The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Mas Aku Bau ya??


__ADS_3

Mereka makan malam dengan hening hanya asa suara dentingan sendok dan piring yang beradu, hingga kedua nya selesai masih belum ada yang membuka suara.


Amara beranjak dari duduk nya, "Ra bisa bicara sebentar" tanya Rendra


"Aku juga ada yang mau di bicarakan"


Rendra mengajak Amara ke ruang keluarga, Amara pun mengekor di belakang nya, mereka duduk bersebelahan.


Sudah beberapa menit mereka masih terdiam,


"Aku"


"Saya"


mereka berbicara serempak,


"hemmmm, oke kamu aja dulu" ucap Rendra


"Maaf aku gak minta izin menurunkan foto mantan istri TERCINTA mu mas," ucap Amara dengan menekan kata tercinta lebih gereget.


" aku hanya tak ingin kamu mengingat nya lagi, karena sekarang aku lah istrimu, walau belum ada rasa cinta di hatimu tapi setidaknya tolong hargai perasaan ku Mas"


Rendra berpikir sejenak memang benar apa yang di katakan Amara, Rendra tak seharusnya mengingat terus mantan istrinya itu apalagi Shela sudah mempunyai keluarga baru.


"Maaf ra, saya gak bermaksud seperti itu, bahkan kalau semua foto Shela kamu buang atau kamu bakar pun aku gak akan marah, tapi aku gak mau kamu buang foto keluarga aku yang masih ada anak aku di foto itu, itu satu satu nya yang kupunya Ra"


"Haaahhhh" Amara melongo ia ternyata salah paham, bukan karena Shela tapi ternyata Almarhum anaknya.


"Maaf mas, aku akan ambil lagi foto itu"


"Ya hanya yang itu saja, yang lainnya biarlah tetap di sana" ucap Rendra


Mereka akhir nya menata kembali apa yang harus nya ada dan apa yang seharusnya tidak di tempatnya.


Setelah selesai mereka kembali ke kamar, Amara merebahkan tubuh nya yang sedikit lelah begitu juga Rendra.

__ADS_1


"Mas selai strawberry aku udah abis" ucap Amara malu malu sambil menutup wajahnya dengan bantal.


"Beneran?"


Amara hanya mengangguk tanpa membuka bantal di wajah nya.


"Yesss buka puasa lagi"


Rendra langsung menyerang bibir ranum Amara yang berwarna merah muda itu, benda kenyal itu kini menjadi candu untuk Rendra,di sesap nya perlahan, gigi Rendra sudah menggigit kecil bibir bawah Amara agar terbuka.


Kini Rendra bebas mengeksplor setiap inci bibir dan mulut Amara, Amara yang sudah lebih bisa menyeimbangkan permainan bibir itu kini membalas setiap Pagutan dan belitan lidah Rendra.


Tangan nakal Rendra berhasil masuk dari bawah baju piyama yang Amara pakai, Rendra meremas lembut sesekali memilin dan mempelintir pucuk gunung kembar itu.


"Accchhhh"


Suara desaha*n lembut di keluarkan Amara, membuat Rendra yang mendengarnya lebih gila lagi melakukan aktifitas olah raga malam ini.


Entah lah apa sudah tercipta benih benih cinta di antara mereka, yang jelas malam ini menjadi saksi penyatuan mereka yang pertama setelah halal, dan Rendra yang keadaan nya sadar sesadar sadarnya, tanpa meracau menyebutkan nama sang mantan istri.


Rendra semakin menggila dengan penyatuan yang mereka lakukan sekarang, dimana Amara kini berada dalam kungkungan nya, wanita itu tak henti henti nya meracau nama Rendra.


"Mass Rendra ahhh, masss, Arrrggggghhhhhhh"


erangan panjang tercipta dari bibir Amara yang semakin hari semakin menjadi candu untuk Rendra, kini Amara sudah mengeluarkan pelepasan nya entah yang keberapa kali, namun Rendra masih saja kuat tanpa ada tanda tanda akan tumbang juga.


Rendra kini membalikan tubuh Amara yang sudah kelelahan dan basah oleh keringatnya sendiri, di hentak nya dari belakang dengan ritme yang lebih keras dan lebih cepat dari sebelumnya.


"Amara sayang,, achh,," Racauan Rendra kini memenuhi ruangan kamar mereka.


"Arrrrgggghhhhhh"


Keduanya mengerang hebat dan panjang, mereka saling menyemburkan lahar panas nya dan beradu di dalam sana, ada harapan agar cepat menjadi pembuahan.


Mereka kelelahan sampai tak sadar mereka terlelap masih dengan sama sama polos dan tanpa selimut.

__ADS_1


Mentari pagi sudah bersinar di upuk timur, memancarkan sinar yang membuat dunia kini menjadi terang, setelah kegelapan malam menghilang.


Shela dan Luki kini sedang sarapan berdua di meja makan, "Mas boleh gak kalau Zifa tinggal sama kita di sini" tanya Shela


"Kenapa emang nya,dia udah gak mampu bayar Apartemen?"


"Isshhh bukan gitu Mas, kadang aku kesepian kalau kamu gak ada, apalagi sekarang kamu larang aku ke kantor"


"Oke lah, bagus juga kalau ada dia biar jagain kamu dari si Robby"


"Masss kok kesana lagi sih" rengek Shela


Luki hanya tersenyum melihat Shela yang manja, dulu ia tak pernah melihat sisi manja dan sisi jahat istrinya itu, dulu terlihat Shela wanita yang baik baik saja selalu tegar dalam menghadapi masalah sendirian.


Tapi semakin kesini, ia juga butuh seseorang untuk menjaga dan memperhatikannya, apalagi dengan kehamilannya sekarang ia benar benar berubah jadi kucing manis.


Didekatkan nya wajah istrinya itu, kemudian saat istrinya yang nyosor duluan malah Luki buru buru berlari ke kamar mandi, ia kembali memuntahkan sarapannya barusan saat Luki hendak mencium bibir wanita nya.


"Hoekkk.... hoeekkk... hoeekkk..."


"Hadeuuuhh bener bener ya kamu Mas, aku mau cium malah mau muntah, bau kah diriku"


Shela langsung menyusul Luki ke kamar mandi, ia memijat tengkuk suaminya dengan pelan.


"Mas aku bau ya, kok saat aku mau cium kamu malah muntah sih."


"gak tau yank, perut aku mual saat itu"


...JANGAN LUPA GAESS...


...LIKE...


...KOMEN...


...VOTE...

__ADS_1


...Makasih all, love...


__ADS_2