlangsung saat ini.
__ADS_1
Keduanya saling menikmati ciuman hangat di malam yang dingin membuat mereka berharap sesuatu yang lebih akan terjadi kepada mereka, namun kedua nya begitu kaku tak tau apa yang harus mereka lakukan selain hanya saling ******* dan juga membelit.
Setelah keduanya kehabisan oksigen mereka melepaskan ciuman mereka dan kembali saling menatap. "Zi.. apakah kamu mau menjadi istriku??" tanya Ardi dengan penuh keseriusa.
Zifa yang tak menyangka Ardi melamarnya ia hanya melongo terkejut dan tentu saja senang "Apakah kamu serius??" tanya Zifa.
"Aku serius Zi, aku tak ingin berlama lama pacaran, aku sudah yakin ingin memulai berumah tangga dengan mu"
"Tapi kita baru saja memulai, dan belum terlalu kenap Di"
"Kita akan saling mengenal setelah menikah, dan tentunya kita akan bebas pergi dan melakukan apapun."
"Hemm baiklah tapi lamar aku pada kakakku"
Ardi pun tersenyum dan mengangguk kemudian kembali menyosor bibir Zifa yang sudah mulai menjadi candu baginya, dan tentu saja Zifa pun mulai membalas ciuman itu.
"ahhh sial sia bangun" batin Ardi
Ia pun segera menyudahi acara bertukar saliva itu dengan sedikit panik, "Kenapa?? apa tidak suka kalau aku membalas ciuman mu?"
Ardi hanya menggelengkan kepalanya, tanpa menjawab pertanyaan Zifa "Keluarlah kepalaku sudah sedikit lebih baik Zi" ucap Ardi yang mencoba mengusir Zifa karena ia tak ingin melakukan hal yang lebih sekarang, takut Zifa akan membencinya.
"Kepala atas mu memang sudah baikan tapi kepala bawahmu yang kini berontak kan" ucap Zifa spontan karena melihat sesuatu yang terlihat penuh di celana Ardi.
"Kau nakal sayang, jangan biarkan aku memakanmu saat ini"
Lalu Zifa pergi dari kamar Ardi membuat Ardi benar benar penasaran dengan tubuh Zifa, yang memang sering ia travelingkan saat sedang di kamar mandi.
"lihat saja besok aku akan melamarmu Zi" guman Ardi.
Sementara di kamar Shela langsung menyerang Luki dengan ciuman hot dan dahsyat nya, membuat Luki benar benar kewalahan melawan permainan bibir Shela.
"Sayang aku mauu..." rengek Shela
"Tapi kata dokter kamu masih harus bed rest sayang"
"pelan pelan aja ya dan jangan lama biar qku gak cape"
"Oke Lahhh gasss"
Keduanya pun bertempur denga hati hati dan perlahan,
(sorry othor gak bahas yang lebih hot dulu ya, nanti bab berikutnya ✌️✌️✌️)
🌞🌞🌞
Kini pagi pun menjelang, mentari sudah mengintip di balik awan kedua pasangan yang masih bergelung dengan selimut tebalnya mengerjapkan matanya saat sinar matahari masuk di celah gorden nya.
"Ahh ternyata sudah pagi, Morning sayang Cup"
__ADS_1
Luki mencium kening Shela saat istrinya itu membuka matanya.
"Pagi juga mas, apa hari ini kau akan ke kantor?"
"Kenap?? aku sepertinya akan di rumah saja hari ini biar Ardi yang mengurus kantor ku"
"Iss kau bos yang tak bertanggung jawab mas,"
"Untuk apa punya anak buah kalau tidak bisa di suruh suruh"
Shela pun jengah mendengar betapa arogan suaminya itu, dan ia kini masuk ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi, Shela tak mau mandi karena hari ini ia tidak akan kemana mana.
Setelah beberapa saat bi Inah mengetuk pintu kamar mereka "tok..tok..tokk tuan nyonya sarapan sudah siap"
"Hemm baiklah baiklah kami akan turun" ucap Shela
"Mas maafkan aku, karena aku tak bisa memasak sarapan untuk mu beberapa hari ini, entah lah bawaannya mager banget mas"
"gak apa apa sayang, kamu harus banyak istirahat gak boleh cape dulu ya, ya sudah ayo kita sarapan"
Luki dan Shela menuju ruang makan untuk sarapan dan ternyata di meja makan sudah ada dua sejoli yang sedang bercengkrama dan menunggu mereka sarapan.
"Ardi pagi sekali sudah datang"
"ehh bu saya menginap disini semalam,"
Shela memicingkan matanya, "Awas kalian tidur satu kamar, kalian bukan muhrim"
"Ihh kakak, ya enggak lah kita tidur di kamar masing masing, iya kan yang" Zifa mencoba meminta pembelaan dari Ardi dan langsung di angguki Ardi.
"Bos sudah lihat internet??" tanya Ardi pada Luki
Luki yang di tanya langsung saja melihat handphone nya dan ia tersenyum senang dan puas "Kerja bagus, akan ku taikan gajimu bulan ini"
"Yee kakak ipar memang baik, biar aku nanti cepet di lamar" ceplos Zifa yang senang kalau Ardi di berikan kenaikan gaji oleh Luki.
"Hemm memang Ardi akan melamarmu? " tanya Shela curiga.
"Emmm itu... anu kakk emm, bilang dong yang"
Zifa menyenggol lengan Ardi yang berada di sebelahnya.
"Tidakkk bu"
"Haaaahhh?????"
Zifa terkejut mendengar jawaban Ardi dan tak terasa matanya mulai berkaca kaca..
to be continued...
__ADS_1