The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Hamidun


__ADS_3

Ardi sudah berkeliling mencari penjual bubur sumsum yang masih buka, tapi berhubung ini sudah dini hari ia tak kunjung menemukan ya.


Ardi sudah sangat lelah dan waktupun sudah lebih dari setengah jam, namun saat ia berbelok akan pulang dilihatnya sebuah stand yang masih buka dan bertuliskan berbagai macam bubur.


Ia langsung menghampiri kedai itu dan bertanya " Maaf bu apa ada bubur sumsum?" Tanya nya dengan sedikit ragu takut habis karena si penjual terlihat sedang beres beres.


"Ada satu porsi lagi den" ucan ibu itu


"Bungkus sekarang bu?" Ardi sedikit lega akhirnya menemukan nya juga.


Penjual itu menyerahkan bungkusan nya "Berapa bu?" tanya Ardi lagi


"lima belas ribu den"


Ardi menyerahkan satu lembar seratus ribu kepada si penjual namun saat akan di kembalian Ardi menolak nya, "Buat ibu saja kembalian nya, saya permisi dan terimakasih bu"


"Makasih banya den," ucap si penjual "kalau semua orang kaya dia gini saya bisa cepet kaya nih" guman nya lagi


Ardi langsung pamit dan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata, ia takut bos nya akan marah ia berpikir lebih baik terlambat dari pada gak sama sekali.


Setelah sampai di rumah Luki Ardu langaung memencet bel dan di buka oleh Luki sendiri.


"Telat lima belas menit dua puluh dua detik" ucap Luki


"Sorry bos, nyari nya susah"


"Ya udah pulang kamu"


"What" Ardi melongo ia bahkan tak di suruh masuk untuk sekedar melepas dahaganya.


"Kenapa masih disitu?"


"Sorry bos, saya pamit"


Ardi akhir nya kembali pulang dengan wajah yang di tekuk, " untung bos, kalau enggak gue ajak ribut tuh orang"


Luki kembali ke kamar dan membawa satu mangkuk bubur sumsum untuk istrinya. "Sayang nih aku udah dapat buburnya sini makan dulu"


Namun saat Luki masuk kamar Shela sudah mendengkur halus, ia sudah tidur dengan damai nya, namun takut istrinya marah Luki membangunkan nya "Sayang bangun, ini bubur nya"


Shela mengerjap dan sedikit membuka matanya "Buat kamu aja mas, aku udah gak mood"


"Apa??? kamu sengaja ngerjain aku Shel? Luki sedikit membentak istrinya itu, Shela langsung tercekat kaget " Kamu kok bentak aku mas? hiks hiks hiks" Shela kembali menangis.

__ADS_1


"Kenapa gue yang jadi salah lagi sih" Luki berguman sendiri namun ia sadar kalau sudah sedikit membentak istrinya itu, Luki pun tak tau kenapa akhir akhir ini Shela sedikit cengeng.


"Maaf sayang aku gak sengaja, aku kesel sama kamu, aku udah nyari bubur nya tau nya kamu malah gak mau" Luki memeluk erat Shela dan mencium pucuk kepalanya berkali kali.


"Udah jangan nangis, besok kita jalan jalan gimana?" Shela mendongakan kepala nya dan tersenyum sangat manis "Bener ya mas"


Luki pun mengangguk dan kembali merebahkan tubuh nya di kasur, mereka terpejam dan tertidur dengan damai, keesokan harinya saat pagi menjelang tiba tiba saja Luki terjaga ia kemudian berlari ke arah kamar mandi, ia memuntahkan seluruh isi di perut nya hingga benar benar lemas dan wajahnya pucat.


"Hoeekk hoeek heooek"


Shela yang mendengar suaminya muntah muntah segera berlari ke kamar mandi dan mengusap punggung sang suami.


"Kamu kenapa Mas?"


"Gak tau yang, mual banget"


"Kita ke rumah sakit ya?"


"Gak usah aku kayanya masuk angin deh"


Shela membawa kembali Luki ke ranjang dan merebahkan tubuh suaminya di sana, Shela kemudian berjalan ke luar kamar dan menuju dapur.


