
..."Haloo reader2 ku tersayang sebelum nya aku mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada kalian yang sudah mendukung karya ku ini,tiap hari viewers nya semakin bertambah,belum ada sebulan novel ini aku tulis tapi respon nya sudah begitu baik,,semoga novel ku bisa di kontrak oleh pihak Noveltoon terus dukung karyaku ini,,biar aku semakin samangat untuk updat tiap hari"...
...mohon maaf belum bisa membalas komentar-komentar kalian ya,tapi sebisa mungkinn aku usahakan feedback di waktu senggang....
"Lepaskan Shel,silahkan kalau kalian akan kembali aku tak akan menghalangi nya,dan aku akan pergi"
"Jangan tinggalin aku Ki"
Luki melepaskan pelukannku...
ia lalu memutar badan nya dan menghadapku,ia memegang kedua tanganku.
"Shel apa kamu mencintaiku" tanya Luki sambil menatapku lembut
Deg
Jujur aku tak tahu dengan perasaanku sendiri,bahkan tadi aku masih bisa membalas ciuman Mas Rendra padaku,padahal hatiku benar-benar terluka oleh nya.
Aku diam dan tak menjawab pertanyaan nya,aku takut salah dengan perasaan ku sendiri.
"Shel jawab" Luki bertanya kembali,aku menunduk bingung dengan perasaan ku sendiri,Luki mengangkat daguku hingga mata kami saling menatap.
"aku gak tau ki,apa ini perasaan cinta atau bukan yang jelas aku taku kehilanganmu" ucapku lirih dan kembali menunduk aku tak mampu melihat tatapan hangat Luki padaku.
Luki memelukku erat kemudian mencium pucuk kepalaku.
"Baiklah aku akan memperjuangkanmu" ucap nya dengan lembut dan juga tegas.
Sementara di belakangku Mas Rendra memperhatikan kemesraan kami,ia mengepalkan tangan nya dan matanya menatap kami dengan tatapan seperti ingin membunuh.
Kami menghampiri Mas Rendra yang masih setia menatap kami,wajah nya begitu sangat ada raut sedih dan tak suka melihat aku dan Luki bergandengan.
"Sorry Bro,gue akan memperjuangkan Shela,Lo bodoh menyia-nyiakan wanita sebaik dia demi orang yang salah" Luki menyusul ku ke dalam apartemen dan meninggalkan Mas Rendra di luar.
Mas Rendra yang sudah sangat kacau ia langsung pergi meninggalkan apartemen,entah ia akan pergi kemana yang jelas sekarang dia benar-benar marah dan kesal.
"Bisa-bisanya mereka bermesraan di hadapanku,aku takan membiarkan kalian bahagia" Rendra benar-benar geram mengepalkan tangan nya dan langsung meninju dinding di sebelahnya,yang tak punya salah apa-apa.
Kini Rendra sudah sampai di sebuah rumah,rumah yang sederhana jauh dari kata mewah,ia berjalan masuk ke dalam rumah seperti sudah biasa ia keluar masuk rumah itu.
Di lihat nya Mira yang sedang duduk di karpet bulu sambil menonton tv dan memakan cemilan,Rendra duduk di sebelah nya dengan muka yang ditekuk.
__ADS_1
"Mas kok kesini gak bilang-bilang sih"
"dadakan" jawabnya singkat.
Ya rumah sederhana itu adalah rumah Mira,memang tidak mewah seperti rumah Rendra,namun suasana rumah itu bisa membuat Rendra tenang,makanya saat ia kacau akan ke rumah Mira.
"Kamu kenapa ada masalah?"
"aku sudah menceraikan Shela"
Mira tersenyum devil,bahkan seakan ia ingin berteriak dan jingkrak-jingkrak dengan berita bahagia itu,namun sayang seorang drama queen seperti Mira ia akan pura-pura sedih dengan kabar itu.
"Mas jangan bersedih,ada aku yang akan membuatmu bahagia,Shela akan menyesal karena meninggalkanmu mas"
"Aku pikir juga seperti itu,tapi banyak hal yang Shela bilang tentang mu"
"Maksud mas?"
Rendra menatap lekat mata Mira,ia kemudian bertanya pada Mira dengan wajah serius dan selidik.
"Apakah ini benar-benar anakku Mir"
Deg
"tenang Mira,jangan gugup tenang" Mira menenangkan hati nya agar tidak tetlihat gugup di depan Rendra
"Mir,kenapa diam?"
"ehhh itu mas anu..eung..apa kamu percaya pada Shela?"
"Dia sudah menghianatimu mas,dia juga tidak menyukaiku jadi dia akan memfitnahku begitu" jawab Mira
Rendara mengerutkan dahinya,ia seperti mencurigai jawaban Mira
"Mas apa kau tak percaya padaku?
" aku tidak mengatakan kalau Shela memfitnahmu seperti itu,itu hanya pertanyaan ku saja"
JLebbbb
Mira bertambah gugup dengan pernyataan Rendra,sebisa mungkin Mira tak ceroboh lagi untuk menjawab apa yang di tanyakan oleh Rendra.
__ADS_1
"Tadi kan mas yang bilang kalau shel berbicara pentangku,makanya aku langsung bilang begitu"
"oia mas kamu mau minum apa?? Shela mengalihkan pembicaraan mereka,Rendra yang memang sudah haus akhir nya meminta Mira membuatkan nya kopi saja
" buatkan aku kopi saja"
Mira langsung pergi menuju dapur,ia merasa lega tak di berondong lagi pertanyaan oleh Rendra
"Huuuhh akhirnya bisa pergi juga,untung dia gak curiga" Mira menghela nafasnya dengan lega
Mira berpikir harus membuat Rendra tak menanyakan hal-hal seperti itu lagi padanya,dan Mira pum memberikan obat tidur pada minuman Rendra.
Setelah Rendra menyesap kopinya dan habis setengah,ia mulai merasa mata nya berat,,ia benar-benar mengantuk saat ini,,Mira yang melihat Rendra sudah sangat mengantuk mengajak nya ke kamar agar ia bisa tidur di kamar.
"Mas kalau ngantuk tidur aja di kamar ya,,di sini dingin"
Rendra hanya menurut karena matanya benar-benar beray,akhir nya Rendra pun tertidur di kamar Mira.
"Huuh akahir nya dia tidur juga,,aku puaing dengan pertanyaan nya,,aku gak boleh ketahuan sebelum misiku tercapai"
Sementara Shela dan Luki tak jadi pergi keluar,karena mood mereka yang sudah gak baik,mereka berdiam diri di apartemen Zifa.
"Ki,,maafin aku ya"
"untuk??"
"yang tadi," uapku lirih
"Sudah jangan di bahas lagi,yang penting sekarang kamu bersamaku"
Cup
Luki mencium bibir ku sekilas,ia kemudian mengelap bibir ku dengan ibu jari nya,
"Sekarang aku gak mau milikku di sentuh orang,aku gak mau berbagi"
"ini...ini..ini..ini..ini semua punyaku Shel" sambil menunjuk semua anggota tubuh yanga da pada ku "ingat jangan pernah memberikannya pada orang lain,aku gak akan memaafkanmu kalau berani kamu memberikan nya pada laki-laki lain" ancam luki
"apa kau mulai bucin padaku? sambil aku mengusap benda pusaka di balik celana Luki
__ADS_1
" kau mulai menggodaku,aku takan mengampunimu sayang"