
Malam sudah datang, sinar rembulan kini menggantikan peran matahari, suara gemericik hujan membawa seorang Luki Ferdian seorang CEO muda bertandang ke rumah Robby Prawira.
"Selamat malam Tuan ada yang bisa saya bantu?" Sapa seorang satpam
"Benar ini dengan kediaman pak Robby?" tanya Ardi
Sang satpam pun mengangguk membenarkan , kemudian Satpam yang bernametag Joko itu membuka gerbang dan menyuruh nya menunggu, Pak Joko akhirnya masuk kerumah tuannya memberitahukan kedatangan seorang tamu.
"malam tuan, maaf ada tamu yang ingun bertemu dengan anda di depan." ucap Satpam itu
"Siapa malam malam bertamu ke istana ku?" jawabnya angkuh
"Entahlah tuan, yang pasti orang itu ingin bertemu dengan anda"
"Suruh dia masuk"
Satpam itu mengangguk dan pamit undur diri kemudian berjalan keluar menemui tamu bos nya, dan mempersilahkan mereka masuk.
"Silahkan tuan, tuan Robby menunggu di dalam" ucap nya sopan
"terimakasih" ucap Ardi
Luki berjalan depan dengan Ardi yang mengekor di belakang nya, Luki melihat seseorang membelakangi nya.
"Selamat malam tuan Robby"
Seketika kursi itu berputar dan memperlihatkan wajah nya yang sedang tersenyum, Robby memang sudah memperkirakan kedatangan Luki.
"Haii selamat malam tuan Luki apa kabar?" ucap nya
"Tak usah banya basa basi, apa mau mu?"
"Haiii santaii kawan, kenapa terburu buru kau saja belum duduk di kurai mahalku." ucapnya sombong
"saya tak punya waktu banyak, istri tercinta sedang menunggu saya pulang di rumah"
"Ciiiihhhh sombong sekali kau mempunyai istri, nikmatilah kebersamaan kalian sekarang karena sebentar lagi Shelaku akan berpaling darimu"
__ADS_1
"Berengsek, apa mau mu hah??" Kini Luki semakin tersulut emosi bahkan sekarang Luki mencengkram kerah kemeja Robby.
"Sabar bos,,kendalikan emosi anda" ucap Ardi sebisa mungkin menenangkan bos nya.
"hahaha Kau sungguh tempramental sekali, memang sih anak muda seperti mu emosi nya sulit si kendalikan" ucap Robby lebih memanasi Luki
"Apa yang kau mau dariku?" tanya Luki yang semakin tenang
"Hanya satu Shela"
"Apa kau perjaka tua yang tak laku, yang masih mengharapkan istri orang, bahkan suaminya pun orang yang masih muda dan tentu kaya raya" Kini Luki menyombongkan dirinya
"Kau.... kurang ajar"
Buuggghh
Robby memberikan bogem mentah ke arah wajah Luki sontak saja Luki terhuyung karena serangan dadakan yang tidak bisa ter elakan lagi, Luki yang tak terima pun akhir nya membalas serangan itu dan alhirnya mereka saling pukul.
Ardi yang melihat nya sontak saja akan melerai mereka berdua "Bos berhenti"
Luki dan Robby kali ini kompak menyuruh Ardi diam, namun masih saling pukul hingga pak Satpam yang mendengar keributan itu langsung masuk dan berupaya melerai keduanya, Ardi pun sigap memegang tubuh bos nya, saat tangan Luki mengarah pada hidung Robi, Ardi dengan cekatan menghentikan Luki
"Kenapa kau menghalangiku, aku hampir saja berhasil mencabut bulu hidung nya" geram Luki pada Ardi
"sorry bos"
Akhirnya perkelahian antara kedua CEO besar itu berakhir dengab keduanya yang sama babak belur nya.
"Pergi kalian dari hadapanku, dan untuk mu aku akan merebut Shela dari mu"
Robby mengusir mereka dari rumah nya, kemudian Luki dan Ardi pun pergi, namun Luki sempat menoleh kembali dan menyerukan sesuatu.
"Silahkan kalau bisa" dengan senyum devil nya Luki bahkan menantang Robby.
Setelah Luki dan Ardi pergi kemarahan Robby semakin memuncak, ia membanting semua barang yang ada di hadapannya.
prankk
__ADS_1
brakkk
trankkk
"Arrrgggghh berengsek kau bocah berani berani beraninya bermain dengan ku, lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu"
Luki kini tiba di rumah nya, Luka nya cukup banyak namun ia tidak mau di bawa ke rumah sakit.
"Bos kita ke rumah sakit saja ya, biar lukamu di obati di sana"
"tidakk, cepat bawa aku masuk tapi jangan bilang aku berkelahi dengan Robby pada istriku"
"Baiklah, kalau itu mau mu"
Mereka langsung masuk ke rumah dengan Luki yang di papah Ardi, Shela yang melihat suami nya terluka sontak berlari mendekat pada Luki, dan saat Zifa mengikuti Shela berlari karena kurang hati hati Zifa terpelset lalu,
Grep
Ardi dengan sigap langsung menangkap adik dari istri Bos nya,
"Awwwww" pekik Luki yang dengan sengaja di jatuhkan oleh Ardi demi menolong Zifa
Tatapan Ardi dan Zifa bertemu, mereka masih saling tatap namun saat terdengar umpatan Luki mereka tersadar dan saling menjauh.
"Ahhh sial bokong ku" Teriak Luki sambil mengusap bokong nya yang mencium lantai.
"Dasar asisten tidak punya Akhlak, bos mu malah di jatuhkan". Kini tatapan tajam sedang mengintai Ardi.
Ardi menunduk karena takut dengan tatapan bos nya," Heii kau kenapa diam saja cepat bantu aku berdiri," ucap Luki menggeram
"Tidak usah biar aku yang memapahmu Mas," Shela kini membawa suaminya ke sofa.
"Maa kamu kenapa sih kok bisa kaya gini, dan bla bla bla bla bla bla bla....."
to be contineud
__ADS_1