
Zifa berteriak karena milik Ardi sudah memasuki goa milik nya tapi hanya baru seper empat nya saja, namun meski begitu Zifa benar benar merasakan sakit dan perih di **** *************.
"Tahan sayang ini baru sedikit" Ucap Ardi yang susah memasukan miliknya itu karena lubang Zifa begitu sempit.
"Ahh sakit mas, baru sedikit udah sakit gini gimana masuk semua nya bisa bisa aku mati mas"
"Huuss ngomong apaan sih kamu, masa aku bunuh kamu pake tongkat saktiku sih"
"Ahhhhhkkk pelan pelan mas, sakit" Desah Zifa saat Ardi kembali mendorong tongkat saktinya memasuki lubang sempit dan menggigit milik Zifa.
Saat semuanya sudah masuk Ardi mencoba tidak bergerak dahulu, karena dilihat nya mata Zifa yang sudah berair karena menangis "Sayang maaf, kalau gak kuat aku cabut lagi ya".
Zifa menggeleng, "Teruskan saja mas tapi pelan pelan" Setelah di beri izin untuk melakukan nya lagi Arsi pun kembali mendorong dan menarik pinggul nya dengan pelan, namun sepertinya Zifa sudah sedikit tenang dan menikmati.
"Ahhh sayang... ahhh ahhhh terusss sayang aku mau pipiss aaahhhhhhh"
"Jangan di tahan keluarkan saja," Ardi pun kembali menghentakan nya dengan sedikit cepat membuat Zifa merem melek saking menikmatinya.
"Aaaaakkkkhhhhh"
Suara erangan keduanya yang sama sama mencapai puncak kini terdengar menggema ke seluruh ruangan tak terkecuali ke ruang tamu karena ruangan kamar mereka tidak kedap suara, membuat Shela dan Luki yang masih bersantai di ruang tamu saling menatap dan tersenyum mendengar suara suara horor di kamar Zifa.
"Mass ada yang belah duren" ucap Shela
"Iya yang, sampe kedenger kesini ya,"
"Aku jadi mau mas" ucap Shela dengan tatapan memohon pada Luki dan mau tak mau Luki harus menuruti permintaan istrinya itu, walau sekarang permainan mereka harus ekstra hati hati.
"Ya udahh yuk ke kamar"
Shela dan Ardi kembali ke kamar nya dan memulai ritual malam sebel tidur nya, sementara Ardi dan Zifa sama sama terbaring lelah di ranjang panas mereka.
"Makasih ya, udah mau menjaga nya untuk suamimu ini"
"Iya sama sama, ternyata enak juga ya Mas ya walaupun sakit pertamanya"
"Enak kan?? yuk lagi..."
"Haaaahhhh 😵😵😵"
__ADS_1
Akhirnya pasangan yang baru halal itu memperaktekan ritual malam pertama mereka dengan berbagai gaya dan posisi, karena mereka kembali menonton film dewasa yang memberikan banyak ilmu 🤣🤣🤣🤣.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kini kehidupan keluarga Luki berjalan dengan bahagia, tanpa ada yang mengganggu, dan Tak terasa kini kehamilan Shela sudah masuk bulan ke 9, Luki benar benar menjadi suami siaga saat ini, dan juga Zifa yang kini sedang mengandung benih cinta nya bersama Ardi sedang mabuk berat karena hormon kehamilannya.
"Mas lihat lah tubuh ku kaya gajah bengkak gini ya" ucap Shela pada Luki yang sedang bekerja dengan laptop nya.
"gak apa apa sayang, lagi pula aku senang melihatnya kamu lebih sexy apalagi dengan perut buncit mu ini" Luki kemudian mengelus perut Shela.
"sayang nya daddy, cepet launching ya biar daddy bisa gendong kamu cup" Luki berbicara dengan perut bulat istrinya dan tak lupa menciumnya.
"Kata dokter sih minggu minggu ini mas, aku jadi deg degan loh"
"Kenapa?" tanya Luki
"Aku cuma takut aja mas, suasananya berasa tegang banget Mas gak kaya dulu saat lahiran Key, ahhh aku jadi inget Key deh " Shela yang mengingat proses melahirkan pertama nya membuat dirinya ingat dengan sosok Key dan akhirnya air matanya pun meleleh..
"Isshh jangan di tangisi, Key sudah tenang disana sayang, sekarang kamu akan menjadi seoarang ibu lagi, tenangkan pikiran kamu jangan di bawa beban ya biar semuanya lancar" Ucap Luki mengingatkan dan memberi semangat pada istrinya itu.
"Kok basah lantai nya sayang?" sambung Luki saat melihat lantai dengan genangan air bening.
"Ayo kita ke rumah sakit sekarang" Luki mengajak Shela ke rumah sakit agar cepat dapat penanganan.
Mereka pun berangkat menggunakan mobil Luki, setelah sampai gerbang Luki membuka kaca mobilnya.
"Mang Asep tolong suruh bi Inah telpon Ardi atau Zifa dan bilang saya ke rumah sakit karena istri saya mau melahirkan"
"Siap pak bos, semoga selamat dan lancar ya bu" doa mang Asep untuk Shela, Shela yang mendengarnya pun mengaminkan doa Mang Asep, dan dengan cepat Luki kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Setelah sampai di rumah sakit Shela kemudian di berikan penanganan terlebih dahulu karena Shela masih merasa baik baik saja tanpa ada mules atau kontraksi yang lainnya, maka dokter menyarankan untuk memberikan nya obat perangsang agar bisa memberikan efek kontraksi.
Luki terus saja berdoa untuk keselamatan istri dan anak nya, tak lupa ia meminta maaf untuk dosa yang telah ia perbuat selama hidupnya, tak lama Ardi datang sendiri tanpa Zifa.
"Bos bagaimana keadaan ibu?"
"Masih di dalam belum ada tanda tanda akan launching"
Namun saat Luki duduk di kursi tunggu ia di panggil oleh suster untuk masuk ke dalam ruangan dimana istrinya berada.
__ADS_1
"Maaf pak siapa disini yang suaminya pasien?"
"Saya sus" aku Luki pada suster itu.
"Baik ikut saya pak, ibu akan segera melahirkan baiknya ibu di dampingi keluarga"
Luki pun akhirnya ikut dengan suster itu namun sebelumnya ia meminta Ardi untuk mendoakan Shela terlebih dahulu.
"Di doakan istri dan anakku agar mereka selamat"
"Pasti bos, saya akan doakan"
Luki pun masuak ke dalam ruangan dan menghampiri istrinya yang sudah mulai kesakitan karena efek obat perangsang itu membuat Luki tal tega melihatnya.
"Kamu pasti kuat sayang"
"Sakit mas ahhkk"
Luki benar benar tidak tega melihat istrinya yang berjuang mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan anaknya, "Sayang kamu pasti bisa sayang, aku disini tak akan meninggalkan mu"
"Euungghhh huuuh huuhh eunngghh hhuuhh"
"Sedikit lagi bu ayo"
"Euunnggg ahhhhh"
"Oeeekk oeeekk oeekk"
"Alhamdulillah ya Allah anakku lahir juga"
Tak terasa Luki menangis melihat anak nya yang sudah lahir, ia langsung memelul dan menci Shela dengan perasaan haru dan bahagia.
"Terimakasih sayang terima kasih kamu sudah memberiku anugrah terindah dalam hidupku"
"Tapi dok jenis kelaminnya apa ya?"
to be continued
Jenis kelamin nya apa ya gaess??
__ADS_1
Hayoo tebak...