
"Sayang emang kamu tega makan ini, kok bentuknya kaya punya aku sih"
"iissshhh apaan sih mas, masa di samain sama punya kamu sih, yang jelas lebih enak punya kamu lah"
"hahaha kalau gitu, buat Luki junior lagi yuk" goda Luki
"Gak ah, aku mau makan ini aja"
Shela mengambil makanan yang ia beli tadi di jalan, kemudian menyuapkan nya ke dalam mulut nya, Ia lantas membuat seperti sedang melakukan sesuatu dengan makanan itu,
"Tuh kan kamu aja makannya kaya gitu, gimana aku mikirnya gak kesitu"
Shela terkekeh geli mendengar ocehan suaminya itu,,
"ini tuh pisang coklat lampung mas, sini buka mulutnya cobain enak loh murah lagi cuma goceng"
Luki kemudian mencoba pisang itu dan ia pun langsung tersenyum "iya enak yang, kenapa gak beli banyak"
"nyobain aja dulu takutnya gak enak, nanti mubazir gak ke makan"

Mereka akhirnya menghabiskan makanan itu tanpa membaginya pada yang lain, karena ternyata perut mereka terasa kurang kalau hanya satu saja yang mereka makan.
"Mas aku mandi dulu ya"
"ikut"
"Gak ah, alamat lama mandi sama kamu mah"
"Gapapa lama juga yang penting nikmat sayang"
"Diem disitu, jangan ngikutin, kalau ikut gak ada jatah malam ini"
"iya iya ngancam nya gitu mulu"
Shela akhirnya meninggalkan sang suami yang masih diam di ruang keluarga, ia bergegas naik ke kamar nya untuk mandi.
******
Nella yang kini sedang berada di kamar nya masih memikirkan cara bagaimana membuat seorang Luki jatuh dalam pelukannya, wanita itu sudah benar benar jatuh cinta pada laki laki yang sudah beristri.
"Tak apa sudah menikah, akan gue buat mereka bercerai, atau gur buat mati istrinya.
Nella kini menjelma seperti monster yang setiap saat akan menghancurkan lawan lawan nya, namun tanpa ia ketahui lawan nya bahkan tak sebanding dengan dirinya.
" Halo lakukan apa yang gue rencanakan saat ada kesempatan"
Kemudian tersenyum sesaat setelah menutup sambungan telpon nya, ia kemudian merebahkan dirinya di kasur, ia membuka galery di hp nya dan tersenyum saat melihat foto Luki yang sedang tersenyum.

"Apapun cara nya gue harus dapetin lo" Ucap Nella sambil memejamkan matanya dan tertidur.
*****
Garut
__ADS_1
Rendra yang sedang beristirahat di kamar Amara masih terus menyelidik seisi kamar wanita itu.
Ia menangkap sesuatu di dalam jam dinding itu,kemudian membawa nya, ia melihat ada foto yang di pajang di dalam jam, namun ia sedikit memicingkan matanya, ia seperti kenal pada sosok laki laki yang ada di foto itu tapi entah siapa, karena foto itu seorang yang masih memakai seragam SMP.
"Kok gue kaya pernah lihat orang ini ya??, tapi siapa dimana?"
Rendra terus mengingat siapa laki laki di foto itu, namun masih tetap tak bisa mengingat nya.
tok
tok
tok
Rendra di kagetkan oleh ketukan pintu di sebelahnya, " Mas, makan malam dulu, aku tunggu di meja makan ya" ucap seirang wanita yang tak lain adalah Amara
"iya Ra, nanti aku keluar"
Rendra kemudian keluar dan menuju meja makan, di sana sudah duduk ambu Amara dan kedua adik kembar Amara, Rara dan Riri.
"Ayo nak kita makan dulu" ajak ambu nya Amara
"iya ambu," Rendra kini duduk d sebelah Amara, Amara pun menyiapkan makanan di piring Rendra.
"Mas lauk nya mau pake apa?" tanta Amara
"apa aja Ra,"
..."Kenapa kamu mirip Shela Ra, dulu dia yang suka nyiapin semua kebutuhan aku, kenapa aku kangen Shela ya" bathin Rendra....
Mereka kini makan malam bersama, tanpa ada suara apapun hening dan canggung. Setelah selesai Rendra kini duduk di teras rumah Amara, di lihat nya jalanan yang sepi hanya beberapa kendaraan saja yang lewat, suasananya terasa nyaman tidak seperti di kota bising dan semerawut.
