
Setelah selesai dengan pergulatan di ruang keluarga kini dua insan yang sedang sama sama di mabuk kepayang masih meneruskan kegiatan panas nya di kamar mereka, berbagai macam gaya dan posisi mereka coba dan hampir pukulmamp tiga puluh delapan dini hari baru selesai kegiatan bercocok tanam.
"udahh lemes yang? apa mau nambah lagi? tanya Luki
" udah ach kaki ku udah gak bisa di gerakin, gak ada tenaga"
Luki kemudian mencium seluruh wajah Shela dengan gemas, "Makasih yah, malam ini kamu kaya macan ganassss,"
"hahaha kamu juga luar biasa"
Tangan Luki kini mengelus perut Shela yang datar " Semoga cepat tumbuh ya Luki Junior"
"Aamiin"
Ucap kedua nya serentak, keduanya kini tertidur dengan posisi entah bagai mana kaki Shela berada di perut Luki dan kaki Luki terjuntai ke lantai, entah lah gaya tidur seperti apa yang mereka lakukan, saking lelah nya mungkin.
Shela terbangun karena suara alarm ia mengerjapkan mata nya hingga melihat ke arah jam dinding, jam lima lebih sepuluh menit, ia meregangkan otot otot nya yang di rasa sakit dan pegal akibat pertempuran semalam.
"Mas bangun udah subuh"
Luki yang masih nyenyak dengan tidur nya sangat sulit di bangunkan,Shela mengoyangkan badan Luki, sampai menggelitik tubuh nya, Luki masih belum bangun.
"Kamu tidur atau pingsan sih mas?, oke kalau cara ini gak bikin kamu bangun lihat saja nanti"
Shela kemudian memegang tongkat sakti mantra guna yang mampu menyemburkan bisa nya dan mengakibatkan pembengkakan pada perut hingga 9 bulan lamanya..
Luki yang merasakan sentuhan pada miliknya langsung bangun dan menginginkan sesuatu yang lebih.
"ayoo bangun mandi dulu kita sholat berjamaah, nanti malam aku kasih martabak lagi yang lebih spesial."
Dengan malas Luki mengekor di belakang Shela,mereka mandi bersama tanpa drama yang lainnya, sekitar lima belas menit mandi besar mereka akhir nya selesai dan langsung melaksanakan sholat subuh walau agak telat.
Selesai sholat Shela langsung ke dapur namun Luki malah kembali tidur, Shela yang sudah terbiasa masak untuk keluarganya kini mempraktekan kembali kebiasaan nya dulu,urusan masak harus dia yang handel sendiri tanpa campur tangan yang lainnya.
Shela memasak nasi goreng seafood kesukaan suaminya untuk sarapan pagi ini, cukup setengah jam Shela berkutat di dapur nya, dan akhirnya menu sarapan pagi ini sudah selesai.
__ADS_1
"Bi tolong tata di meja makan ya, aku mau bangunin dulu Mas Luki"
"iya bu" Bi iyem kemudian membawa makanan itu ke meja makan dan menatanya dengan rapi.
Shela yang sudah masuk ke kamar nya kini langsung menuju suaminya yang masih terbaring, namun fokus nya kini beralih ke ponsel Luki yang berdering.
Di lihat nya si pemanggil bernama "Bu Nella" Shela memicingkan mata nya, "mau apa lagi ini cewe gatel"
Shela kemudian menekan tombol hijau agar panggilan itu bisa tersambung "Halo selamat pagi" sapa Shela
"Pagi juga, Mas Luki nya ada?"
"Masih tidur"
"Bisa di bangunin sebentar ada yang perlu gue sampein"
"Sampein saja sama gue, nanti dia bangun gue kasih tau"
"Privasi"
"Dia kelelahan akibat pertempuran kita semalam, jadi belum bisa di ganggu"
Shela memutuskan sepihak telpon nya, ia kesal pagi pagi sekali si belatung nangka sudah menelpon suaminya, padahal ini week end waktunya libur dari kerjaan dan sebagainya.
...tapi kerjaan di kasur gak akan ada liburnya kan, hehehe....
Shela mengambil ponsel nya dan mengetik sesuatu untuk di kirim ke seseorang, setelah itu fokus kembalu ke sang suami.
"Mas ayo bangun,"
Luki menggeliat, dan mulai membuka matanya, kemudian duduk di sandaran ranjang nya mendekat ke arah Shela yang bibir nya mengerucut.
Cup
"Morning Kiss honey" Sapa Luki
__ADS_1
"Ayoo bangun kita sarapan,aku udah masak kesukaan kamu"
"bener kamu yang masak?
" iya mulai hari ini urusan masak aku yang handel,"
"oke deal ya,aku cuma mau makan masakan kamu aja"
"ya udah ayo bangun."
Luki bangun dan menuju kamar mandi untuk cuci muka,setelah wajah nya kembali segar kini mereka turun dari lantai atas ke meja makan.
Suasana pengantin baru masih begitu melekat pada mereka,romantis dan harmonis, ya semoga saja bukan hanya di awal pernikahan, semoga selamanya sampai maut memisahkan.
..."doa othor untuk diri sendiri dan buat semua para reader kesayangan othor"...
Setelah makan selesai kini pasutri itu duduk di ruang keluarga, bercerita sambil bercanda.
"Sayang mau ikut gak?" tanya Luki
"Kemana mas?"
"Nongkrong."
"ikut dong aku udah lama gak Nongkrong, tapi dimana?"
Luki beranjak dari duduk nya,wajah nya seperti menahan sesuatu " Di Wc yang, aku udah gak kuat"
Bruuuuuutttttttttt
Bom atom meledak memenuhi ruangan itu, membuat orang di sekitar nya kaget dan langsung menutup hidung.
Luki langsung berlari ke toilet, untuk menyelesaikan misi nya.
"Maasssssssssss"
__ADS_1
...Like komen vote and gift nya jangan lupa ya zheyenk....