Shela membuat teh manis hangat agar mengurangi rasa mual suaminya, "Mas minum dulu biar sedikit ngilangin mual nya, dulu saat aku hamil Key aku juga suka mual dan ini obatnya" Sambil menunjuk teh manisnya.


"Jangan jangan apa yang?"


"Temani aku ke dokter buat mastiin doang, soalnya aku udah gak haid bulan lalu mas"


Luki berbinar mendengar penuturan istrinya, Ia benar benar mengharapkan kehadiran Luki junior dalam rahim istrinya.


"Semoga aja sayang, aku udah bener bener pengen banget"


Shela tersenyum namun ia tak terlalu berharap banyak, ia cuma takut apa yang ia harapkan malah tidak terjadi dan akan membuat dirinya dan Luki kecewa.


Jam sudah menunjukan pukul sembilan lebih empat puluh satu menit, Shela sudah membuat janji dengan teman nya dokter kandungan jam sebelas siang ini.


Shela sudah siap akan berangkat ke rumah sakit namun masih menunggu suaminya yang masih duduk di depan laptop nya, ia hari ini bekerja di rumah saja.


"Mas ayoo cepet nanti telat"


"iya ini udah beres yang"


Mereka berangkat menuju rumah sakit, tak perlu lama hanya tiga puluh menit saja mereka sampai, dan langsung di persilahkan masuk karena sudah membuat janji dengan dokter tersebut.

__ADS_1


"Haii bebs, apa kabar lo?" Sapa dokter yang ber name tag Novia tersebut.


"Gue baik, lo sendiri gimna? tanya Shela balik


" Seperti yang lo liat bebs baik banget, gue kangen lo nih, udah lama kita gak hangout bareng"


"Iya nih kapan kapan kita ngopi bareng deh"


"Ekhemmm"


Suara deheman membuat kedua wanita itu langsung menoleh ke arah suara, "Gue lupa kenalin suami gue"


Luki mengulurkan tangan nya dan disambut hangat oleh dokter Via.


"Tolong periksa istri saya dok, dia udah gak haid bulan lalu"


"oke, silahkan baring dulu shel"


Dokter itu meraba perut shela, di tekan tekan dengan perlahan, "Oke untuk lebih jelas kita USG saja ya pak"


Luki mengangguk kemudian ia melihat ke arah monitor dan dokter Novia menjelaskan sesuatu yang membuat Luki tersenyum bahagia.


"Lihat sini bebs ternyata ada janin di rahim lo, usia nya baru 7 minggu, jaga baik baik ya bebs"


Dokter Novia sudah selesai memeriksa Shela kemudian ia mengeluarkan obat dan vitamin dari rak nya dan seketika Luki langsung di buat mual, ia langsung berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya kembali.


"Vi laki gue dari tadi pagi muntah muntah terus, bisa sekalian periksain gak?"


Luki yang sudah berbaring di periksa oleh Novia, "Bebs laki gue kenapa?"


"Dia sehat kok say,mungkin bawaan bayi kayana, biasanya kan wanita hamil yang ngalamin kek gitu, tapi ini sebaliknya Laki lo yang ngalamin kehamilan Simpatik"


"Lo bisa lega bebs karena yang bakal tersiksa laki lo dengan di trimester awal ini, tapi tenang aja gue kasih obat anti mual sama vitamin juga buat laki lo" sambung Dokter Novia lagi.


Sebenarnya Shela sedikit kasihan melihat suaminya yang lemes dab pucat seperti itu "Gak papa sayang aku ikhlas kok kalau harus ngalamin ini semua, ini juga kan bayi aku"


Shela tersenyum dan memeluk suaminya bergitu erat dan mencium nya dengan lembut.


"Masih ada gue Shel, lanjut di rumah sono" ledek Novia


"Haha sorry Vi gue baper sih, jadi pengen nya manja teruss"


..."Di tempat kalian pada ujan gak sih??...

__ADS_1


...dari mana aja nih yang hadir?"...


__ADS_2