The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Rencana Busuk


__ADS_3

Pluukk


"Yesssss kena" seru Luki yang kegirangan karena misi nya berhasil.


"Awwww" Suara orang itu meringis kesakitan karena bantal itu tepat mengenai wajah dan kepalanya.


"Nindi" seru Luki karena ia salah sasaran namun ia malah tersenyum senang saat bantal itu benar benar salah menyerang orang.


Dilihatnya Nindi yang manja menghampiri dirinya dengan rengeka yang menjijikan menurut nya "Lukii... kenapa sih tega banget, sakit tau"


Shela yang sedari tadi menahan ketawa nya karena ada mertuanya disana kalau saja tak ada mertuanya pasti sudah sedari tadi tertawa terpingkal pingkal.


"Sorry gak sengaja," ucap Luki datar tanpa merasa bersalah.


"Sayang kenapa kok mereka di sambut seperti itu" tanya Shela yang sedang berpura pura saja.


"Tadi aku lihat ada tikus got datang, makanya aku timpuk aja"


"Apa...."


Suara Martha terdengar sangat nyaring di telinga, "Dasar anak nakal kamu, mama datang di kira tikus got" Martha pura pura marah sambil menjewer Luki agar Luki sedikit bernostalgia dengan masa kecilnya dulu, yang saat melakukan kesalahan pasti dapat jeweran dari mamah nya itu.


"Ampuunn mah ampuunn, aku bilang kan gak sengaja"


"Udah tante udah,, kasian Luki telinga nya sampe merah begitu" ucap Nindi manja dan berniat mengelus telinga Luki namun dengan gerakan cepet Shela menghalau nya.


"Jangan pegang pegang dia punya ku" Shela pun mempertegas kepemilikannya itu sampai ia kemudian yang mengelus telinga merah Luki dan sedikit di beri kecupan hangat.


Cup


"Udah gak sakit kan yang" ucap Shela setelah mengecup telinga Luki dan behasil membuat kedua orang itu dongkol.


"Ya sayang yang ini udah gak sakit tapi yang ini gak kuat" sambil menunjuk arah bawah perut nya.

__ADS_1


"Iissshhhh dasar, nanti aku puasin deh" Shela mencoba memprovokasi hati tamu nya itu,


Cup


Tanpa malu Luki mengecup bibir istrinya di hadapan kedua orang tersebut membuat darah ke dua orang tersebut mendiddih dan tanga nya mengepal kuat, namun Martha menggenggam tangan Nindi mencoba meyuruh nya untuk sedikit bersabar.


"Hemm... kalian lupa ada kami di sini?" Marta mencoba membuka suara nya kembali agar tak di hiraukam oleh Shela dan Luki.


"Ehhh iya mamah ngapain malam malam kesini" tanya Shela


"Maafin mamah ya kalau menganggu kalian, tapi boleh kan mama sementara tinggal disini, soalnya rumah mama lagi di renovasi sayang" rayu nya manja dan bahkan sangat menjijikan menurut Shela.


"Bolehhh.."


"Tidak..."


Ucap Luki dan Shela bersamaan membuat keduanya tidak kompak, "kenapa gak boleh Mas, dia kan IBU mu" tanya Shela dengan sedikit menekan kata ibu


"Aku tidak suka orang asing di rumah kita sayang" jelas Luki yang menyebutkan Ibu nya adalah orang Asing.


"Oke oke mama boleh tinggal disini, tapi tidak dengan dia" tunjuk Luki pada Nindi yang sedari tadi memegang kopernya


Sontak membuat Nindi meradang namun Martha tetap mengelus punggung nindi agar sedikit bersabar "Kenapa ki, dia hanya masa lalu mu sayang,"


"Karena dia masa lalunya mah, jadi wajib di lupakan dan di BU..ANG" ucapan Shela menjadi pukulan telak untuk Nindi, tangan nya mengepal sempurna ingin sekali ia melemparkan Vas bunga yang berada di sebelahnya kepada Shela.


"Baik aku tidak akan ikut tinggal disini, tapi kau harus menerima ibu mertuamu ini"


"Aku sangat menerima kehadiran nya kok, bahkan aku akan menghargai dan menghormatinya layak nya anak kepada ibunya"


"Ya sudah tante aku pulang ya, jaga diri tante di sini," ucap Nindi dan berlalu pergi


Shela pun mengantarkan Ibu mertuanya ke kamar nya untuk istirahat, "Silahkan mah, ini kamar mama, semoga mama betah ya" ucap nya tulus

__ADS_1


Martha mengangguk dan mencoba tersenyum, namun di balik senyum nya ada hal yang tersembunyi


Sementara di luar rumah Nindi merasa frustasi dengan gagal nya rencana yang sudah ia buat untuk ikut masuk ke ruamha itu, ia uring uringan sambil menendang nendang mobilnya, ada sepasang mata yang memperhatikan nya dari kejuha. membuat orang itu tersenyum licik.


Nindi melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota berharap hati nya tidak terus terusan dongkol ia pun membanting stir nya ke arah Club Malam dan tak di sangka orang yang sedari tadi memperhatikannya pun terus mengikuti hingga ikut masuk ke Club itu.


Ninsi yang sangat kesal akhirnya mabuk di bar itu, membuat dirinya terus meracau menyebutkan nama Luki, ia sendiri masih terlihat sadar walau sudah mabuk dan akhirnya orang yang tadi mengikutinya ikut mendekat ke arah meja nya.


"Haii butuh teman mabuk?"


"Siapa kau?"


"Anggap saja aku temanmu"


Mereka pun berbincang lama hingga Nindi mengutarakan niat nya, untuk menghancurkan rumah tangga Luki dan Shela membuat pria di samping nya tersenyum puas karena akan ada orang yang membantu nya dalam merencanakan semua kehancuran keluarga harmonis itu.


"Baiklah kalau begitu aku akan berada si pihakmu, karena tujuan kita sama"


Mereka tertawa bersama dan sama sama mabuk hingga mereka benar benar tidak sadar kalau sekarang mereka bercumbu di hadapan banyak orang.


"Untuk merayakan kerja sama kita, mau kah kau bermalam di apartemenku?" tawar Nindi yang sudah sangat ingin di sentuh oleh laki laki, pasalnya laki laki di hadapannya pun tak kalah tampan dan gagah dari Luki.


"Hahahha dengan senang hati nona, apa kau ingin aku puas kan malam ini?


" Kalau kau bisa memuaskanku sekarang, aku tak akan pernah menolak dirimu saat kapanpun dan dimanapun"


"Baiklahhhh....ayo..."


Nindi san laki laki itu pun pergi ke apartemen Nindi, Nindi yang haus akan belaian seorang laki laki mengajak nya ke apartemen.


"Kau akan mengerang nikmat di bawah kungkunganku nona, bersiaplah"


"Acccchhhhhkkkk"

__ADS_1


to be continued.


__ADS_2