The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Bangkrut


__ADS_3

Pagi yang indah untuk kedua pasangan yang baru saja menyelesaikan ritual mandi pagi nya, Luki kini sudah siap dengan setelan kantor nya.


"Sayangnya aku ganteng banget sih" goda Shela sambil melingkarkan tangan nya di leher Luki.


"Hemm pasti ada mau nya nih bumil sexy ku"


Luki mencium sekilas bibir Shela dan benar saja Shela tersenyum "Aku mau ke makam Key mas" ucap Shela lirih.


"Ohh cuma itu, iya nanti aku anter kesana"


"Bener ya sayang, muah muah muah"


Shela menghujami wajah suami nya dengan ciuman bertubi tubi membuat si otong bereaksi.


"Sudah yang lihat dia bangun"


"Upss maaf mas"


Luki hanya menggeleng melihat tingkah istrinya yang begitu menggemaskan itu, kalau saja ia tidak ada meeting penting pagi ini sudah di pastikan Luki akan melahap habis istrinya.


"Nanti coba lihat berita sayang, pasti ada berita yang bisa membuat kamu senang" ucap Luki dengan santai


Namun Shela tidak menganggap nya serius, ia melanjutkan langkah kaki nya menuju lantai bawah.


Kini mereka sedang berada di meja makan, dan ternyata Zifa dan Marta sudah berada di sana lebih dulu.


"Haii Zi kok belum siap siap pergi ke kantor sih?" tanya Shela yang melihat Zifa masih memakai baju rumahan nya.


"Kakak gak tau perusahan tempat kerja ku tiba tiba bangkrut dalam semalam, semua karyawan di berhentiin"


"Uhukk uhukkk uhuukk" Luki terbatuk batuk mendengar keluhan Zifa


"Perusahaanmu punya siapa?" tanya Luki


"Pak Budi Santoso" jawab Zifa


"Ohh pantesss"


"Siapa Zi budi santoso??" tanya Shela yang sedikit terhenyak mendengar nama orang tersebut.


"Kakak aku jadi pengangguran"


"Udah kamu bisa kerja di kantor kakak" ucap Luki tanpa menoleh ke arah Zifa yang kini sedang terkejut.

__ADS_1


Kini Shela menatap suaminya yang sedang sarapan, Kini Shela paham kenapa perusahaan tempat Zifa bekerja bisa bangkrut dalam semalam, pasti ada campur tangan dari suaminya.


"Mass" Shela memanggil Luki namun yang di panggil hanya tersenyum saja tanpa berniat berbicara apapun.


"Mahh tolong urus untuk syukuran empat bulanan Shela lusa nanti ya, aku percaya kan semuanya sama mama" ucao Luki meminta tolong pada ibu nya.


"Apa... kenapa harus mama?"


Luki menatap Marta dengan tajam itu artinya Luki gak mau di bantah, "Iya iya nanti mama yang urus" akhirnya Marta mengalah ia tidak mau membuat Luki marah dan bisa bisa ia di usir dari rumah itu.


"Kamu juga bantuin ya Zi, sebelum kamu kakak terima di kantor" ucap Luki


"Siap kakak ipar"


Kini Luki berangkat ke kantor nya sendiri karena Ardi di perintahkan untuk membeli semua Saham di perusahaan Pak Budi.


Saat ini Pak Budi Santoso benar benar terpuruk dengan kebangkrutan perusahaan nya yang sudah ia bangun susah payah, namun sekarang ia harus menjual seluruh sahamnya untuk menutupi hutang agar ia tidak di tuntut dan masuk penjara.


Hanya dalam semalam saja perusahaan besar itu tumbang, setelah semalam Luki menghubungi Ardi dan menyuruhnya membocorkan seluruh rahasia perusahaan Pak Budi.


Flasback On


Malam itu setelah Luki dan Shela melakukan ritual sebelum tidur, Luki keluar untuk mengambil air minum dan bertepatan dengan itu Luki menghubungi Ardi agar mengurus perusahaan pak Budi, Ardi dengan sigap langsung saja meretas semua akses ke perusahaan itu dan kini semua akses perusahaan pak Budi bocor ke mana mana, bahkan semua penanam saham langsung menarik saham nya dari perusahaan nahas itu, tak terkecuali kerja sama dengan perusahaan Luki langsung di batalkan secara sepihak, karena perusahaan intu berpotensi gulung tikar.