"hemmmm"
Rendra hanya berdehem tanpa menjawab, "Apa kamu yakin untuk menikahi ku, tanpa cinta dan perasaan apapun?"
"Entah lah ra, yang pasti cinta akan hadir karena terbiasa, maka tetap lah di sampingku setelah kita menikah, aku akan memperlakukanmu sebagai mana suami ke istrinya, memberikan hak dan nafkah."
"Semoga cinta akan hadir dengan cepat" ucap Amara lagi.
"Ya sudah Mas masuk yuk, udara nya dingin nanti masuk angin"
Rendra mengekor mengikuti Amara yang akan masuk ke kamar adiknya, "Stop Mas mau kemana kenapa ngikutin?"
"Mau tidur,"
"Kan ada kamar aku, kamu tidur disana"
"Temenin dulu,nanti aku udah tidur kamu bisa pergi" ucao Rendra manja
Amara pun menurut,ia mengantarkan Rendra sampai kamar nya, "Cepet tidur mas, aku juga udah ngantuk banget"
"Ya udah tidur sini bareng aku" sambil mengedipkan mata nya genit.
"ihh ngarep banget sih"
Rendra menarik tubuh Amara, Amara yang tak siap langsung menindih tubuh Rendra kini mata mereka saling menatap.
__ADS_1
"Kok gue deg degan ya" bathin Amara
"Jantung gue kenapa lompat lompat sih" guman Rendra
Kini Rendra mendekatkan wajah nya ke wajah Amara, di tempelkan nya hidung mancung Amara ke hidung nya dan Cup bibir mereka menempel sempurna, tak ada pergerakan apapun dari keduanya hingga Rendra kembalu menekan tengkuk Amara dan mencium bibir nya lebi dalam, tak ada penolakan dari Amara Rendra semakin mengeksplor seluruh rongga mulut Amara dengan lidah nya,
Menyesap dan sesekali menggigit kecil bibir dan lidah Amara, hingga membuat Amara mendes ah, suara desah an Amara yang terasa Sexy di telinga Rendra kini membuat si otong Meronta ingin di mainkan.
Amara melepaskan pagutan nya karena kehabisan oksigen, ia segera meraup udara agar pasukan oksigen nya tetap stabil.
Amara menatap manik mata Rendra, "Mas aku keluar ya"
"Kenapa?"
"Gak apa apa kok" Pipi nya memerah seketika
Rendra yang gemas langsung menarik kembali tubuh Amara, dan terjadi kembali pagutan panas antara mereka.
Kini tangan Rendra mulai menyelusuri setiap inci dari tubuh Amara, meraba dan sesekali meremas Buah kembar dari wanita itu.
Sampai akhir nya tanpa terasa mereka sudah sama sama polos, Rendra yang begitu profesional melakukan nya membuat Amara begitu menikmati setiap sentuhan dari Rendra.
"Ra boleh ya" Rendra meminta izin akan memasuki sebuah goa sempit di hadapannya.
Amara yang sudah di penuhi ***** sudah tidak bisa berpikir jernih, ia kemudian mengangguk pasrah,
si Otong yang sudah berdiri tegak kini siap akan menghujami lubang sempit milik Amara,
Tok
tok
tok
"Nak Rendra apa Amara ada di dalam?
Mereka berdua kaget dan langsung menjauh satu sama lainnya.
" Gak ada ambu, tadi bilang nya mau keluar" Rendra sedikit berteriak dari dalam kamar.
"Oh gitu ya sudah maaf ambu ganggu"
"iya gak apa apa ambu"
Rendra mengelus dadanya yang masih deg deg an, seperti maling yang terpergok sedang beroprasi saja.
Rendra yang melihat Amara sudah lengkap dengan pakaian nya ,menghembuskan napas nya kasar.
"Kenapa di pake lagi, kan belum masuk ra"
"Maaf Mas aku harus kembali, Ambu sudah mencariku"
Amara langsung pergi meninggalkan kamar nya dan kemudian menuju kamar Adiknya.
"Ahhh gagal lagi si otong nyembur"
...othor: "udah bang sana ke kamar mandi aja, bersolo solo ria"...
__ADS_1
...Rendra: "**Awas Lu thor gue cium pake golok nih....
Kabuuuurrrrrrr**