The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Selamat Jalan Mikaila


__ADS_3

Braaaakkkkk


"Keyyy"


aku berteriak memanggilnya dan berlari mengejarnya,namun sayang key sudah lebih dulu terpental jauh dari arah sebelumnya.


"Keyyy...bangun keyyy...tolong bangun sayang"


Aku menepuk pelan pipi gembul anakku,namun tak ada respon darinya,aku berteriak kencang meninta tolong.


"tolooong...tolooong,, pak amir tolong pak" aku memanggil satpam yang berada di pos gerbang.


Aku memangku nya dan memasukannya ke dalam mobil,pak amir baru tiba di halaman karena iya sudah dari dapur membuat kopi.


"Nyonya Non Key kenapa?" pak tolong jagain sebentar aku mau bawa kunci mobil dan tas.


Aku bergegas masuk ke dalam,membawa tas dan kunci mobil namun saat aku di depan pintu kamar aku melihat secarik kertas,aku membawa nya asal tanpa ku lihat dulu apa.


yang ku ingat key menjatuhkannya saat memergoki aku dan Mas Rendra bertengkar,aku berlari agar Key tak terlambat di beri penanganan.


Aku langsung masuk mobil dan melajukan nya menuju klinik terdekat,untung hanya 10 menit perjalanan untuk sampai ke klinik,aku langsung saja menggendong Key dan berteriak mencari petugas jaga.


"Dokter...susterr...tolong anak saya"


Aku berteriak- teriak seperti orang tidak waras,,iya memang benar pikiranku sekarang sedang tidak waras,,aku benar-benar kacau melihat keadaan Key seperti ini.


Ada dua orang suster menghampiriku,


"bu baringkan anak nya di sini biar kami bawa ke UGD"


Aku baringkan dan langsung ikut mendorong blankar menuju UGD setelah sampai d UGD aku di suruh menunggu di luar saja,agar tidak mengganggu pemeriksaan pasien di dalam.


"Maaf bu,ibu tunggu di sini biar dokter menangani anak ibu di dalam" ucap suster ber nametag Susan.


Aku duduk di kursi tunggu,mengharap yang terbaik untuk anakku,ku lihat kertas yang tadi di bawa Key,hatiku benar-benar hancur melihat gambar itu.


Key menggambar Mas Rendra,aku dan Key di kertas itu,dengan Key di tengah-tengah yang sedang ku tuntun.


Aku menangis sejadi-jadinya dan bersimpuh di lantai karena hatiku benar-benar terluka saat ini.


Dertt.


dertt.


dertt


Suara panggilan masuk ke hp ku,ku lihat Mas Rendra menelpon ku.,ku geser tanda hijau agar panggilanku terhubung.


"Dimana kamu shel,apa yang terjadi pada Key"


"Mas..hiks..hiks..hiks Key mas,key"


Aku berbicara sambil menangis tersedu,,aku tak kuasa bicara lagi,hanya tangisan yang terdengar.


"kamu dimana sekarang,,?"


"aku du klinik Xx"


"oke aku kesana sekarang"


Mas Rendra menutup telpon nya,mungkin ia sekarang menuju ke sini.


Saat ini aku benar-benar sedang terpuruk,dan sedang membutuhkan sandaran.

__ADS_1


Mas Rendra tiba di klinik,ia merangkulku dan memelukku erat ada rasa nyaman saat dia memelukku,namun rasa sakit hatiku jauh lebih besar dari rasa nyamanku.


Namun saat ini aku tak bisa menolak pelukannya,aku membutuhkan nya.


"Sudah tenang,,jangan menangis terus,sebenarnya apa yang terjadi pada key"


Aku menatap nya dengan tatapan tajam penuh kebencian,,ku ceritakan semua dari awal,dan ku berikan gambar yang tadi di bawa Key.


"ini semua gara-gara kamu shel,coba kalau kamu mau menerima aku menikahi Mira,mungkin tidak akan seperti ini jadinya."


"kenapa kamu menyalahkan ku atas semua ini,,kamu juga ikut andik dari semua masalah yang ada,hingga akhirnya Key yang jadi korban mas.


" Sudahlah gak usah di bahas sekarang,"


"Aku benci kamu mas,aku benci kamu hiks hika hiks,,"


Aku kembali menangis,,aku duduk di lantai dengan menyandarkan tubuhku pada dinding klinik,,ku tekuk lututku agar bisa menahan kepalaku yang semakin sakit.


ceklek


pintu UGD di buka oleh dokter,,


"Maaf keluarga pasien"


Aku dan Mas Rendra menghampiri dokter itu,


"iya dok kamu orang tuanya" ucap Mas Rendra


"Korban kehilangan banyak darah dan membutuhkan darah saat ini,namun golongan darah korban langka dan di sini sedang kosong"


"golongan darah saya sama dengan anak saya dok,dokter boleh ambil darah saya" jelas Mas Rendra pada dokter


Memang golongan darah Mas Rendra sama dengan key,,aku berharap Key bisa selamat,,namun saat dokter meminta Mas Rendra ikut dengan nya ada panggilan masuk ke ponsel Mas Rendra, ia bergegas mengangkat nya.


Aku mendengar percakapan mereka di telpon,,ternyata yang telpon Mira,,ia bilang perut nya sakit dan harus segera di bawa ke rumah sakit.