Setelah selesai Luki pun langsung menuju ke kamar nya lagi, Luki tidur dengan memeluk istrinya itu dengan erat tak Lupa mencium kening dan bibir Shela sekilas.


Pagi hari nya Luki sudah membuka mata, di lihat nya ada notifikasi pesan dari Ardi saat membuka nya ia tersenyum, karena Asisten nya itu selalu melakukan tugas dengan baik, "Itu balasan karena telah mengusik ketenangan keluargaku" ucap Luki dengan senyum liciknya.


Flashback Of


"Mas aku mau ketemu mbak Shela" pinta Amara pada Rendra


"Mau apa Ra?"


"Mau ketemu aja,"


"Iya nanti aku hubungi dia dulu takut nya lagi sibuk, dia kan kerja sayang"


Amara pun cemberut, ia juga tak tau kenapa ingin sekali bertemu dengan Shela mantan istri suaminya itu, "iya iya aku hubungi dia sekarang" ucap Rendra dan langsung mengambil ponsel nya menghubungi Shela.


Rendra -> "Halo Shel apa kabar"


Shela -> "Baik mas, gimana Mas sendiri?"

__ADS_1


Rendra -> "baik juga, ada waktu buat ketemu?"


Shela -> "ada apa mas?"


Rendra pun kini mengutarakan alasan nya untuk bertemu karena istrinya, dan akhirnya Shela memberikan alamat nya yang sekarang pada Rendra.


"Udah ya sayang jangan cemberut lagi, nanti malam kita kesana"


Amarapun kini tersenyum bahagia, ia memeluk suaminya manja, "Mas kok aku pusing ya?" tanya Amara yang sesekali memijit pelipis nya.


"Mau minum obat?" tanya Rendra


Amara hanya menggeleng lalu, ia merebahkan tubuh nya di sofa dan berbantalkan paha Rendra, Rendra kini yang mencoba memijat kening istrinya.


"Enak Mas,"


"Iya udah diem, mas terusin mijit nya" Namun siapa sangka tangan kanan nya memijat kepala Amara tangan kirinya malah menyusup di balik kaos yang Amara gunakan.


"Punya mu sekarang tambah besar ya Ra"


"Acchhh... kondisikan tangan nya Mas, aku minta pijit kepalaku bukan batok kelapaku" ucap Amara sambil mendesah manja.


Rendra malah nyengir namun tetap tidak menggubris perkataan istrinya, bahkan sekarang paha nya di gantikan bantal untuk kepala Amara, Rendra buru buru melahap bibir mungil istrinya, yang sedari tadi sudah menggoda.


"Mas... acchh pindah kamar yuk, takut bibi lihat" ucap nya sambil mendesah nikmat


Rendra pun kini menggendong Amara dan bibir mereka masih saja berpagutan enggan untuk melepaskan, setiba nya di kamar Rendra membaringkan tubuh Amara di kasur.


"Main kuda kudaan dulu ya, sebelum kita kerumah Shela"


Amara hanya mengangguk pasrah, ia tidak bisa menolak, karena akan sia sia saja kalau menolak karema suaminya akan menghalalkan segala cara kalau untuk urusan ranjang nya.


Kini keduanya sudah sama sama polos, Rendra pun mulai menyatukan tubuh mereka dengan sekali hentakan, terdengar suara lenguhan nikmat dari kedua nya, betepur di siang hari membuat mereka bermandikan peluh dan keringat, AC di kamar itu pun terasa tak ada gunanya sekarang.


Cukup 3 ronde yang mereka lakukan di siang ini, kareba Amara sudah sangat kelelahan akhirnya Amara langsung tertidur, Sementara Rendra mulai membersihkan diri nya di kamar mandi.


to be continued


Alhamdulillah udah masuk episode 100,


terimakasih buat kalian yang sudah setia sama cerita receh otor ini,


mungkin beberapa episode lagi menuju End ya,,

__ADS_1


Dan mohon maaf yang sebesar besarnya


Entahlah di paksakan nulis kalo otak lagi ga mood bener bener ancur hasilnya, maaf ya kalo ceritanya berasa aneh, othor bener bener blank nih...


__ADS_2