
Luki kembali menyerang Shela dengan buas bahkan lebih dari tadi, Luki yang sedang menyesap leher jenjang wanita nya semakin bersemangat dengan suara ******* ******* yang di keluar kan oleh sang istri.
Kini bibirnya mulai bersatu kembali dengan bibir sang istri yang ia rasa manis bagai madu, benar benar membuat dirinya candu.
Mulai mengeksplor setiap rongga mulut nya, dengan sesekali menyesap kuat lidah Shela dengan gemas.
Lidah mereka sama sama saling membelit, membuat si japra semakin tegak berdiri, Shela yang merasa ada yang bangun kini tangan nakal nya mulai meraba raba di benda di balik celana Luki.
"Akkkhhh sayang" Luki kini mendesah dengan merdu nya, membuat Shela langsung berjongkok dan membuka celana Luki, di ***** nya sosis bakar jumbo yang sudah menantang sedari tadi.
Luki makin kelabakan karena permainan Shela benar benar sangat memuaskan, hingga Luki tak bisa menahan gejolak di dalam sana, Langsung saja membalikan tubub istrinya agar menghadap tembok, dan menyingkap rok mini yang di gunakan Shela,membuka dan membuang sembarang segitiga pembungkus itu.
Blesssss
Sekali hentakan langsung masuk, lalu dengan semangat 45 Luki memaju mundurkan pinggul nya, hingga menimbulkan bunyi bunyi aneh dari penyatuan mereka.
2 jam berlalu dan mereka akhirnya tumbang untuk kesekian kalinya, dengan peluh yang saling bercucuran dari tubuh keduanya.
******
"Apa yang akan kamu lakukan kepada wanita itu,?"
"Aku akan memberikannya pada Lion"
"Siapa Lion?"
"Ayo aku tunjukan siapa Lion"
Mereka berjalan ke arah belakang ada sebuah kandang besar di huni seekor singa besar dengan bulu lebat.
"Itu dia Lion" Tunjuk Shela kepada singa peliharaan nya
"Singa??" Luki tak percaya dengan semua ini.
"Sebenar nya siapa kamu sayang"
Shela mulai menceritakan sisi hidup nya yang gelap sebagai ketua mafia, namun sudah lama ia keluar dari dunia hitam itu, namun saat ada yang mengusik hidup nya ia akan kembali kejam tanpa belas kasihan.
"Sebentar, apa ada hubungan nya dengan hilangnya Mira?"
Shela hanya tersenyum, namun Luki sudah mengira pasti Istrinya juga pelakunya.
"Jangan kan orang lain aku pun akan tega membuangmu kedalam kandang Lion kalau kamu juga menyakitiku"
Luki bergidik ngeri dengan ucapan istrinya, ia pun terdiam sesaat.
"Apa kamu menyesal menikahi seorang wanita dari dunia hitam??"
__ADS_1
Luki hanya menggelengkan kepalanya dan langsung memeluk istrinya itu "Apa kamu bisa berhenti dari dunia mu mulai sekarang? aku gak mau terjadi sesuatu di hidup mu nantinya"
"Aku akan berhenti setelah memberi makan Lion untuk terakhir kalinya"
Akhirnya Shela menyuruh Gara agar menembak mati Nella lalu membuang mayat nya ke kandang Lion.
"Tembak dia sekarang dan berikan pada Lion.
"sayang itu terlalu kejam" ucap Luki
"Kenapa ??? kamu mau membela dia?? "
"bukan begitu sayang"
"ya sudah gantikan posisi dia kalau gitu"
gleeek
Luki pun menelan saliva nya kasar, ia sudah tidah bisa apa apa lagi untuk mencegah kekejaman istrinya.
"Ayoo cepat Gara"
Gara pun langsung melakukan tugasnya, sebenar nya Gara merasa kasihan pada Nella namun ia tak berani menolak titah dari sang Ketua.
Doorrr
Setelah selesai semuanya Shela langsung mengumpulkan semua anak buahnya.
"Untuk kalian semua saya berterima kasih atas kesetiaan kalian, maaf kalau selama ini saya tidak bisa menjadi ketua yang baik untuk kalian,dan sekarang saat nya saya pergi dari dunia mafia saya akan menyerahkan semua tanggung jawab pada Gara"
"Gara saya percayakan semua nya padamu, maaf saya tidak akan ikut campur lagi semua masalah di Black Rose tapi kalau kalian membutuhkan bantuan cari saja Ketua Dragon Devil, mereka akan membantu kalian"
"Siap bos laksanakan"
"Baiklah aku permisi"
Shela langsung memeluk Gara anak buahnya, karena dia satu satu nya anak buah yang selalu siap dan paling setia.
Namun tangan Luki langsung menyeret Shela keluar dari Gedung itu dan langsung pergi dari sana.
"Masss sakit lepasin"
Namun Luki tak bergeming ia terus saja berjalan dan memasukan Shela pada mobilnya.
"Kamu kenapa sih"
"Pikir aja sendiri"
__ADS_1
"Issshhh gaj jelas."
Luki akhirnya menginjak pedal gas dengan keras hingga menjalankan mobil nya dengan kecepatan di atas rata rata.
"Mass pelan pelan"
Luki tak menghiraukan rengekan istrinya, bahkan ia semakin cepat melajukan mobil nya itu, hingga sampai di rumah nya Luki langsung turun dari mobil dan membiarkan Shela turun sendiri.
"Dia kenapa sih, padahal kan gue udah pensiun juga"
********
Sementara Rendra dan Amara hari ini akan berpisah karena Rendra harus kembali mengurus kerjaan nya yang sudah dua hari ini ia tinggalkan.
"Ra aku harus kembali ke jakarta, apa kamu mau ikut?"
"Tidak Mas aku di sini saja sampai haru H tiba"
"Baiklah, oia mungkin beberapa hari lagi Aku dan orang tuaku akan kesini melamarmu secara resmi"
Amara hanya mengangguk dan tersenyum, namun kemudian ia terkejut karena sebuah benda kenyal sudah berada di bibirnya, mengecup bibir nya namun karena tak ada penolakan dari nya akhirnya kecupan itu berubah menjadi ciuman.
Lama lama menjadi sebuah ******* dan pagutan, saling membelit menyalurkan hasrat pada diri mereka masing masing, Rendra menggigit bibir bawah Amara agar terbuka lebih lebar dan benar saja kini bibir nya sudah terbuka hingga Rendra lebih leluasa mengeksplor setiap inci bibir dan mulut Amara.
Ekheemmm
ekkheemmm
Suara Deheman dari seseorang membuar kedua insan itu kelabakan langsung melepas pagutan mereka, mereka sama sama menunduk malu tak mau menoleh ke arah suara itu.
..."Siaaal ada aja yang ganggu lagi asik juga"...
"Sudah sudah nanti diteruskan setelah halal" Suara bariton itu memecah keheningan,
Ya Ambu yang sudah memergoki kemesraan mereka, Amara yang pipi nya sudah memerah menahan malu membuat Rendra gemas dan ingin segera melahap nya.
Namun apalah daya waktu nya belum tepat dan juga ia harus berangkat sekarang.
"Ambu saya pamit sekarang, maaf sudah banyak merepotkan disini"
"Tidak apa nak, jangan sungkan ya, dan hati hati di jalan"
Rendra pun pamit kepada Amara, dan mengecup kening wanita itu sebagai tanda perpisahaan nya.
"***Lohh itu babang Luki kenapa marah marah ya?
Next episode lah jawaban nya***.
__ADS_1