"Tapi Mas bagaimana dengan key,ia benar-benar membutuhkan darahmu"


"aku hanya sebentar tidak akan lama,tunggu di sini dulu ya,"


Ia pergi buru-buru dan mencium keningku sekilas,aku tak habis pikir dengan kelakuannya,ia rela meninggalkan anak nya yang sedang sekarat demi wanita ****** itu.


"Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang,aku takut Key kenapa-napa"


Tak lama Dokter tadi menghampiriku,ia menanyakan keberadaan suamiku,karena kondisi Key saat ini benar-benar Kritis.


"Maaf bu,suaminya kemana ya?donor darah harus segera di lakukan,anak ibu keadaan nya kurang baik."


"tunggu sebentar dok suami saya keluar sebentar"


Namun dari dalam suster memanggil dokter,


"Maaf dok segera ke ruangan,pasien kritis "


Dokter berlari ke ruangan,,aku pun ikut menerobos masuk ke sana,,


"Mah...mama..,papa"


Key memanggil ku dan papa nya,aku menghampirinya dengan masih menangis,,


"Mama jangan nangis ya,,jangan berantem lagi sama papa,Key baik-baik aja kok,,salam buat oma,opa sama aunty ya mah"


Key berkata dengan nafas yang seakan sesak,,ia tersenyum padaku namun matanya meneteskan air mata sedikit,tangan nya menggenggam erat tanganku.

__ADS_1


Tak berselang lama Key menutup matanya perlahan,dengan tangan yang tadinya erat menggenggamku sekarang perlahan mengendur dan terlepas.


"Key...Key...Key bangun sayang"


,aku menepuk pipi dan lengan nya,namun tak ada sahutan lagi darinya.


"Keyyyyyyyyyy"


Aku berteriak sekencang-kencang nya.


Dokter langsung,mengecek nadi Key dan mengambil tindakan dengan memakai alat defibrillator atau alat pemacu jantung.


Namun tak ada respon sedikitpun dan akhirnya dokter menyudahi tindakannya,ia langsung melirik ke arah suster dan menggelengkan kepalannya,


Suster paham dan ia membereskan alat-alat yang tadi bersarang di tubuh Key,Dokter menghampiriku ia menepuk bahuku.


"Maaf bu,kami sudah melakukan yang terbaik untuk anak ibu,namun Tuhan lebih menyayanginya,ibu yang sabar ya,,"


JLEBB


Jantungku berasa di tusuk ribuan anak panah,saat dokter bilang seperti itu,,Aku langsung mendekati Key,ku bangunkan dia,ku guncangkan tubuhnya,,namun tubuh mungil itu lemah tak berdaya.


Aku memeluk nya erat sambil berteriak kencang,,aku ciumi wajahnya yang bersih dan cerah itu,tangisan ku tak bisa berhenti.


"Maafin mamah Key,maafin mamah..mamah gak bisa menyelamatkanmu"


Aku tak bisa berhenti menangis,,aku terus memeluknya,,tak berselang lama Mas Rendra datang dengan santainya,


"Shel dimana dokternya,aku bisa memulainya sekarang"


Ku menoleh ke belakang dan menatap nya tajam,hingga emosi ku benar-benar memuncak dan meledak tak bisa lagi di bendung.


Plakkkk


Plaakkkk


Ku tampar kedua pipi Mas Rendra,, ia tampak bengong melihat ku seperti itu.


"Untuk apa kau kemari,,urus saja ****** mu itu berengsek"


"Lihat anakmu,lihat sekarang dia sudah benar-benar pergi meninggalkan kita dan itu semua karena mu"


"Ayah macam apa kau ini,lebih memilih selingkuhanmu dari pada anakmu sendiri"


Mas Rendra melotot tak percaya,ia mendekati Key dan langsung mengguncangkan tubuh key sambil memanggil nama anaknya.


"Key,,bangun sayang,ini papah nak,,kamu belum pergi kan,kamu nungguin papah ngasih darah ke kamu kan Key,ayo sayang bangun sekarang papa udah siap ngasih darah ke kamu sayang"


Namun tak ada respon sedikitpun dari Key,tak sadar Mas Rendra meneteskan air mata nya,,entahlah air mata itu benar-benar rasa sedih kehilangan anak nya atau hanya rasa bersalah nya saja,hanya Tuhan dan dia sendiri yang tau.


Aku langsung menjauhkan tubuh mas Rendra dari key,aku merasa kesal dan kecewa pada suamiku.


"Pergi kamu dari sini Mas,biar Jenazah nya key aku yang urus,,urus saja wanita mu sekarang,,aku sudah gak peduli lagi denganmu,pergi kamu!!!!"


Aku berbicara dengan nada tinggi padanya,,dari dulu aku tak pernah berani membentak nya seperti itu,,namun sekarang sudah tak bisa ku tahan lagi.


Mas Rendra keluar ruangan dengan tangisan,,ia merasa bersalah dengan kematian anaknya,,namun aku sudah tak pedulu lagi dengan nya.


Ku ambil ponsel ku dan menghubungi semua keluarga termasuk mertua ku,ku kabari semua tentang berita duka ini dan mungkin semua nya akan mendatangi klinik dan sama-sama mengurus jenazah Key agar bisa pulang.


Ku melihat Mas Rendra yang masih duduk termenung di kursi tunggu UGD ada rasa ingin memeluknya,namun hatiku sudah tak bisa lagi luluh dengan apa yang dia lakukan.


......***Ah udah dulu,,othor pengen mewek nulisnya juga........

__ADS_1


..."yang tenang di sana ya Key sayang"...


..."othor dan semua Reader sayang kamu***"...


__ADS_2