
Pagi harinya aku terbangun dengan mata yang masih sembab dan perih akibat menangis semalaman.
Aku turun ke bawah ku lihat Mas Renda dan Mira sudah berada di meja makan sedang sarapan,
Dengan tak tahu malu nya Mira minta Mas Rendra menyuapi nya,,ia bahkan melihatku dengan tatapan yang sedang mengejek.
"Dasar tak tahu malu" ucapku yang langsung menuju dapur
"Mas mbak Shella sepertinya marah padaku" adu nya pada Mas Rendra
"sudah biarkan saja,jangan di masukin hati,sebenernya shella baik kok"
Aku keluar dari dapur dengan membawa nampan berisi sarapan,,aku melirik ke arah meja makan namun yang kulihat betapa manja nya Mira pada suamiku,,bahkan sekarang mereka terang-terangan di hadapanku.
"cuiiiiiihhh menjijikan" ucapku sambil sedikit meludahi lantai yang tak punya salah apapun.
"Shel sini sarapan bareng"
"maaf gak ***** sarapan di situ,," ucapku sambil berlalu pergi meninggalkan mereka berdua,,namun sebelum lebih jauh lagi aku melangkah ku menoleh ke belakang dan mengajak Mas Rendra agar menemuiku sesudah sarapan.
"Mas setelah sarapan tolong temui aku"
Mas Rendra hanya menoleh dan mengangguk tanda ia menyetujuinya.
Aku pun sarapan sendiri di kamar ku,,tanpa terasa aku meneteskan air mata ku kembali,,
Bahkan sarapan ku tak aku habiskan karena sudah tak mood untuk makan,,aku hanya merenungi semua nya yang telah terjadi.
Ku ambil ponsel ku,dan ku dial no monic,
tak lama panggil an pun tersambung,aku bicara banyakh dengan monic dan kami janjian bertemu di cafe nanti siang.
__ADS_1
Pintu kamar di buka dan telihat Mas Rendra tersenyum ke arahku,ia menghampiriku dan mengusap air mataku.
"tolong jangan menangis lagi,ini akan membutku lebih merasa bersalah lagi."
"Mas tolong berhenti bersikap seperti ini,aku muak mas"
"aku hanya ingin tahu,siapa diantara kami,aku dan mira yang akan mas pilih?"
"Kenapa aku harus memilih? aku bisa poligami shel?"
Aku tersenyum getir,karena aku sudah tau maksud dari Mas Rendra apa,ia seakan tak ingin kehilangan selingkuhannya itu karena ia berpikir anak yang di kandung nya adalah anak nya.
Padahal aku tahu jelas siapa Mira sebenarnya,ya aku memang mengetahui siapa mira sebelumnya,karena Mira adalah teman lamaku,dulu ia nakal sekali,ia sering gonta ganti pasangan,namun saati ia meminta pekerjaan padaku aku tawarkan menjadi sekertaris suamiku,karena dulu Mas Rendra sedang membutuhkan sekertaris di kantornya.
Dan juga otak pintar Mira membuat ku yakin untuk menjadikan nya sekertaris suamiku,,padahal aku sudah berbaik hati memberinya pekerjaan bukan memberikan suamiku untuknya.
"Maaf mas tapi aku gak mau di madu" ucapku lirih
"Bukan itu mas,bahkan aku akan menjauhi nya dan meninggalkan dia kalau kamu mau kembali padaku,dan memulai hiduo kita dari awal bersama Key,ingat mas kita punya KEY" aku sengaja menekan kata Key agar ia ingat pada anaknya.
Aku merasa lega karena sekarang Key masih di rumah opa nya,dan dia tak perlu melihat semua ini.
"Kamu jangan egois shel,ada calon anakku di perut Mira"
"apa mas yakin kalau di perut nya itu anakmu?"
"apa maksudmu??"
"tidak,tidak apa-apa,aku hanya mengingatkan saja agar Mas tidak menyesal"
"oia aku lupa,dari kapan kalian punya hubungan??"
__ADS_1
"setahun yang lalu"
Aku tersenyum sambil bertepuk tangan,mengingat betapa bodoh nya diriku karena tak menyadari kalau aku sudah di bohongi selama ini,,ternyata yang membuatnya berubah bukan karena game online tapi wanita keparat itu.
"ternyata aku bukan wanita yang pintar ya mas,,selama setahun aku di bodohi oleh suami ku sendiri"
"Aku benci sama kamu mas" sambil memukul pelan dada suamiku dan menangis sejadi-jadinya.
Mas Rendra yang melihatku kacau seperti itu langsung menyergapku,mencium bibirku dengan kasar bahkan aku berusaha menolak dan berontak,namun tenaga ku kalah dengan nya.
Ia terus memagut dan sedikit menggigit kecil bibirku,hingga bibirku terbuka dan ia pun tak melepaskan kesempatan agar bisa lidahnya memasuki mulutku,,
Aku terus memberontak,namun tetap gagal,kini ciumannya beralih ke leher ky iya mengecup dan memberiku tanda merah di sana,,aku merasa gairahku bangkit,,setelah lama ia berada di leherku kini ia turun ke dadaku,dibuka nya baju dan Kaca mata penutup dua bukit kembar milikku,ia membuang nya sembarang.
Ia pun ******* dan menggigit kedua pucuk nya hingga aku menggelinjang hebat merasakan keperkasaan suamiku,,ia terua merangsangku dengan sentuhan sentuhan nya.
Ia tahu kesukaan ku saat squisyku di mainkan nya,tubuhku akan benar-benar bergairah,ia lama bermain di sana.
setelah cukup lama ia membuka celana nya ia langsung mengarahkan junior nya ke mulutku,sebelun aku membuka mulutku ia sudah memaksaku agar membuka dan langsung meneroboskan junior miliknya.
Ia memaju mundurkan junior nya di mulut ku sambil menjambak rambutku agar bisa menyeimbangkan permainannya.
Setelah di rasa cukup ia langsung menyingkap rok ku dan membuka cd ku,ia membalikan tubuhku langsung saja meneroboskan sang junior ke dalam sana,hingga benar-benar masuk sempurna.
Ia memompa dan bergerak mau mundur dan sesekli meremas Kedua bukit kembar ku,,tanpa lama ia mengalirkan lahar panas dari mulut junior nya,,bahkan ia tak menunggu aku sampai puncak,,
setelah ia puas ia langsung mencabut junior miliknya,dan berbisik di telingaku,
"Istirahatlah aku akan mengantar Mira pulang"
Hatiku benar-benar hancur berantakan,,aku tak di anggap istrinya lagi,,aku hanya d anggap sebagai pemuas Nafsunya saja.
__ADS_1
Aku menangis dan berteriak meluapkan emosi jiwaku yang seakan ingin pecah saja.