The Possessive Berondong Is My Husband

The Possessive Berondong Is My Husband
Impian Nindi


__ADS_3

Kini Zifa dan Ardi sedang berada dalam cafe, mereka makan dengan hening tak ada suara apapun hanya dentingan sendok dan piring yang beradu.


"Di maaf ya yang semalam"


"Udah lah Zi gak usah di bahas lagi lupain aja" ucap Ardi yang memang sudah tak mau membahas soal semalam.


Zifa kembali diam, mencoba mencari topik pembicaraan yang lainnya namun ia telihat sangat gugup, Ardi pun menyadari apa sikap Zifa yang sedang gugup.


"Zi kenapa kok berkeringat gitu?"


"Enggak apa apa ko di,"


"Gak usah gugup kaya gitu deh, baru pertama kali ya makan bareng cowok ganteng?"


Ardi pun mencoba mencairkan suasana dengan PD nya ia menyebut dirinya ganteng, namun Zifa tertawa dengan ke Pd an nya Ardi.


"hahaha apa an sih kamu PD banget di,"


Akhirnya mereka pun sudah tidak canggung lagi, mereka tertawa dan bercanda di cafe hingga lupa waktu, saat mereka tersadar jam makan siang sudah habis mereka buru buru pergi dari cafe dan menuju kantor masing masing.


"Di kayanya kita telat deh, waktu makan siang udah lewat banyak"


"Waduuh beneran Zi, bisa gak beres beres kerjaan ku kalau telat terus"


"Hahaha ya udah Di yuk cabut" ajak Zifa sambil menggandeng tangan lengan Ardi tanpa sadar


Ardi yang sadar di gandeng sedikit deg degan namun Zifa masih tidak sadar hingga Zifa melepas gandengan nya saat di parkiran.


"Sorry di aku kelepasan hehehe"

__ADS_1


"Santai aja mau sampe ke manapun aku gak keberatan kok, ya udah aku anterin sampe kantor kamu ya"


Mereka akhir nya pergi dari cafe sebelum nya Ardi mengantar dulu Zifa ke kantor nya lalu kembali ke kantor Luki.


"Makasih ya di aku masuk dulu," Zifa membuka pintu namun Ardi malah menutup nya kembali.


"Kena...Emmmppphh"


Ardi malah membungkam bibir Zifa yang sudah membuatnya candu, saat pertama kali mereka berciuman tanpa sengaja.


Zifa yang tidak menolak dan juga tidak membalas membuat Ardi semakin memperdalam ciuman nya, menggigit bibir bawah Zifa agar terbuka dan membuat Ardi semakin leluasa mengeksplor bibir manis gadia itu.


Setelah Zifa tersadar karena kehabisan oksigen langsung mendorong tubub Ardi sehingga ciuman mereka terlepas.


"Apa yang kamu lakuin Di, siapa yang mengijinkan kamu mencium aku lagi?" tanya Zifa yang mata nya sudah berkaca kaca.


"Maaf Zi aku khilap" Ardi semakin merasa bersalah, ia terlalu bernafsu untuk mencium bibir manis gadis itu.


"Zi maaf aku janji gak akan pernah ngelakuin itu lagi, jangan marah ya, aku benar benar minta maaf Zi"


"Kita gak ada hubungan apa apa Di, kenapa kamu bisa berbuat seperti itu"


Seperti nya Ardi paham arah pembicaraan Zifa, ia ingin lebih dari sekedar dekat dan tentu saja Ardi tidak menyia nyiakan kesempatan itu.


"Zi mau gak jadi pacar aku?"


Mendengar Ardi mengatakan hal itu membuat Zifa melepas pelukan Ardi dan mendongak menatap laki laki di hadapannya.


"Cerita nya kamu nembak aku?"

__ADS_1


Ardi hanya mengangguk, "Terus gimana?" tanya Ardi menanyakan jawaban dari pertanyaan nya tadi.


"Gak romantis tau gak?" Ucap Zifa yang langsung keluar dari mobil Ardi dan berjalan ke arah kantor nya namun Sepersekian detik berikut nya Zifa menoleh ke arah mobil Ardi dan memberikan dua jari nya membentuk Love.


Di dalam mobil Ardi tersenyum dan langsung mengambil ponsel mengetik sesuatu di pesan nya.


"Nanti malam aku jemput, kita dinner ya"


Pesan itu terkirim dan masuk ke hp Zifa, Zifa pun melihat isi pesan nya sambil senyum senyum bahagia.


Kita tinggalkan mereka yang sedang bahagia, kita beralih ke dua orang yang bersekutu untuk menghancurkan rumah tangga orang lain.


"Tante apa rencana tante kedepannya?" tanya Nindi pada Martha


"Bantu tante masuk dan tinggal di rumah mereka"


"Caranya"


Martha pun membisikan sesuatu di telinga Nindi, Nindi yang mendengar nya pun tersenyum dengan seringai liciknya.


"Aku setuju tan, aku sudah tidak sabar menghancurkan mereka, dan kembali pada Luki." ucap Nindi dengan tersenyum menang.


Mereka pun memulai rencana nya malam ini, mereka bersiap siap untuk melancarkan segala aksinya untuk malam ini.


Nindi yang sebenarnya sedang memanfaatkan Marta tersenyum menang, karena Marta akan mendukung apa yang selama ini ia inginkan dari Luki.


Menjadi permaisuri di istana Luki adalah hal paling utama yang sekarang ini menjadi tujuan nya, karena laki laki yang selama ini bersamanya sudah bangkrut dan tidak bisa memberikan apa yang ia mau.


"Luki sayang, aku akan kembali menjadi satu satu nya wanita dalam hatimu dan hidupmu, akan aku singkirkan semua penghalang yang ada" guman Nindi.

__ADS_1


To be continued....


__ADS_2