The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Shela VS Marta


__ADS_3

Pagi ini mentari tampak enggan keluar dari persembunyiannya, rintik hujan membuat udara sangat dingin menusuk sampai ketulang, dua insan yang tadi malam melakukan hubungan terlarang itu sama sama mengerjapkan mata mereka, dan keduanya saling menatap membuat sama sama tercekat kaget.


"Siapa kamu? kenapa ada di apartemen ku?" tanya Nindi denga penuh amarah


Namun laki laki bernama Robby itu masih santai menanggapi nya, namun tak di pungkiri ia pun sedikit terkejut karena saat membuka mata ada makhluk lain di depan nya, namun dengan cepat ia tersadar dan ingat hal semalam yang ia lakukan dengan wanita itu.


"Heii berhenti berteriak kupingku sakit" ucap Robby yang kesal mendengar teriakan Nindi


"Kamu siapa?" tanya Nindi kembali


"Apa kau sudah pikun dengan kejadian semalam?" namun seketika Pikiran Nindi menerawang ke kejadian semalam dan ia kini mengingat nya sambil tersenyum malu.


"Sorry lupa hehe"


"Kenapa lupa saking perkasanya kah aku?" tanya Robby dengan PD nya


"Issshh sudah lah aku mau mandi dulu, setelah ini kita akan mulai dengan rencana awal kita" Nindi pun berjalan ke kamar mandi masih dalam keadaan polos, membuat jiwa laki laki normal seperti Robby meradang dan mengikuti Nindi dari belakang.


Membuat Nindi terlonjak kaget saat tiba tiba tangan kekar melingkar di tubuh nya dari belakang, "Aku mau mandi keluarlah"


"Kita mandi bersama biar cepat selesai" tukas nya dengan sedikit menggoda,


Mereka pun akhirnya mandi bersama dengan di iringi ******* dan erangan Khas dari penyatuan tubuh keduanya.


(Kita tinggalkan mereka yang sedang *** *** ya)


Di rumah besar Luki sang istri sudah menyiapkan sarapan paginya untuk keluarga nya, Zifa pun sudah berada di meja makan namun Zifa kaget saat ada orang yang memanggil nama kakanya dengan berteriak.


"Shellaa...."

__ADS_1


Shela yang sedang menata hidangan di meja makam pun sama kaget nya dengan Zifa, ia buru buru ke kamar mertuanya takutnya ada hal yang terjadi.


Saat Shela masuk kekamar Marta di lihat nya kamar nya yang sangat berantakan, "Ada apa Ma?" tanya Shela lembut.


"Tolong bereskan kamar ku"


"Mama temang saja nanti akan ada yang membersihkan nya Ma"


"Tidak, aku ingin kau yang membersihkan nya, aku tidak percaya orang lain lagi"


Shela geram sekali dengan ibu mertuanya ini, Shela tau mertuanya akan menindas nya di rumah itu namun bukan Shela namanya yang akan menyerah dan menurut begitu saja.


"Mah aku bukan pembantu di sini, aku gak akan membersihkan kamar mama, nanti aku akan suruh Bi Inah saja" ucap nya santai


"Hehhh kau berani membantahku"


"Anda tamu di sini tidak seharusnya memerintah pada tuan rumah" ucap Shela tegas


"Silahkan kalau bisa" ucap Shela sambil tersenyum licik dan berlalu pergi dari kamar nenek lampir satu ini.


"Huhhh" Shela mendesah kasar, ia begitu kesal dengan kelakuan mertuanya yang menganggapnya sebagai pembantu.


"Aku takan bisa di tindas oleh siapapun" gumannya dan kembali menuju meja makan dengan menampilkan senyum terbaiknya karena ada suaminya yang sudah duduk manis di meja makan.


"Dari mana kamu sayang?" yanya Luki lembut


"Daru kamar mamah Mas, tadi dia memanggilku untuk membersihkan kamarnya"


"Apa?? mama menyuruhmu seperti itu?"

__ADS_1


"Sudah lah mas, itu sudah aku tangani, ayo makan".


Mereka makan dengan tenang tanpa menunggu Martha datang, dan tak lama pun ibu mertuanya Shela datang dengan hati dongkol karena tak ada yang mengajak nya sarapan.


" Kenapa kalian tidak menunggu ku sarapan?" tanya nya namun terdengar seperti rengekan.


"Kenapa mamah baru keluar, disini kami akan langsung ke meja makan saat waktu sarapan tiba tanpa harus memanggil" Ucap Luki dengan penuh penekanan


"Mama beresin dulu kamar, istri kamu tidak mau membantu beresin kamar padahal dia menumpang di rumah ini"


"Stop mah, mama yang menumpang ini bahkan rumah Shela mah, bukan rumahku"


Marta melongo mendengar Luki mengatakan kalau ini rumah Shela bukan rumah nya, "Ma...Maksud kamu apa Ki?" tanya nya dengan sedikit ragu.


"Rumah ini atas nama Shela, jadi yang menumpang itu aku bukan Shela"


"Hahhhh" Marta kini yang mendesah kasar, membuat dirinya sedikit Frustasi rencana akan menguasai rumah ini pun akan sedikit sulit kalau rumah ini atas nama menantu yang tak ia anggap.


"Sudah jangan terus berdebat, tak baik di depan makanan seperti ini" Seru Shela mengeluarkan suara nya untuk menghentikan pembicaraan kedua anak dan ibu itu, tentunya Shela memang tidak suka banyak bicara ketika sedang makan..


Semuanya pun menurut, Makan pagi alias sarapan ini begitu hening tak ada suara apapun terdengar selain dentingan sendok dan piring yang beradu.


ting tong


ting tong


ting tong


to be continued

__ADS_1


(Siapa yang datang ya?)


__ADS_2