
Hari ini Rendra dan Amara sudah menempati rumah Rendra, Amara menata ulang rumah nya, ia mendekor sendiri kamar dan ruangan lainnya karena Amara berpikir takut kenangan tentang Shela masih ada di rumah itu.
Amara juga menurunkan foto pernikahan Shela dan Rendra dulu, "Kamu memang cantik mbak, tapi aku gak akan biarin mas Rendra ingat terus tentang kamu" guman Amara sambil tersenyum.
Amara menggantungkan foto pernikahan nya bersama Rendra ditempat foto pernikahan Shela dan Rendra. "baguusss kan".
Amara membawa foto foto yang ada wajah Shela nya ke gudang belakang, Ia menaruhnya di sebuah kardus besar dan menutup nya rapat rapat.
Saat Rendar pulang kerumah dari kantornya kini ia melihat keadaan rumah yang sudah sedikit berbeda, ia melihat beberapa foto tampak sudah tidak ada di tempatnya, apalagi foto dirinya Shela dan Key yang hilang dari lemari itu, darah Rendra seakan mendidih.
" Amaraaaaaaaa" Rendra berteriak dengan kencang memanggil Amara
Amara yang sedang berada di taman belakang terperanjat kaget mendengar teriakan Rendra, Amara buru buru menghampiri suaminya, dengan sedikit berlari menuju asal suara itu.
"Ada apa Mas?
" Kemana foto yang di sini? Aku gak pernah izinin kamu mengganti foti ini"
"Tapi Mas dia sudah tidak ada di sini"
"Walau dia sudah tak ada tapi kamu gak berhak menggantinya"
"Kenapa mas? apa kamu masih belum melupakannya?"
"Sampai kapanpun aku taka akan pernah melupakannya" Dengan suara sedikit tinggi Rendra membentak Amara hingga Amara kaget di buat nya.
Amara langsung pergi dengan buliran air mata yang jatuh di pipinya, ia terisak dan hatinya terasa sakit hanya karena sebuah foto Rendra sampai tega membentak nya apalagi karena foto mantan istrinya.
Amara masuk ke kamar dan mengunci dirinya di dalam, Rendra yang tersadar apa yang ia lakukan kini duduk di sofa dengan sedikit menyesal atas apa yang barusan ia perbuat.
Shela dan Luki kini sedang berada di sebuah cofee shop, Shela yang sekarang sedang hamil selalu menginginkan datang ke coffee shop dan ia hanya menginginkan sang suami memesan kopi di sana,
__ADS_1
6 cangkir cappucino latte sudah berada di meja, Shela hanya menginginkan sang suami meminum kopi tersebut semuanya,
" Sayang udah ya,, 3 cangkir saja perut aku udah gak enak ini"
"ini permintaan anak kamu loh Mas"
"Huuuhhhh" Luki menghela nafasnya dengan kasar ia kemudian meneguk kembali kopi berikut nya.
"Shela.."
Panggil seorang pria tampan dan dewasa di hadapannya, pria dengan senyuman manis yang bisa membuat semua mata terpana melihatnya, termasuk Shela.
"Siapa ya?"
"Kamu lupa sama aku Shel?"
Shela hanya tersenyum sambil mengingat ngingat laku laki di hadapnnya sekarang "Aku Robby Shel, teman SMA kamu dulu" ucap pria itu dengan tetus tersenyum.
"Ohh iya sorry by aku lupa, soalnya banyak yang berubah dari kamu, dulu kan kamu suka pake kaca mata gitu"
"Kamu tambah cantik aja sih Shel"
"Hahha bisa aja kamu"
"Ekheeeemmmm" Deheman panjang keluar dari mulut Luki
"Ahh sorry aku lupa, kenalin ini Luki suami aku"
Robby mengulurkan tangan nya namun Luki hanya tersenyum menatapnya sinis, Shela memegang telapak tangan Luki dan memberi kode agar menyambut uluran tangan Robby, Luki dengan terpaksa bersalaman dengan Robby.
"Luki". ucap nya singkat
__ADS_1
" Robby" lebih singkat lagi
"Sayang udah aku abisin semua, sekarang ayo kita pulang, aku udah gak kuat ini"
Shela kumudia berpamitan pada Robby ia harus bergegas pulang karena Luki pasti akan mengeluarkan kembali isi perutnya di rumah.
Ya itu lah kegiatan beberapa hari terakhir ini, Shela ngidam selalu ingin ke coffe shop di sebrang rumah mereka, dan memesan 6 gelas cappucino latte tapi sang suami yang harus tersiksa menghabiskan semuanya, dan tentu saja sesudah mereka pulang Luki langsung memuntahkan seluruh isi perut nya.
"Shela tunggu" panggil Robby
Shela menoleh ke arah nya, "Ada apa?"
"Boleh aku minta nomor telpon kamu"
Namun saat Luki mendengar pria tadi meminta nomor ponsel istrinya, langsung saja Luki menarik tangan istrinya dan langsung mencium bibir istrinya dengan ganas di hadapan pengunjung di sana.
"Wah tontonan gratiss nih"
"Mantapppp beuuhhh"
"Aku juga mau dong di kiss"
"Selegedeepppppp"
komentar para pengunjung di sana terdengar samar samar di telinga Luki dan Shela namun mereka tak peduli dengan omongan orang orang di sekelilingnya.
Sontak Shela kaget, namun Shela membiarkan suaminya seperti itu, karena ia tau Luki sedang menahan kesal padanya, Shela tak mau kalau sampai Luki terlewat batas makanya membiarkan melakukan itu semua walau di hadapn umum, toh hanya satu atau dua menit Luki melakukan nya dan akan berhenti dengan sendirinya.
Robby melongo melihat suami Shela yang possesif itu, ia tau suami Shela bucin nya sudah akut tingkat dewa, " Menyenangkan kalau gue bisa merebut nya dari dia" guman Robby sambil tersenyum menyeringai.
...Sorry baru up lagi ya,,...
__ADS_1
...gak bosen deh aku minta dukungan nya, like komen and vote nya ya gaes.....
...makasih love dengan...